Setahun, 357 Kali Kebakaran di Padang


Senin, 25 Januari 2016 - 03:53:12 WIB

Angka kebakaran di Kota Padang terbilang tinggi. Nyaris setiap hari terjadi kebakaran. Berdasarkan data oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BP­BD-PK) Kota Padang, selama 2015 tercatat ada 357 kasus kebakaran dengan kerugian Rp34 miliar lebih. Jumlah ini sedikit menurun dibanding jumlah kasus selama 2014 sebanyak 364 kasus. Sementara untuk penyebabnya, korsleting listrik masih menjadi penyebab utama.

Kepala BPBD Kota Padang, Dedi Henidal mengungkapkan hubungan arus pendek listrik merupakan faktor utama penyebab kebakaran. Berikutnya kompor meledak jadi faktor kedua.  Meskipun sedikit mengalami penurunan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD-PK Kota Padang Dedi Henidal mengimbau warga untuk bijak dan awas.

Tahun 2014, sebanyak 203 kasus yang diakibatkan arus pendek, 2015 mening­ka­t jadi 210. Warga harus lebih bijak dalam meng­gunakan listrik agar kebakaran akibat arus pendek dapat ditekan jumlah­nya. Berdasarkan rekap data 2015, kasus ke­bakaran yang diaki­batkan kompor menjadi penyebab ke­dua terbanyak dengan 36 kasus, disusul ke­bakaran akibat lampu minyak sebanyak empat kasus. Namun, tercatat 107 kasus lainnya berasal dari penyebab lainnya yang belum terdeteksi.

Sedangkan untuk objek yang paling sering mengalami kebakaran masih didominasi bangunan perumahan dengan 195 kasus, bangunan umum dan kendaraan masing-masing 40 kasus, bangunan industri sebanyak sembilan kasus, kawasan perhutanan sebanyak delapan kasus, kapal sebanyak tiga kasus dan objek lain-lain sebanyak 62 kasus.

Adapun sebaran kasus pada tiap kecamatan, ber­dasarkan data tersebut, Kecamatan Padang Barat tercatat sebagai kecamatan dengan kasus tertinggi dengan 59 kasus, disusul Koto Tangah 58 kasus, Padang Timur 46 kasus, Kuranji 43 kasus, Padang Utara 37 kasus, Padang Selatan 31 kasus, Lubuk Begalung 29 kasus, Naggalo 28 kasus, Pauh 13 kasus, Lubuk Kilangan sem­bilan kasus dan Bungus Teluk Kabung empat Sepanjang tahun 2014, dari 344 kasus kebakaran yang terjadi, 208 kasus disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik dan 24 kasus disebabkan kompor meledak.

Dengan fakta di atas berarti warga Kota Pa­dang hampir setiap hari mendengar sirine mo­bil pemadam kebakaran dan melihat ken­daraan bercat merah itu melaju kencang di jalan ra­ya menuju lokasi kebakaran. Si jago merah me­mang nyaris setiap hari mengamuk di kota beng­kuang. Objek yang terbakar beragam, se­perti rumah toko (ruko), toko, rumah, kantor, beng­kel, gudang, rumah makan dan lain sebagainya. 

Setiap peristiwa kebakaran selalu saja me­ninggalkan duka bagi para korban. Di samping kehilangan harta benda dan dokumen-doku­men berharga seperti ijazah, sertifikat rumah, sertifikat tanah, piagam, penghargaan, paspor, BPKB, STNK, SIM  dan lainnya, terkadang korban juga kehilangan anggota keluarganya, karena tewas terbakar. Tidak semua orang bisa menerima musibah kebakaran dengan hati sabar. Sebagian ada yang depresi, stress bahkan gelap mata dan mengambil langkah-langkah yang merugikan dirinya.

Penyebabnya memang macam-macam, ada ka­re­na korsleting listrik, kompor meledak, li­li­n, api las, membakar sampah dan lain se­bagainya. Namun kok  bisa sesering itu kasus pe­ris­tiwa kebakaran terjadi di Kota Padang? Apa­kah karena masyarakatnya ceroboh, suka main api dan sebagainya. Karena korsleting lis­trik menjadi penyebab uta­ma kebakaran di Ko­ta Padang, maka pihak-pi­hak yang terkait de­ngan perihal ke­listrikan per­lu memberikan per­hatian serius atau bah­kan ikut bertanggung ja­wab atas banyaknya ke­jadian kebakaran yang di­picu masalah kelis­tri­kan. Meskipun jaringan lis­trik setelah mete­ran bukan lagi tanggung ja­wab PLN, tapi peru­sahaan itu tidak bisa lepas ta­ngan begitu saja.

Perlu kiranya PLN memberikan pembinaan kepada relasinya untuk bertugas dengan baik dan benar. Seperti konsuil, PPLN, biro listrik dan lainnya. Jika memang jaringan listrik di rumah penduduk, kantor, ruko  sudah lebih dari 10 tahun umurnya dan menurut keten­tuannya harus diganti, atau diremajakan. Selain persoalan usia jaringan listrik, standarisasi kualitas bahan kelistrikan dan maintenancenya juga tak boleh diacuhkan. **

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]