Wacana Pemindahan Ibu Kota Jawa Barat Mencuat Lagi


Sabtu, 23 Januari 2016 - 04:37:44 WIB

BANDUNG, HALUAN — Wacana pemindahan ibu kota Provinsi Jawa Barat dari Kota Bandung ke ka­wasan baru Walini, Kabu­paten Bandung Barat, kem­bali mencuat.

Hal itu seiring peres­mian groundbreaking proyek Kereta Cepat Jakarta-Ban­dung oleh Presiden Joko Widodo yang dilakukan di Kawasan Perkebunan Teh Walini, Kamis (21/1).

“Itu (pemindahan Ibu Kota Provinsi Jabar ke Wa­lini) kan wacana lama se­benarnya,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Her­yawan atau Aher di Walini, kemarin.

Aher menuturkan, ter­kait isu tersebut pihaknya tinggal melakukan koor­dinasi dan komunikasi de­ngan seluruh unsur di Pe­merintah Provinsi Jawa Ba­rat.

“Tinggal nanti saya bica­ra dulu dengan teman-te­man di Pemprov Jabar, se­tuju atau tidak. Kalau setuju pindah, kalau enggak masih betah di sana,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Ce­pat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi yang juga konsonsium pengembangan Kawasan Baru Walini me­nuturkan kemungkinan pe­mindahan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat sangat besar.

“Karena nanti di sini bisa dikembangkan jadi ta­man-taman, bisa dihu­tan­kan, pusat riset, bahkan pemindahan ibu kota pro­vinsi,” katanya.

Tanpa APBN

Ground breaking proyek KA Cepat Jakarta-Bandung kemarin dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Kebun Teh Mandalawangi Maswati (Walini) Bandung Barat, Jawa Barat.

Kebun Mandalawangi milik PT Perkebunan Nu­santara (PTPN) VIII itu menjadi tempat awal karena di area tersebut selain akan dilewati rel kereta cepat, juga akan dibangun Transit Oriented Development (TOD) yang akan menyatu dengan pembangunan kota baru Walini.

Dalam acara itu Pre­siden Joko Widodo menga­takan bahwa kecepatan mem­bangun sebuah proyek infrastruktur merupakan kunci dalam bersaing de­ngan negara lain.

“Negara yang efisien dan memiliki kecepatan dalam membangun itulah yang nanti jadi pemenang dalam persaingan antar negara,” kata Presiden sesuai ke­terangan Tim Komunikasi Presiden, Bandung, Kamis (21/1/2016).

Menurut Presiden, ke­reta cepat adalah salah satu faktor dalam kecepatan yang dapat membuat suatu negara dapat memenangi persaingan, karena memiliki kecepatan dalam mobilitas barang dan orang.

Pembangunan proyek kereta cepat ini, kata Pre­siden, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat beralih dari trans­portasi pribadi ke trans­portasi massal.

“Puluhan tahun andal­kan transportasi pribadi, transportasi massal kita lupakan, mulai banyak kota-kota macet, jawabannya transportasi massal,” ujar Presiden.

Proyek KA Cepat ini dibangun dengan dana in­vestasi hasil konsorsium BUMN Indonesia dan Ti­ongkok, sehingga tidak me­libatkan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Presiden menegaskan bah­wa APBN akan difo­kuskan untuk membangun infrastruktur di luar jawa seperti pembangunan jalan tol di Sumatera, kereta api di Sulawesi dan Papua. “Sa­ya tidak mau pakai APBN dan jaminan pemerintah karena APBN kita titik be­ratkan pembangunan di luar Jawa,” ucap Presiden.  (h/kcm)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 14 Juli 2020 - 08:58:13 WIB

    Wacana Pembubaran 18 Lembaga Negara, Bagaimana Pegawainya?

    Wacana Pembubaran 18 Lembaga Negara, Bagaimana Pegawainya? HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai rencana perampingan lembaga di level pemerintah pusat. Ia menyampaikan dalam waktu dekat akan ada 18 lembaga/instansi yang akan dirampingkan..
  • Sabtu, 04 Juli 2020 - 12:52:14 WIB

    Pengaruhi Investasi, Reshuffle Kabinet Harus Pasti Jangan Sekadar Wacana

    Pengaruhi Investasi, Reshuffle Kabinet Harus Pasti Jangan Sekadar Wacana HARIANHALUAN.COM - Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mempersilakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan reshuffle kabinet. Bhima meminta agar Presiden Jokowi tidak .
  • Senin, 01 Juni 2020 - 10:22:29 WIB

    KPU Godok Wacana Kampanye Online Cegah Penyebaran Covid-19

    KPU Godok Wacana Kampanye Online Cegah Penyebaran Covid-19 HARIANHALUAN.COM - KPU tengah mempersiapkan skenario tahapan Pilkada 2020 dengan menyesuaikan protokol pencegahan Covid-19. Salah satu wacana yang muncul adalah kampanye secara online..
  • Kamis, 28 Mei 2020 - 08:29:26 WIB

    Fase New Normal, Wacana Sekolah Kembali Dibuka Disarankan Ditunda

    Fase New Normal, Wacana Sekolah Kembali Dibuka Disarankan Ditunda HARIANHALUAN.COM - Pemerintah saat ini menyiapkan protokol fase new normal untuk aktivitas warga di tengah pandemi Corona (Covid-19). Pemberlakukan new normal sebagai alternatif untuk menghidupkan kembali sektor ekonomi yang .
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 19:52:45 WIB

    Mahfud MD Sebut 'New Normal' Masih Wacana

    Mahfud MD Sebut 'New Normal' Masih Wacana HARIANHALUAN.COM - Kebijakan tentang tatanan hidup baru atau New Normal hidup berdamai dengan pandemi Covid-19 masih sebatas wacana. Hal tersebut, disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhu.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]