Bendi di Padang Panjang Makin Tersingkir


Senin, 25 Januari 2016 - 03:51:14 WIB
Bendi di Padang Panjang Makin Tersingkir Angkutan tradisional bendi semakin tersingkir oleh angkutan mobil dan ojek. Meski demikian masih ada 8 buah bendi yang selalu operasi si kota Padangpanjang. (IWAN DN)

BENDI salah satu moda transportasi tradisional   di beberapa kota di Sumbar saat ini semakin  tergilas oleh kemajuan.  Posisi ben­di di gantikan oleh moda transportasi ang­ku­tan kota dan  juga ter­singkir akibat banyak nya ojek berkeliaran diberbagai pe­losok kota.

Di Padang Panjang,  menurut salah seorang ku­sir bendi yang mangkal di simpang empat Pasar Pa­dang Panjang menyebut, saat ini hanya tinggal 8 buah bendi saja  yang masih beroperasi.  Itupun ter­ka­dang hasil yang didapatkan tidak bisa menutupi belanja dapur.

Keberadaan bendi saat ini lebih banyak mela­yani penumpang wisata yang berkunjung ke kota Padang Panjang. Mereka menyewa bendi untuk berkeliling kota setelah mencicipi kuliner yang terkenal enak dikota Serambi Mekkah ini, katanya menjelaskan.

Dimasa jayanya bendi di kota Padang Panjang,  angkutan yang ditarik se­ekor kuda itu menjadi mo­da transportasi masyarakat hingga kepelosok kota. Bendi awalnya beroperasi hingga ke Batang Arau Batipuh, Ke Simpang Ekor Lubuk, Silaing dan Bukit­surung­an. Bendi bendi itu mangkal di depan loos pas­ar Serikat Padang Panjang menunggu penumpangnya berbelanja membeli ke­bu­tuhan sehari hari. Bendi bendi itu parkir teratur menunggu giliran dengan rute Batang Arau Batipuh,  Ekor Lubuk,  Bukit­surung­an,  Silaing Bawah. Bahkan bendi juga beroperasi hing­ga kepelosok desa di Bati­puh dan X Koto.   Ke­berada­an bendi secara be­rang­sur mengalami p­enu­runan akibat ber ope­rasi­nya Microlet sebagai ang­kutan kota. Awalnya para kusir bendi itu protes juga tetapi mengingat ongkos nya lebih mahal ke­tim­bang sewa oplet,  secara berangsur angsur angkutan bendi itu semakin di­ting­gal­kan. Apalagi dengan semakin menjamurnya an­g­­kut­an ojek, keberadaan bendi semakin tergusur,  ujar beberapa kusir bendi menyampaikan. Kini ben­di bendi tak lagi memiliki lahan parkir. Apalagi sejak dibangunnya kios pe­nam­pungan pedagang yang ber­jejer di jalan jalan dalam kota Padang Panjang,  nasib bendi semakin tak me­nen­tu. Mereka terpaksa ma­ng­kal di sembarang tem­pat menunggu jika ada penum­pang yang mau me­manfaatkan jasa mereka.

Nasib kami kusir bendi tak menentu lagi.  Kami menambang hanya sekadar mengisi waktu sambil me­melihara kuda. Mudah mu­da­han melalui penjualan kuda ibu bisalah untuk menambah ekonomi ke­luar­ga dan menutupi biaya sekolah anak anak” ujar mereka dengan nada miris menyampaikan. ***

 

Laporan :
IWAN DN

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 26 Agustus 2019 - 16:53:22 WIB

    Bendi, Nasibmu Kini, Dulu Ditunggu, Kini Tak Lagi Dilirik

    Bendi, Nasibmu Kini, Dulu Ditunggu, Kini Tak Lagi Dilirik Bendi merupakan salah satu sarana transportasi tradisional yang keberadaannya kini mulai ditinggalkan. Pasalnya, perkembangan zaman saat ini merubah berbagai jenis angkutan atau alat transportasi di Sumatera Barat baik angkot.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]