TMSBK Bukittinggi

Jadi Proyek Percontohan Kebun Binatang


Selasa, 26 Januari 2016 - 03:34:53 WIB

BUKITTINGGI, HALUAN — Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittingi akan dijadikan pilot projek revitalisasi Kebun Binatang di Indonesia, khususnya untuk pulau Sumatera.

“TMSBK Bukittinggi te­lah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai  Proyek Percontohan  revitalisasi ka­bun binatang di pulau Suma­tera. Untuk wilayah pulau Jawa  Jokowi menetapkan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo sebagai pilot projek re­vita­lisasi tersebut,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pa­riwisata (Disbudpar) Kota Bukittinggi, Melfi Abra, Senin (25/1).

Dikatakannya, ditetap­kannya TMSBK sebagai pilot projek revitalisasi kebun bina­tang untuk Sumatera, me­rupa­kan hasil tindak lanjut pertemuan antara Perhim­punan Kebun Binatang Se­luruh Indonesia (PKBSI) de­ngan Presiden RI pada 30 September 2015 lalu. Serta tindak lanjut hasil kunjungan Southeast Asian Zoo Asso­ciation (Seaza) bersama PK­BSI di TMSBK baru baru ini.

Kunjungan yang dilakukan PKBSI dan Seaza ke TMSBK itu untuk memantangkan lagi konsep pengembangan TM­SBK sebagai pilot project revitalisasi kabun binatang di indonesia. Untuk langkah awal PKBSI dan

Seaza telah meninjau se­jumlah kandang-kandang he­wan serta berkeliling di kebun binatang yang akan di­reno­vasi.

“Selama tiga hari rom­bongan PKBSI dan Seaza di Bukittinggi, Mereka telah mem­berikan pembekalan ter­ha­dap perawatan satwa. Da­lam ke­giatan ini pesertanya tidak saja petugas perawat satwa TMSBK Bukittinggi, tapi juga peserta dari perawat satwa kebun bina­tang lain,” ujar Melfi.

Menurutnya, dalam pe­ngem­bangan TMSBK sebagai pilot projek revitalisasi, di­rinya mengajukan dua konsep terhadap pengembangan TM­SBK Bukittingi. Pertama, kon­sep TMSBK tetap pada konsep Alam Kerajaan Mi­nang Kabau, karena nilai History kebun binatang ini erat kaitannya dengan ke­rajaan di Minang­kabau, dan itu dipusatkan di Kota Bukit­tinggi dengan ditan­dainya Rumah Gadang di TMBSK sebagai Pusat Peme­rintahan Raja Minangkabau.

Sedangkan konsep yang kedua yakni untuk penge­lompokan 7 jenis satwa yang ditempatkan nantinya di gu­nung dan lembah, sesuai de­ngan jenis abitat satwa ter­sebut. “Design inilah yang mengambarkan kalau daerah kita ini adalah daerah kawa­san bukit barisan. Dan inilah yang sedang dirancang oleh grand design Seaza,” sebut Melfi.

Dirinya menambahkan, selain pengembangan TM­SBK Disbudpar juga akan mengembangkan benteng Fort De kock, karena Benteng ini juga salah satu cikalnya Kota Bukittinggi sebagai kota perjuangan. “Jika tidak ada aral melintang, desainnya ditargetkan rampung pada awal tahun 2016 ini sehingga pengerjaan revitalisasi TM­SBK dapat dilakukan pada pertengahan tahun ini,” pung­kas Melfi. (h/tot)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]