Wahyu Iramana Putra Resmi Ditahan Polisi


Senin, 25 Januari 2016 - 04:47:20 WIB
Wahyu Iramana Putra Resmi Ditahan Polisi Barang Bukti.

PADANG, HALUAN – Setelah menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrim Um) Polda Sumbar, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra akhirnya ditahan di Mapolresta Padang dalam dugaan kasus tindak pidana judi. Wahyu tidak sendiri ditahan, 3 orang lain yang terlibat juga ikut ditahan, diantaranya Nusirwan, Osril, dan Jasmian Amir pada Sabtu (23/1) sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat masih berada di ruang penyidikan Dit Reskrim Um Polda Sumbar pada Sabtu (23/1) sekira pukul 03.00 WIB dinihari, Wahyu sempat dibezuk oleh beberapa rekan sejawatnya di lingkungan partai dan legislatif antara lain Ketua DPC Partai PDI-Perjuangan, Albert Indra Luk­man dan anggota DPRD Kota Padang Iswanto Kwara dan Hel­mi Moesim.

“Kunjungan saya ke sini, (Dit Reskrim Um, red) setelah saya dapat informasi bahwa rekan saya Wahyu Iramana Putra diaman­kan terkait kasus dugaan judi. Saya dating ke ruangan penyidik ingin bertemu Wahyu. Penyidik mengatakan belum bisa diperte­mukan mengingat kapasitas dan jabatan Wahyu sebagai ketua partai dan wakil ketua DPRD Kota Padang,” kata Albert.

Albert menambahkan, ke­data­ngannya tak lain adalah ka­rena sebagai seorang teman dan prihatin atas kejadian yang menimpa Wahyu.

“Penyidik belum bisa mem­pertemukan saya dengan Wahyu karena takutnya nanti ada unsur-unsur politisnya, tentu itu kita hargai,” tambahnya.

Direktur Reskrim Um Polda Sumbar, Kombes Pol. Drs. R. Dody Rachmad Tauhid kepada sejumlah awak media menga­takan, jika terbukti keempat pelaku tersebut terlibat dalam tindak pidana judi, bisa dijerat dengan pasal 303 tentang tindak pidana judi dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

“Namun, keempat pelaku tetap bersikukuh bahwa mereka tidak main judi kartu. Namun, saat kami mendapat laporan masyarakat bahwa di kawasan Alai Parak Kopi tersebut sering dijadikan tempat perjudian, kami melakukan penyelidikan dan ternyata benar saja. Dimana saat penggeledehan kami menyita lebih kurang 78 unit kartu remi dan uang senilai Rp500 ribu,” terang Dody.

Namun, ia menyangkal bah­wa penangkapan tersebut juga diindikasikan kepada penang­kapan terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkotika. “Ti­dak ada narkoba kita sita dan kita temukan saat penangkapan ter­sebut,” bantahnya.

Seperti yang diberitakan sebe­lumnya, kabar mengejutkan da­tang dari panggung legislatif Kota Padang. Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra diamankan oleh petugas Direk­torat Reserse Kriminal (Ditres­krim) Polda Sumbar pada Jumat (22/1) sekira pukul 23.30 WIB.

Ia diamankan oleh petugas sesaat setelah petugas mendapati yang bersangkutan diduga terlibat tindak pidana umum jenis judi di kawasan Alai Parak Kopi Keca­matan Padang Utara.

Dari informasi yang dihim­pun Haluan di lapangan, penang­kapan Wakil Ketua DPRD ter­sebut berbarengan dengan 3 orang yang lainnya.

Sementara itu Wahyu yang dihubungi Haluan mengatakan, saat kejadian dia sedang duduk di sebuah warung di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Memang benar saat penang­kapan tersebut saya sedang duduk di warung di kawan Alai Parak Kopi tersebut,” kata Wahyu menuturkan.

Lanjut Wahyu, saat duduk tiba-tiba datang polisi yang me­nga­mankan sekitar 14 pemuda di warung tersebut.

“Saya dapat informasi, petu­gas mendapatkan laporan bahwa di tempat tersebut dijadikan tempat berjudi dan transaksi narkoba, saya dibawa ke Polresta Padang untuk dimintai klari­fikasi sebagai saksi sampai sejauh ini. Saya tidak ada melakukan apa-apa,” katanya pada Sabtu (23/1) dinihari kepada Haluan.

Bakal Kena Sanksi

Sekretaris DPD Partai Gol­kar Sumbar Afrizal mengaku sudah mengetahui permasalahan yang menimpa rekannya yakni Wakil Ketua DPRD Padang Wah­yu Iramana Putra, namun saat ini ia dan jajaran petinggi Golkar lainnya sedang mengikuti Rapimnas Golkar di Jakarta.

