Resahkan Pedagang dan Eksportir

Pemerintah Tunda Pemberlakuan PPn Sapi Impor


Selasa, 26 Januari 2016 - 03:32:12 WIB

JAKARTA, HALUAN — Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Darmin Nasution menyatakan telah meminta Menteri Keuangan menunda pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPn) atas sapi impor. PPn sebesar 10 persen ini sedianya berlaku mulai Januari 2016.

Menyusul rencana ber­la­kunya PPn ini, pekan lalu sejumlah pedagang daging melakukan aksi mogok men­jual dengan dalih ting­kat harga yang sudah begitu tinggi pada akhirnya akan me­nyu­lit­kan konsumen. ABC mem­beritakan pekan lalu keputusan pemerintah In­donesia ini juga menim­bulkan keresahan di kala­ngan eksportir Australia.

Menko Darmin Nasu­tion kepada wartawan di Jakarta pekan lalu memas­tikan, ternak sapi akan men­dapat pengecualian PPn.

“Saya sudah minta Men­teri Keuangan untuk semen­tara tidak memberlakukan PPn karena dampaknya yang sangat besar terhadap persediaan makanan yang strategis,” jelasnya.

Sejumlah media lokal menyebut penundaan PPn sapi impor ini sebagai salah satu contoh kebijakan peme­rintah yang plin-plan. Tho­mas Sembiring dari Asosia­si Importir Daging Indo­nesia kepadaABC menga­takan, PPn ini akan meru­gikan kon­sumen.

“Tentu saja akan ada ke­naikan harga daging jika pajak ini diterapkan,” kata­nya. ”Harga sapi Australia sudah begitu tinggi. Maka­nya se­jumlah pedagang di Jawa Barat berhenti berjua­lan da­ging selama sehari. Begitu pula rumah jagal melakukan aksi mogok, sebab mereka tahu kon­sumsi daging akan menurun (jika harga di­naikkan),” kata Sembiring.

Menurut dia, pem­berla­kukan pajak ini akan berten­tangan dengan target peme­rintah untuk menurunkan harga daging sapi.

“Menteri Pertanian ter­la­lu terobsesi untuk men­capai swasembada. Tanpa pajak 10 persen pun harga daging sapi sudah begitu tinggi, di atas Rp 100 ribu/kg,” katanya.

Secara terpisah Ketua Asosiasi Pengusaha Daging Sapi Asnawi menjelaskan untuk pasar Jakarta saja setiap harinya dibutuhkan sekitar 700 ekor sapi impor jenis Brahmana, yang me­nurut dia setara dengan 1.400 sapi lokal asal Nusa Tenggara Timur. (h/rol)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]