Selama 2015

357 Kebakaran Terjadi di Padang


Sabtu, 23 Januari 2016 - 04:51:23 WIB
357 Kebakaran Terjadi di Padang Petugas Damkar sedang memadamkan api. Selama 2015, tercatat 357 bencana kebakaran terjadi di Kota Padang dengan kerugian mencapai Rp34 Miliar lebih.

PADANG, HALUAN – Berdasarkan data oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kota Padang, selama 2015 tercatat ada 357 kasus kebakaran dengan kerugian Rp34 miliar lebih.

 Jumlah ini sedikit me­nurun dibanding jumlah kasus selama 2014 sebanyak 364 kasus. Sementara untuk penyebabnya, korsleting listrik masih menjadi pe­nyebab utama.

Meskipun sedikit me­nga­lami penurunan, Kepala Pe­laksana (Kalaksa) BPBD-PK Kota Padang Dedi He­nidal kepada Haluan tak bosan-bosannya mengimbau warga Kota Padang untuk bijak dan meningkatkan keawasan saat menggunakan listrik.

“Tahun 2014 ada 203 kasus yang diakibatkan arus pendek, tahun ini meningkat jadi 210. Warga harus lebih bijak dalam menggunakan listrik agar kebakaran yang diakibatkan arus pendek dapat ditekan jumlahnya,” ucap Dedi, Jumat (22/1).

Berdasarkan rekap data 2015 kasus kebakaran yang diperoleh Haluan, keba­karan yang diakibatkan oleh kompor menjadi penyebab kedua terbanyak dengan 36 kasus, disusul kebakaran akibat lampu minyak se­banyak empat kasus. Na­mun, ter­catat 107 kasus lain­nya be­rasal dari penyebab lainnya yang belum ter­deteksi.

Sedangkan untuk objek yang paling sering me­nga­lami kebakaran masih di­do­minasi bangunan peru­ma­han dengan 195 kasus, ba­ngunan umum dan ken­da­raan masing-masing 40 ka­sus, bangunan industri se­banyak sembilan kasus, ka­wa­san pe­­r­hutanan sebanyak delapan kasus, ka­pal sebanyak tiga kasus dan objek lain-lain sebanyak 62 kasus.

Adapun sebaran kasus pada tiap kecamatan, ber­dasarkan data tersebut, Ke­camatan Padang Barat ter­catat sebagai kecamatan dengan kasus tertinggi de­ngan 59 kasus, disusul Koto Tangah 58 kasus, Padang Timur 46 kasus, Kuranji 43 kasus, Padang Utara 37 kasus, Padang Selatan 31 kasus, Lubuk Begalung 29 kasus, Naggalo 28 kasus, Pauh 13 kasus, Lubuk Ki­langan sembilan kasus dan Bungus Teluk Kabung empat kasus.

Sebagai upaya pe­na­nga­nan dan menekan ang­ka ke­rugian di tahun 2016, Ka­si Ops Pemadam Keba­karan Suhardi mengatakan, BPBD-PK telah me­nga­jukan penambahan personil un­tuk tiga Wilayah Ma­na­jemen Kebakaran (WMK) pada tahun ini, setelah se­be­lumnya satu WMK di ka­wasan Koto Tangah dibe­rikan personil sebanyak 18 personil.

“Sudah diajukan per­min­taan personil untuk 3 WMK lainnya, Lubuk Be­galung, Padang Selatan dan Be­lim­bing-Kuranji. Untuk di Be­limbing ini, karena faktor kepadatan penduduk di sana maka sudah se­layaknya harus ada WMK di lokasi tersebut,” jelas Suhardi.

Saat ini, BPBD-PK me­miliki 30 personil organik dan 21 personil non-or­ganik yang kemudian di­tambah 18 personil untuk WMK Kota Tangah. Me­nurut Suhardi, jumlah ter­sebut sangat ku­rang dari ke­butuhan jika di­bandingkan de­ngan jumlah armada pemadam keba­karan yang dimiliki.

“Kita punya delapan unit pe­­madam berkapasitas 4.000 unit, dua unit yang 5.000 liter, serta masing-masing satu unit kendaraan ber­kapasitas 2.000 liter, 3.000 liter, 6.000 liter, 10.000 liter dan 16.000 liter. Keku­rangan per­sonilnya masih banyak, tapi terus diajukan pe­nam­bahannya setiap tahun,” tukasnya. (h/isq).

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]