Masyarakat Jorong Ladang Hutan

Dambakan Jaminan Kesehatan


Sabtu, 23 Januari 2016 - 04:30:50 WIB

AGAM, HALUAN —  Se­bagian besar masyarakat Jorong Ladang Hutan Ke­ne­ga­rian Koto Tinggi Ke­ca­matan Baso, mengeluhkan tidak mendapat program jaminan kesehatan dari pe­merintah, pada hal ma­yoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai petani dengan penghasilan hanya cukup untuk menutupi ke­butuhan sehari-hari.

Program Jaminan Ke­sehatan yang digadang-ga­dangkan pemerintah me­lalui BPJS Kesehatan tidak seluruhnya menyentuh se­mua lapisan masyarakat kurang mampu di Jorong Ladang Hutan. Hanya se­bagian kecil masyarakat kurang mampu yang men­dapat Kartu Indonesia Pin­tar (KIS) yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun Jaminan Kesehatan Saiyo Sakato (JKSS) yang di­keluarkan Pemerintah Ka­bu­paten Agam.

Menurut Bidan yang be­r­­tugas di Puskesri Jorong Ladang Hutan, Citra Dewi, Amd. Keb. menyebutkan dari 476 orang jumlah pen­duduk Jorong Ladang Hu­tan tujuh puluh lima per­sennya adalah masyarakat kurang mampu, masyarakat tersebut seharusnya men­dapat jaminan kesehatan dari pemerintah, namun kenyataanya tidak.

Dari data pen­distri­busi­an Kartu JKSS tahun 2015 lalu terdaftar sebanyak 146 orang penerima Kartu JK­SS, namun hanya lima pu­luh buah kartu yang bisa didistribusikan.

“Kita merasa cukup pri­hatin melihat kondisi ma­sya­rakat disini, seharusnya masyarakat kurang mampu tersebut harus mendapat jaminan kesehatan dari pe­merintah namun kenya­taanya tidak karena ber­bagai permasalahan dengan pencatatan dan pen­distri­busian kartu. Bahkan ada sebagian orang yang mampu secara ekonomi namun me­n­­dapat kartu,” ujar Citra Dewi kepada Haluan ke­maren, Kamis (21/1).

Menanggapi hal ter­se­but, Kepala Dinas Kese­hatan Kabupaten Agam dr. Indra mengakui bahwa pro­gram jaminan kesehatan yang di­jalan­kan dinasnya, tidak semuanya tepat sa­saran ka­rena berbagai ken­dala. Na­mun demikian Pe­me­rintah Kabupaten Agam sangat peduli terhadap kese­hatan masyarakat kurang mampu.

Dari sekitar 500 ribu jumlah penduduk Kab. Ag­am, lima puluh persen dari jumlah penduduk tersebut telah dijamin kesehatannya oleh Pemkab. Agam mau­pun pemerintah pusat me­la­lui Kartu KIS. “Alokasi dana untuk kesehatan ma­sya­rakat kita di Pemkab. Agam yang terbesar di Sum­bar ini jika dibandingkan dengan daerah lainnya,” kata Indra. (h/ril)  

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 14 November 2016 - 00:39:18 WIB

    Siberut Tengah Dambakan Dermaga

    PADANG, HALUAN — Masyarakat Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai men­dam­bakan adanya dermaga, untuk men­jem­batani kebutuhan masyarakat antar pulau..
  • Rabu, 25 Mei 2016 - 05:31:34 WIB
    Semarak Ramadan

    Mualaf Mentawai Dambakan Dai

    MENTAWAI, HALUAN — Mualaf di pedalaman Mentawai membutuhkan seorang dai yang memimpin salat dan mengajarkan syariat Islam. Daerah yang serba terbatas itu, juga dibatasi oleh ilmu agama sehingga belum ada yang bisa memimpin .
  • Jumat, 07 Agustus 2015 - 20:09:20 WIB

    Masyarakat Tanjung Durian Dambakan Listrik

    PASAMAN, HALUAN — Masyarakat Tanjung Durian, Kecamatan Rao mempertanyakan proses pemasukan jaringan baru Pusat Listrik Negara (PLN) yang direncanakan masuk ke kampung setempat.

    Sampai saat ini, sudah 17 kepala ke.

  • Rabu, 27 Mei 2015 - 20:34:16 WIB

    Masyarakat Dambakan Universitas

    ASPIRASI KOTA BUKITTINGGI

    BUKITTINGGI, HALUAN — Pemerhati Pendidikan Kota Bukittinggi, Gusrizal mengemukakan, sosok pemimpin Bukittinggi ke depan harus cerdas, memiliki ide kreatif dan inovatif, .

  • Kamis, 21 Mei 2015 - 18:35:10 WIB

    Los Lambuang Dambakan Pengunjung

    BUKITTINGGI, HALUAN — Berkunjung ke Kota Bu­kit­tinggi tak lengkap rasanya, jika belum mengunjungi Los Lam­buang yang berisikan Nasi Ka­pau dan Katupek Tek Apuak. Sayangnya, Los Lambuang yang pernah jaya dimasanya du.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]