Kereta Cepat Jakarta – Bandung tak Efisien


Sabtu, 23 Januari 2016 - 04:36:59 WIB

JAKARTA, HALUAN — Pembangunan jalur kereta cepat (High Speed Railway) Jakarta - Bandung yang sedang berlangsung saat ini telah mencapai groundbreaking. Menurut Jokowi, pembangunan kereta api cepat Jakarta - Bandung akan efisiensikan eko­nomi dan presiden akan terus memantau perkembangannya.

“Saya akan cek, cek, dan cek lagi perkembangan pembangunan kereta cepat ini,” begitu kata Presiden.

Kebalikannya, Pengurus Pusat KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim In­donesia) justru menilai berbeda. Kereta api cepat yang dibangun hanya dengan jang­kauan Jakarta - Bandung dinilai PP KAM­MI tidak efektif dan terkesan proyekan kongkalingkong dengan asing belaka.

 “Jika pemerintah serius berbicara soal efisiensikan ekonomi, maka lipat jarak ujung barat jawa dan ujung timur jawa, maksudnya setidaknya jarak kereta api cepat tersebut antara Jakarta – Surabaya.” Kartika Nur Rakhman Ketua Umum PP KAMMI dalam siaran persnya Jumat (22/1).

Pihaknya menambahkan, kesannya Kementerian BUMN dagang sapi dan bermain proyekan.

“Pemerintah saat ini terutama melalui Kementerian BUMN terkesan dagang sapi, hobby jual sana jual sini kepada asing, proyekan sana proyekan sini, gadai pula. Jokowi cukup jadi tukang pantau nya, cek cek, dan nonton,” tambah Kartika

Ketua Bidang Ekonomi PP KAMMI, Barri Pratama turut berpendapat dalam proyek tersebut tidak visioner dalam pengembangan ekonomi lokal. “Proyek senilai US$ 5,5 miliar tersebut tidak visioner dalam pengembangan ekonomi lokal. Kereta cepat Jakarta – Bandung kurang bisa optimal guna mobilisasi orang terutama mobilisasi barang yang erat kaitannya guna pembangunan ekonomi,” papar Barri.

KAMMI, dijelaskan oleh Barri pada hakikatnya mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. Namun pihaknya menyayangkan pembangunan yang asal-asalan dan terkesan tidak efisien dan diada-adakan.

“Dalam konteks mendukung pemba­ngunan ekonomi, PP KAMMI sangat mendukung hal tersebut terjadi. Akan tetapi pembangunan yang asal – asalan dan terkesan tidak efisien lalu diada-adakan terus akan KAMMI kritik dengan keras. Kenapa memangkas jarak yang bisa masih bisa ditempuh 2,5 jam dengan kereta regular yang terbilang masih singkat, dibandingkan jarak tempuh lain. Jauh lebih efisien Jokowi membangun Kereta Cepat Jakarta – Sura­baya.” Pungkas Barri.  (h/rel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]