Enam Tahun Terbengkalai

Proyek Jembatan Limbuku Diduga Sarat Korupsi


Senin, 25 Januari 2016 - 04:09:52 WIB

LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Proyek bernilai miliaran rupiah yang dikucurkan untuk membiayai proyek pembangunan Jembatan Bukik Limbuku menjadi sorotan masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota. Pasalnya, jembatan yang dikerjakan pada tahun 2009 – 2010 dengan menggunakan anggaran tahun jamak Pemkab Limapuluh Kota tersebut, hingga kini masih terbengkalai.

“Sejak tahun 2009 lalu, baru pondasi pada kedua sisi Batang Sinamar yang me­lewati Bukik Limbuku yang dikerjakan. Itupun masih dibiarkan tanpa ada solusi untuk menindak lanjuti pe­nger­jaan jembatan tersebut,” kata Nasrul Rasyid, pemuka masyarakt Batu Balang ke­pada Haluan,Minggu (24/1).

Selaku masyarakat, lanjut Nasrul, dirinya sangat me­nya­yangkan anggaran dana yang sudah terserap untuk proyek pem­bangunan jembatan ter­sebut sudah terbuang pe­r­cuma. “Jika tidak ditemukan so­lusi yang baik untuk me­lan­jutkan pembangunan jem­batan itu, sudah jelas terjadi kemubaziran,” ungkapnya lagi.

Hal senada juga di­ung­kapkan Edlen, Pemerhati Pembangunan di Limapuluh Kota. Edlen bahkan menduga proyek pembanguna jem­batan tersebut tidak diper­siapkan de­ngan matang oleh Pe­me­rintah Kabupaten Lima­puluh Kota.

Anggota DPRD Li­ma­puluh Kota, Syamsul Mikar saat ditanya mengenai pem­bangunan Jembatan Bukik Limbuku membenarkan kalau pem­bangunan Jembatan ter­sebut tidak dipikirkan dengan matang, hingga menyebabkan terbengkalai seperti saat ini. “Usia jembatan yang ter­beng­kalai tersebut sudah enam tahun. Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota harus men­jelaskan kepada masyarakat berapa kenapa pengerjaanya bisa terbengkalai,” ungkap Syamsul Mikar.

Kendati demikian, Syam­sul mengaku pesimis akan ada­nya kelanjutan pem­ba­ngu­nan Jembatan Bukik Limbuku tersebut. “Kalaupun akan dilanjutkan pembangunannya, harus diteliti lagi, apakah pondasi yang telah berdiri itu masih layak untuk menopang beban atau tidak,” terangnya.

Sementara itu, Ketua LSM Ampera Sumbar, Syawaludin Ayub ikut mempertanyakan penghentian pembangunan Jembatan Bukik Limbuku ini. “Apakah pihak penegak hu­kum tidak menyelidiki pe­nger­jaan proyek pembangunan jembatan yang terbengkalai itu. Bisa saja ada terjadi tindak pidana korupsinya,” ujarnya mempertanyakan.

Kendati demikian, Nasrul Rasyid dan Edlen Syarkawi maupun Syawaluddin Ayub pada intinya mengharapkan Pemkab Limapuluh Kota, bersama-sama dengan DPRD setempat perlu mencarikan solusi untuk menindaklanjuti pembangunan jembatan yang sudah terlanjur di kerjakan.

Informasi yang di­kum­pul­kan, pembangunan jem­batan tersebut seluruhnya sampai rampung diperkirakan me­nelan dana sebesar Rp6,1 miliar. DPRD Limapuluh Kota sebelumnya menilai  keberadaan jembatan kurang efektif karena tidak punya jalan lanjutan sampai ke batas Kota Paya­kumbuh.

Tahun 2009, pem­ba­ngu­nan jembatan ini dianggarkan dalam APBD Kabupaten Li­ma­puluh Kota sebesar Rp2,5 miliar. Tahun 2010 di­ang­garkan lagi, tapi yang tersedia hanya Rp700 juta. Total dana tersedia seluruhnya mencapai Rp3,2 miliar, jauh dari biaya yang dibutuhkan untuk pe­nye­le­saian jembatan waktu itu yakni sekitar Rp6,1 miliar.

Kepala Dinas PU Ka­bu­paten Limapuluh Kota, Edwar hingga berita ini di­turunkan sama sekali tidak bisa di­hubungi. (h/zkf/hel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]