Dua Korban Meninggal

Sijunjung KLB Demam Berdarah


Selasa, 26 Januari 2016 - 03:38:20 WIB

SIJUNJUNG,HALUAN — Status Kasus Luar Biasa (KLB) untuk Kabupaten Sijunjung terkait demam berdarah  masih diberlakukan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Ka­bu­paten Sijunjung. Dinas Ke­sehat­an Ka­bupaten Sijunjung terus mela­kukan upaya dan penanganan untuk menekan angka jumlah korban yang terjangkit DBD.

Dari infromasi yang diperoleh, dibandingkan dengan bulan Desember 2015 lalu, tercatat 140 kasus dan 1 orang korban yang meninggal dunia, dari jumlah kasus tersebut hingga pertengahan bulan ini,  sedikit mengalami penurunan.  Akan tetapi korban yang meninggal dunia bertambah. Terhitung mulai dari awal bulan Januari sampai hari ini tercatat sebanyak 81 kasus dan 2 orang korban DBD meninggal dunia.

Kepala dinas kesehatan Kabupaten Sijunjung dr.Edwin Suprayogi mengatakan bahwa setelah adanya penetapan status KLB di Kabupaten Sijunjung untuk kasus DBD, pihaknya telah melakukan perubahan cara dan pola dalam menanggulangi penyakit DBD tersebut, selain fogging di puluhan titik daerah yang rawan DBD juga melakukan upaya lainnya yaitu mengadakan emberantasan sarang nyamuk (PSN) kerjasama Dinkes Sijunjung melalui pukesmas, sekolah serta organisasi masyarakat lainnya.

“Setelah ditetapkan KLB, kami juga sudah melakukan perubahan cara dan pola dalam me­nang­gulangi bencana ini bersama dinas ke­se­hatan provinsi, seperti melakukan foging yang sudah lebih dari 20 titiks erta memberikan abate gratis ke masyarakat melalui puskesmas dan mengadakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang melibatkan anak-anak sekolah, tim posyandu dan lansia, dengan melakukan evaluasi mengenai setiap hasil dari kegiatan tersebut,” tuturnya kepada wartawan, Senin (25/1) diruang kerjanya.

Menurutnya, penanganan DBD dengan cara foging atau pengasapan dilakukan apabila ada korban yang terjangkit di daerah tersebut serta adanya permintaan langsung dari masyarakat, sedangkan pemberian abate dilakukan melalui puskesmas di daerah masing-masing. “Bagi masyarakat yang membutuhkan bisa meminta langsung di puskesmas setempat secara gratis. Akan tetapi pada dasarnya cara yang paling efektif untuk menciptakan area bebas jentik (ABJ) adalah dengan melakukan pemberantsan sarang nyamuk, dengan cara membuat lingkungan bersih dan terbebas dari genangan air,” imbaunya.

Dinkes telah melakukan upaya sosialisasi, berupa himbauan, baik secara langsung ataupun melalui media elektronik seperti radio serta melakukan kordinasi dengan aparatur nagari di wilayah Kabupaten Sijunjung untuk bersama-sama mengatasi bencana kasus DBD, serta melibatkan seluruh sekolah untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “ Hingga saat ini, jika dilihat dari survei yang dilakukan untuk menguji Area Bebas Jentik (ABJ) di lingkungan masyarakat sudah meningkat dari sebelumnya. Tercatat paling tinggi di daerah Padang Sibusuak mencapai 90% dan paling rendah di Muaro Sijunjung sebanyak 79%. Jika dilihat dari survei tersebut kesadaran masyarakat sudah mulai timbul, dan itu semua dilakukan dilingkungan masyarakat itu sendiri, dan diharapkan dapat menekan angka penderita kasus di DBD” ujarnya. (h/ogi)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]