Melirik Keuntungan Bisnis Kaos Bermerek Lokal


Senin, 25 Januari 2016 - 03:29:05 WIB

PADANG PARIAMAN, HALUAN — Selain se­ba­gai kebutuhan untuk ber­akti­vi­tas sehari-hari dan menun­jang pe­nam­pi­lan, ternyata kaos juga bi­sa di­­jadikan sebagai alat untuk me­lestarikan sebuah budaya. Se­per­­ti yang dilakukan oleh Mu­ham­­mad Fadli dengan bisnis baju kaos­nya bermerek Wayoik Clo­thing.

Selain menjalankan bisnis pakaian untuk mencari peng­hasi­lan, Wayoik Clothing berupaya mempertahankan budaya Paria­man, khususnya bahasa Pariaman, dalam tulisn-tulisan yang dimuat dalam kaos tersebut.

Muhammad Fadli atau yang bia­sa dipanggil Ajo Wayoik, ber­bis­nis pakaian ini sejak 1 tahun ter­akhir. Awal mula Ajo Wayoik mem­buka usaha ini, karena pada za­man sekarang kawula muda di Pa­riaman sudah mulai malu meng­­­­gunakan bahasa khas Piaman.

“Saya cukup prihatin dengan keadaan sekarang ini, karena ka­wula muda Piaman pada saat sekarang ini sudah mulai malu menggunakan bahasa khas Pia­man, serta malu ketika dipanggil ajo yang merupakan panggilan bagi kaum lelaki Piaman. Berang­kat dari kegelisahan inilah saya men­co­ba untuk mem­bang­kitkan lagi tradisi atau budaya yang sudah mulai ditinggalkan kawula muda de­ngan cara mebuat kaos ber­gambar dan bertuliskan bahasa Minang khas Piaman,” ujarnya kepada Haluan di Paria­man, Ming­gu (24/1).

Selain, khas Piaman, kata-kata atau ungkapan yang tertulis di kaos Wayoik juga lucu. Contohnya, “Jaghiang indak dicaghi, kok baso­bok pantang diilakkan”, “Antara Ajo, Adiak, dan Paja Bughuak Tu”, “Hati adiak co lapiak lambak jo. Takambang untuak ughang siak je nyeh”, “Pataghang lampu awak, lampu ughang kuati e lah”, dan berbagai macam kata-kata lucu lainnya. 

Setiap produksi yang dilaku­kan Wayoik Clothing dalam setiap desainnya, hanya memproduksi sebanyak 5 desain. Dengan begitu, kaos produksi Wayoik Clothing akan terkesan lebih eksklusif.

Sekarang ini, usaha Wayoik Clothing berkembang sangat pe­sat. Kaos Wayoik Clothing yang ber­a­la­mat di Simpang SMA Ba­tang Anai, Pasa Buah, Pasa Usang, Kecamatan Batang Anai ini, ter­jual sekitar 100 lembar dalam seminggu.

 “Selain masyarakat yang ada di Sumatera Barat sebagai konsu­men, perantau asal Pariaman yang ada di luar daerah, juga menjadi faktor kaos kami laku di pasaran,” ungkap Fadli yang juga berprofesi sebagai wartawan di salah satu surat kabar harian di Sumbar.

Untuk satu lembar kaos de­ngan model lengan pendek, Ajo Wayoik menjualnya dengan harga Rp80.­000 di luar ongkos kirim. Sedang­kan untuk kaos dengan model lengan panjang ia jual dengan harga Rp95.000.

“Untuk harga kaos dengan berbagai ukuran, kami jual dengan harga yang sama. Tetapi untuk kaos dengan lengan panjang sedi­kit lebih mahal. Untuk kaos cewek, semuanya kami buat de­ngan model lengan panjang, agar anak gadih minang tidak mema­merkan aurat sesuka hatinya,” tutur Fadli yang juga aktor dan sutradara teater ini.

Selain pemasaran secara on­line, Ajo Wayoik belum ber­eren­cana membuka cabang lain. Ini bertujuan agar orang yang ingin memiliki kaos Wayoik datang langsung ke Pariaman. “Dengan datangnya masya­rakat yang ingin memiliki kaos Wayoik ke Paria­man, objek wisata yang ada di Pariaman juga akan dikunjungi dan semakin dikenal oleh Masya­rakat,” imbuhnya. (h/mg-bay)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 09 Maret 2020 - 11:33:12 WIB

    Milenial Kian Melirik Startup EBT, Ini Jenis Energi yang Diincar

    Milenial Kian Melirik Startup EBT, Ini Jenis Energi yang Diincar JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pengembangan bisnis Energi Baru Terbarukan (EBT) makin mendapatkan tempat di kalangan masyarakat terlebih bagi generasi milenial. Respon pasar yang positif terlihat dari mulai bermunculannya berba.
  • Kamis, 28 Juli 2016 - 04:03:00 WIB

    Melirik Omzet Pedagang Tahu Sumedang

    Melirik Omzet Pedagang Tahu Sumedang PADANG, HALUAN — Bagi masyarakat Padang, tahu su­me­dang merupakan gorengan familiar. Hampir setiap tem­pat di Padang terdapat pen­jual tahu sumedang. Salah satu pertanyaan yang mung­kin timbul dalam kepala saat meliha.
  • Jumat, 22 Juli 2016 - 02:42:33 WIB

    Melirik Peluang Usaha Dagang Kacang Mete

    Melirik Peluang Usaha Dagang Kacang Mete PADANG, HALUAN — Ye­ni Putri (45), produsen kacang mete di Padang, seakan-akan tak ada saingan. Toko-toko tempatnya menitipkan kacang tersebut sering kehabisan per­sediaan saking larisnya kacang itu. Sementara itu, tak ad.
  • Rabu, 11 Mei 2016 - 04:10:06 WIB
    Satu-satunya di Sumbar

    Melirik Usaha Galangan Kapal Fiber

    Melirik Usaha Galangan Kapal Fiber PADANG, HALUAN — Di beberapa pantai di Su­ma­tera Barat (Sumbar) banyak tempat perbaikan dan pro­duksi kapal (galangan ka­pal). Galangan kapal ini rata-rata menggantungkan bahan pokoknya pada kayu dan memakai teknologi .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]