Beras Impor Jarang Dijual di Anambas


Selasa, 26 Januari 2016 - 03:00:52 WIB

ANAMBAS, HALUAN — Beras impor dan gula pasir mulai ja­rang  dijual di wilayah Anambas, baik di pulau-pulau maupun di Kota Tarempa.

“Beras-beras bagus susah ditemui sekarang beberapa toko kecil di pulau-pulau sudah tidak jual,” kata Yunita,  warga Siantan Timur ketika ditemui saat ber­belanja di salah satu toko di Kota Tarempa, Minggu (22/1). Bukan hanya beras, yang mulai jadi keluhan, gula juga demikian. Kini, gula lokal harganya lebih mahal mencapai Rp14 ribu/kg. Apalagi, kata Yunita, rasanya kurang manis dibanding gula impor.

“Gule tu lebih halur warnanya pun tak begitu bagus, tapi nak diapekanlah kita terpaksa beli karena memang itulah ke­butuhan,” katanya.

Tak dapat dipungkiri pelarangan impor gula dan beras yang terjadi saat ini menjadi pemicu kenaikan harga, apalagi di Anambas yang sangat bergantung pada masuknya barang dari luar yakni Tanjung Pinang dan daerah lain. Belum lagi harga transportasi yang tinggi karena geografis Anambas yang jauh membuat lonjakan harga terjadi apabila barang tersebut sampai ke Anambas.

Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Pe­rindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM,  Dra Linda Maryati yang menga­takan,  saat ini gula maupun beras impor sudah sulit ditemui bahkan di Kota Tarempa.

“Harga beras merek Lele sudah men­capai Rp17ribu/kg sedangkan beras bulog harganya Rp10.000/kg,” ungkapnya.

Harga gula, kata Linda,  saat ini di­pasaran masih berkisaran anta Rp12-14 ribu/kg. Mahalnya transportasi menjadi penyebabnya. Linda sendiri sangat berharap dengan mulai masuknya Program Tol laut Jokowi pada Senin (25/1) akan dapat menekan harga sembako di Anambas, sehingga  daya beli masyarakat dapat meningkat.

“Setidaknya masuknya program tol laut Jokowi dapat menekan harga transportasi karena kita sudah menghitung dan harganya akan lebih murah,” bebernya.

Dengan masuknya program tol Laut Jokowi ini, kata Linda,  setidaknya Anam­bas tidak lagi terpengaruh dengan musim utara, karena kapal pengangkutnya sangat besar dan tidak terpengaruh dengan kondisi cuaca.

“Diharapkan dengan upaya yang ada harga sembako di Anambas dapat terus ditekan sehingga masyarakat pelan tapi pasti menikmati kesejahteraanya,” pungkas­nya. (hk)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 29 November 2019 - 19:39:46 WIB

    90 Persen Turis yang Kunjungi Sulawesi Utara Berasal dari China

    90 Persen Turis yang Kunjungi Sulawesi Utara Berasal dari China MANADO, HARIANHALUAN.COM - Beda wilayah di Indonesia, beda juga negara asal turis yang datang. Kalau Sulawesi Utara, turis China paling suka..
  • Sabtu, 30 April 2016 - 02:00:36 WIB

    400 Ton Beras Masuk Gudang Bulog

    ANAMBAS, HALUAN—Sebanyak 400 ton cadangan beras pemerintah (CBP) dan raskin 2016, sudah tiba di Pelabuhan Antang, dan saat ini proses bongkar muat ke gudang Bulog sedang dilaksanakan..
  • Selasa, 08 Maret 2016 - 03:04:23 WIB

    2.300 Karung Beras Gagal Diselundupkan

    PEKANBARU, HALUAN — Kepolisian Daerah Riau melalui Direktorat Polair Polda Riau menggagalkan upaya penyeludupan 2.300 karung beras ilegal dari Provinsi Kepulauan Riau melalui perairan Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Pe.
  • Kamis, 21 Januari 2016 - 03:16:38 WIB

    Warga Serasan Beli Beras ke Malaysia

    RANAI, HALUAN — Pe­merintah Kabupaten Na­tuna membenarkan jika war­ga Serasan, Natuna sejak beberapa bulan ini membeli beras ke Sematan, Negara Bagian Serawak, Malaysia. Itu dilakukan karena beras dalam negeri yang dipas.
  • Jumat, 15 Januari 2016 - 02:48:52 WIB
    Pascabanjir Desember 2015

    Harga Beras di Kampar Rp 30 Ribu Perkilogram

    PEKANBARU, HALUAN - Sejak dihantam banjir dan longsor pada Desember lalu, nasib masyarakat di beberapa desa Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, masih mengenaskan. Hal itu disebabkan akses jalan yang menghubungkan de.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]