Beban Studi Program S2 dan S3 Diperpendek


Senin, 25 Januari 2016 - 04:02:24 WIB

SEMARANG, HALUAN — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir menyatakan program pendidikan strata dua (S2) sekarang ini hanya cukup menempuh 36 satuan kredit semester (SKS) dari sebelumnya 72 SKS. Begitu juga dengan program pendidikan strata tiga (S3) dari 72 SKS menjadi 42 SKS.

“Dari dulunya program S2 harus menempuh 72 SKS, kemudian berjalan menjadi 44 SKS, sekarang cukup hanya 36 SKS,” katanya saat meres­mikan kampus baru Uni­versi­tas PGRI Semarang (Upgris), Sabtu (24/1).

Mantan Rektor Univer­sitas Diponegoro Semarang (Undip) itu menjelaskan peru­bahan SKS minimal untuk pendidikan S2 itu dimak­sudkan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi lulu­san perguruan tinggi.

Menurut dia, program S2 ditujukan untuk menghasilkan lulusan yang secara ekspe­rimen dan empirik mampu menerapkan metodologi-me­to­dologi yang baik sesuai dengan bidang ilmunya ma­sing-masing.

“Kemudian, bagaimana lulusan S2 mampu mem­publi­kasikan hasilnya itu di jurnal yang terakreditasi maupun jurnal internasional. Itu yang penting. ‘Output’-nya me­mang menuju ke sana,” ka­tanya.

Maka dari itu, kata dia, proses pembelajaran yang harus ditempuh untuk pro­gram S2 tidak harus sampai 72 SKS karena sesuai dengan standar minimal sebanyak 36 SKS saja sebenarnya sudah cukup.

“Manakala itu (36 SKS, red.) sudah cukup, mengapa harus diperbanyak? Justru akan memberikan beban dan menurunkan semangat pergu­ruan tinggi untuk berkom­petisi dan bersaing,” katanya.

Nasir mempersilakan selu­ruh perguruan tinggi di Indo­nesia yang memiliki program S2 untuk memberlakukan kebijakan 36 SKS mulai se­karang sehingga kualitas SDM dan lulusannya bisa semakin berkembang.

“Sebenarnya bukan mem­perpendek SKS, bukan itu. Saya hanya ingin jumlah SKS tidak terlalu banyak, namun substansinya yang penting harus tetap dijaga untuk men­capai kualitas,” katanya.

Bagi perguruan tinggi yang ingin menerapkan mini­mal 44 SKS, 50 SKS, atau 60 SKS, ia mempersilakan, tetapi dengan 36 SKS sudah cukup untuk mengembangkan SDM dan lulusan dengan kualitas yang baik.

Demikian pula untuk pro­gram S3 atau doktor yang jumlah SKS-nya juga diku­rangi, ia mengatakan saat ini untuk menempuh program doktor cukup 42 SKS, tidak lagi seperti sebelumnya seba­nyak 72 SKS.

“Doktor juga cukup 42 SKS, bukan lagi 72 SKS. Tu­juan doktor, di samping me­nguasai filosofi sains atau filsafat keilmuan di bidang ilmunya masing-masing, kan juga untuk ‘output’ publi­kasinya,” katanya.

Publikasi riset yang dila­kukan doktor, kata dia, harus di jurnal internasional yang memiliki reputasi yang semen­tara ini boleh satu publikasi, namun ke depannya minimal harus dua publikasi. (h/rol)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]