Jalan Nasional Tanjung Pati - Koto Tinggi Rawan Longsor


Senin, 25 Januari 2016 - 04:13:04 WIB
Jalan Nasional Tanjung Pati - Koto Tinggi Rawan Longsor Jalan strategis nasional Tanjung Pati - Koto Tinggi, Kecamatan Harau rawan longsor. Terlihat, tebing jalan sudah mulai tergerus air akibat curah hujan yang cukup tinggi. (ZUL)

LIMAPULUH KOTA, HA­LUAN —  Jalan alternatif Tanjung Pati – Koto Tinggi, Kecamatan Harau, Ka­bu­paten Limapuluh Kota rawan longsor. Pasalnya, tebing di­pinggiran jalan terus kian rapuh akibat digerogoti air hujan. Jika tidak dipasang pengaman tebing di­kha­watir­kan akan roboh, sehingga jalan yang dibiayai dana APBN miliaran rupiah akan ambruk ke jurang.

Warga Kecamatan Harau, Ridwan, kepada Haluan me­nye­butkan, disepanjang jalan stategis nasional yang sudah di­bangun itu terdapat se­jumlah titik yang hampir am­bruk akibat digerus air. “Se­dikitnya sudah dua kali jalan ini ditimbun tanah longsor. Namun yang meng­kha­watir­kan saat ini adalah kondisi jalan sudah berbatasan lang­sung dengan jurang. Takutnya akanmemakan korban jiwa,” kata Ridwan.

Bila hujan lebat turun, dikatakan Ridwan, banyak material tanah tebing yang jatuh ke jurang. Kalau di­biar­kan berlama-lama, badan jalanpun bisa ambruk masuk jurang. Akhirnya, dana APBN miliaran rupiah yang diku­curkan untuk pembangunan jalan tersebut akan tersia-sia. “Sebaiknya jalan ini sece­patnya diperbaiki. Jangan sampai jalan tersebut ambruk masuk jurang,” ulasnya.

Hal senada juga dikatakan Mismar, warga lainnya. Me­nurut Mismar, kondisi jalan alternatif  Tanjung Pati – Koto Tinggi, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota ini sudah sangat membahayak bagi pengguna jalan. Tidak hanya akan mengakibatkan longsor, tapi juga sudah mem­bahayakan nyawa manusia yang lewat di jalan itu.

“Kami khawatir dengan kondisi jalan yang baru siap dibangun akhir 2014 ini. Jika keberadaan tebing jalan terus menerus digerus air, maka dipastikan akan berdampak terhadap keselamatan jalan dan berpotensi roboh.

Untuk memperbaikinya akan me­makan biaya lebih besar lagi,” ungkap Mismar ketika di­minta pendapatnya, kemarin.

Karena itu, lanjutnya, pi­hak yang berwenang dari Pro­vinsi Sumatera Barat, sebagai pengelola jalan strategis na­sional Tanjung Pati-Koto Ting­gi, Kecamatan Harau tersebut, maupun pihak kon­traktornya agar cepat tanggap untuk menghindari terjadinya bencana. “Badan jalan bukan tidak mungkin akan terjun masuk jurang,” ulasnya.  

Pantauan Haluan, ke lo­kasi di Nagari Gurun, Minggu (24/1), terlihat tebing jalan di kawasan itu semakin tergerus dan lama-lama akan ber­dam­pak terhadap keberadaan jalan. Bahu jalan nyaris tanpa tebing karena terus digerus air hujan.

Bila instansi terkait, seperti Satker Peningkatan Jalan Nasional (PJN) wilayah 1 Sumbar tidak cepat tanggap, bukan tidak mungkin jalan tersebut akan patah. (h/zkf)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]