Ratusan Personil Gabungan Disiagakan

1.500 Eks Pengikut Gafatar Terserang ISPA


Senin, 25 Januari 2016 - 04:04:13 WIB
1.500 Eks Pengikut Gafatar Terserang ISPA Sejumlah warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan dari Kalimantan tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/1). (ANTARA)

JATENG, HALUAN — Belasan warga eks anggota organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mulai terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Pengikut eks Gafatar yang terserang penyakit ini masih dalam perjalanan melalui jalur laut dari Mempawa, Kalimantan Barat menuju ke Pulau Jawa dan akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Otoritas Pelabuhan Tan­jung Emas Semarang menya­takan, sekitar 1.500 warga yang terdiri dari anak-anak dan orangtua dipastikan tiba pada Senin (25/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Komandan Pangkalan (Dan­­lanal) TNI AL Se­ma­rang, Kolonel Laut (P) El­ka Setiyawan usai meng­gelar apel siaga menyambut pemu­langan ratusan eks Gafatar di pelabuhan Tanjung Emas, Minggu (24/1) mengaku su­dah mendapatkan laporan tersebut.

“Kami sudah men­dapat­kan laporan, jika di dalam kapal banyak yang sakit in­fluenza, demam, Infeksi Salu­ran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit lainnya,” ung­kap Elka Setiyawan.

Untuk itu, Elka menya­ta­kan pihaknya menyiagakan per­sonel dan tim medis mu­lai ma­lam nanti di tenda-tenda pe­labuhan. Sebab, ba­nyak war­ga eks Gafatar yang ter­jang­­kit penyakit. “Bahkan, ten­da-tenda kesehatan untuk me­nampung warga eks Gafa­tar sudah didirikan,” ungkap­nya.

Elka memperkirakan tiga kapal KRL Teluk Gilimanuk milik TNI-AL yang digu­nakan mengangkut organisasi terlarang itu tiba tidak ber­sama. “Sesuai jadwal, kapal pertama bersandar di der­maga pukul 02.00 WIB. Mu­dah-mudahan cuaca bagus dan jika kemungkinan terje­lek maka waktu (kedatangan kapal) bisa bertambah,” imbuhnya.

Elka membeberkan seca­ra teknis evakuasi dan penga­manan dibagi menjadi dua skenario. “Skenario pertama, petugas memberikan pelaya­nan bila ada yang sakit cukup serius. Warga menjalani pe­me­riksaan kesehatan di tenda yang telah didirikan maupun di kapal lebih dulu. Kemu­dian pukul 06.00 WIB dibe­rang­katkan menuju Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyo­lali, Jawa Tengah,” kata dia.

Skenario kedua, yang di­per­siapkan petugas gabungan bersama dari TNI atau Polri maupun pemerintah setem­pat, yaitu begitu kapal merapat ke pelabuhan, maka petugas kesyahbandaran setempat sudah menyiapkan seluruh peralatan masing-masing.

“Meski begitu, pena­nga­nan ini bukan termasuk keja­dian luar biasa. Jadi informasi yang beredar kami harapkan hanya dari kapolsek, danlanal dan dandim. Diluar itu jangan statmen kepada publik. Se­bab, dinamikanya terus beru­bah,” terangnya.

Eks Gafatar yang nanti pulang ke Semarang dan mendarat di Pelabuhan Tan­jung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah adalah berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Banten. “Untuk sekarang, fasilitas yang akan digunakan seperti tempat pendataan listrik hing­ga ruang tunggu sudah siap. Semuanya sudah ready (siap),” pungkasnya.

Terpisah, sebanyak 77 orang eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tiba di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Minggu (24/1) malam. Menurut rencana, puluhan eks Gafatar tersebut diterbangkan dengan Pesawat Lion Air JT 2685 dari ban­dara Supadio Pontianak. Dari jumlah tersebut 70 orang dewasa, 7 orang anak-anak dan ditambah 6 orang lainnya pendamping.

Untuk mengantisipasi ke­amanan, sebanyak 160 per­sonel gabungan TNI dan Polri menggelar apel yang dipim­pin oleh Kapolres Boyolali, AKBP Budi Sartono di Asra­ma Haji Donohudan, Boyo­lali. Sejak Minggu siang, mere­ka disiagakan untuk menyam­but kedatangan puluhan eks anggota Gafatar. “Kami siap melakukan pengamanan saat kedatangan di bandara mau­pun saat berada di asrama haji,” ujar Kapolres. (h/okz)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]