Penyakit DBD Mulai Menghantui Warga


Senin, 25 Januari 2016 - 04:06:15 WIB

Bukittinggi, Haluan — Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menghantui warga Kota Bukittinggi, menyusul curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir. Awal 2016, tercatat se­banyak delapan warga telah menderita DBD.

“Penderita penyakit DBD saat ini meningkat. Kami mengibaratkan se­buah payung, dimana posisi penyakit DBD berada pada level paling atas dari pe­nyakit lainnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bu­kittinggi, Syofia Dasmauli, Jumat (22/1).

Posisi teratas penyakit DBD itu, telah menjadi perhatian serius dari pe­merintah pusat, karena DB­D juga mulai menyerang sejumlah wilayah di tanah air.

“Beberapa pekan ini saja, mayoritas pemberitaan baik melalui elektronik ma­u­pun cetak hamper merata memberitakan mengenai mewabahnya penyakit DBD,” katanya.

DBD merupakan pe­nyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian ba­gi penderitanya. Untuk wila­yah Bukittinggi, penderita DBD tidak kurang dari 100 lebih penderita setiap ta­hunnya.

“Kami telah mengu­pa­ya­kan agar penderita DBD berkurang dari tahun ke tahun. Ternyata malah me­lampaui dari target, seperti di 2014 tercatat sebanyak 157 orang penderita dan pada 2015 sebanyak 142 penderita,” katanya.

Meski penderita DBD di Bukittinggi sudah me­lebihi 100 orang setiap tahunnya, lanjut Syofia, untungnya saat ini belum terjadi penam­bahan korban jiwa akibat penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti itu.

“Korban jiwa akibat DBD, di Bukittinggi baru terjadi satu kasus. Itu terjadi sudah lama sekali, sekitar tiga tahun yang lalu, yakni pada 2013. Sejak itu, hingga saat ini tidak lagi ada korban jiwa akibat DBD,” katanya.

Ia menyebutkan, Dinas Kesehatan telah membuat imbauan agar masyarakat membersihkan lingkungan tempat tinggal, menyusul curah hujan tinggi ber­po­tensi terjadinya penyakit DBD.

“Hanya dengan cara mem­bersihkan lingkungan tempat tinggal penyakit DBD dapat dicegah. Se­baiknya, membersihkan ling­kungan itu dilakukan secara serentak oleh ma­syarakat,” katanya.

Sebagaimana dike­ta­hui, yyamuk aedes aegypti pem­bawa virus DBD mu­dah berkembang biak di air ter­genang yang tidak ber­sen­tuhan dengan tanah, seperti bak penampungan air dan kaleng bekas yang terbuka.

“Terutama sekali jadi perhatian, jangan lupa pe­rik­sa air di belakang kulkas, dispenser dan kaleng-kaleng lainnya. Bak mandi, tem­payan, vas bunga, tempat minum burung, dan perang­kap semut merupakan tem­pat yang disukai nyamuk aedes aegypti untuk hidup dan berkembang biak,” ujar­nya.

Ciri-ciri nyamuk pe­nye­bab penyakit DBD, sebut­nya lagi, adalah badannya kecil, berwarna hitam de­ngan bintik-bintik putih dan dapat hidup di dalam dan di sekitar rumah.

Ia menyampaikan, saat ini tengah digalakan sosi­alisasi tentang menguras, mengubur, dan menutup atau 3-M kepada masya­rakat, sekaitan curah hujan yang tinggi terjadi saat ini.

Sosialisasi 3-M dilakukan di 24 kelurahan di tiga keca­matan di kota berhawa sejuk itu dibantu kader posyandu yang masing-masing kelu­rahan bervariasi jumlahnya. (h/wan/hel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 14 Juli 2020 - 15:23:33 WIB

    Derita Penyakit Jantung, Andre Rosiade Bantu Pengobatan Rijal Islami

    Derita Penyakit Jantung, Andre Rosiade Bantu Pengobatan Rijal Islami HARIANHALUAN.COM - Rijal Islami (53) memberanikan diri membuat status di akun facebook-nya, bertanya bagaimana mendapatkan bantuan dari Anggota DPR RI Andre Rosiade. Pasalnya, dia sudah sekitar delapan tahun menderita komplik.
  • Rabu, 27 September 2017 - 03:05:40 WIB

    Penyakit Serang Warga Usai Banjir Solsel

    Penyakit Serang Warga Usai Banjir Solsel PADANG, HALUAN — Banjir dan galodo yang melanda masyarakat Pakan Rabaa Tangah Kecamatan Koto Parik Diateh, Solok Selatan beberapa waktu lalu, ternyata mengundang penyakit. Warga korban banjir mengeluhkan penyakit yang dider.
  • Rabu, 11 Mei 2016 - 12:26:25 WIB
    Wabup Kawal Pengambilan Sampel Darah Malam Hari

    Seorang Warga Saok Laweh Terindikasi Derita Penyakit Kaki Gajah

    Seorang Warga Saok Laweh Terindikasi Derita Penyakit Kaki Gajah AROSUKA, HALUAN --Pemerintah Kabupaten Solok, Selasa (10/5) sekitar pukul 20.15 WIB malam, melakukan tes sampel darah bagi masyarakat yang ada di Nagari Saok laweh Kec. Kubung. Tes darah ini dilakukan terkait adanya masyaraka.
  • Rabu, 10 Februari 2016 - 16:12:17 WIB
    Masyarakat Mulai Gatal-gatal

    Penyakit Pascabanjir Mengintai

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN—Pasca banjir di Nagari Pangkalan dan Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Senin (8/2), tumpukan lumpur, pasir dan bebatuan memenuhi rumah masyarakat..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]