“Yang jelas, nanti kami akan bahas hal ini secara internal dengan partai. Kita kan punya ADRT, tentunya nanti kita akan proses sesuai dengan aturan yang ada,” ungkapnya, Sabtu (24/1).

Terkait sanksi yang akan di­beri­kan jika memang terbukti melakukan hal yang disebutkan, ia belum bisa memastikan karena belum mengetahui secara jelas persoalan yang menimpa rekan­nya tersebut. “Sanksinya, ya nanti kami lihat dulu lah ke mana arah permasalahannya. Kalau seka­rang tidak bisa kami berandai-andai, nanti setelah Rapimnas ini akan dibicarakan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, nomor hand­phone Ketua DPD Golkar Sum­bar Hendra Irwan Rahim yang biasa dihubungi tidak dapat dikon­tak, begitu juga dengan nomor Wakil DPD Golkar Sumbar.

Panggil Wahyu

Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Padang  bakal me­nyi­kapi kasus yang menimpa Wakil Ketua DPRD Kota Pa­dang Wahyu Iramana Putra yang  ditangkap anggota Polda Suma­tera Barat saat bermain judi.

“Siapapun anggota dewan, yang melakukan pelanggaran kode etik kedewanan akan disi­kapi sesuai kesalahan yang dila­kukannya,” kata Ketua BK DPRD Kota Padang Yendril, Minggu (24/1).

Setiap anggota dewan pasti awalnya disumpah dulu agar tidak melanggar kode etika kede­wanan dan juga siap menerima sanksi.

“BK akan panggil yang ber­sangkutan, untuk mendengar penjelasan yang sebenarnya. Karena, saat ini BK masih me­nunggu proses penyelidikan dari Polda,” katanya.

Selain itu, BK masih meme­gang sistem praduga tidak ber­salah.

Namun, secepatnya kami akan lakukan rapat internal BK guna menyikapi persoalan Wakil Ketua DPRD Kota Padang ini.

“Kami berharap, persoalan ini cepat selesai dan tugas kedewanan dapat berjalan secara normal. Sebab, banyak tugas kedewanan yang belum tuntas,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Padang Erisman belum bisa berko­men­tar banyak, karena masih menunggu penyelidikan di Polda Sumbar.

“Saya belum bisa berko­mentar, karena masih dalam proses penyelidikan kepolisian,” katanya.

Namun, DPRD akan melakukan rapat pimpinan untuk me­nyikapi persoalan ini.

“Mengenai  ada kaitannya dengan nuansa politis, saya tidak berpikir ke arah sana. Namun, saat ini serahkan persoalan ini ke pihak yang berwenang,” ujarnya.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Asrizal me­ngatakan, gunakan azas praduga tidak bersalah, tunggu saja proses penyelidikan dari Polda Sumbar.

“Namun, yang pasti saya prihatin dan berdoa semoga persoalan ini cepat selesai dan tidak terulang kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Muhidi, tidak mau berkomentar.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang Maidestal Hari Mahesa mengatakan, tunggu saja proses penyelidikan dari Polda Sumbar. (h/mg-adl/ade)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 13 Desember 2016 - 01:11:09 WIB

    Wahyu Berpeluang Pimpin Dekopinda

    Padang, Haluan — Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra berpe­lua­ng, menjadi ketua Dewan Koperasi In­donesia Daerah (Dekopinda) Kota Pa­dang. .
  • Rabu, 06 Januari 2016 - 03:06:08 WIB
    Jelang Musda Golkar Sumbar

    Wahyu Calonkan Diri Jadi Ketua

    PADANG, HALUAN — Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra maju dalam pemilihan Ketua De­wan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumbar periode 2015-2020. Wahyu maju bersama calon incum­bent Hendra Irwan Rahim, .
  • Jumat, 14 Agustus 2015 - 19:17:21 WIB

    Wahyu: Kepala Dinas Harus Tahu Kerjanya

    ZEBRA CROS MEMUDAR

    PADANG, HALUAN — Zebra Cros atau jembatan penyeberangan di Kota Pa­dang sudah banyak yang me­mudar. Namun, Dinas Per­hubungan Komunikasi d.

  • Selasa, 12 Mei 2015 - 19:11:27 WIB

    Wahyu: Setahun MahEm Belum Berhasil

    PADANG, HALUAN — Setahun sudah ke­pemimpinan Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah dan Wawako, Emzalmi (MahEm). Hingga kini realisasi program unggulan 10 MahEM, belum dibuktikan. Meskipun be­be­rapa SKPD menilai, prog.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]