Korsleting Listrik Pemicu Kebakaran

PLN: Penyebabnya Keteledoran Pelanggan


Selasa, 26 Januari 2016 - 03:52:56 WIB

PADANG, HALUAN — Ber­dasarkan catatan yang di­rang­­kum oleh Badang Pe­nang­­gulangan Bencana Da­erah-Pemadam Kebakaran (BP­BD-PK) Kota Padang, selama 2015 terjadi 357 kasus keba­karan di Kota Padang.

Sebanyak 210 di anta­ra­nya diduga karena hubu­ngan arus pendek atau kor­sleting listrik. Menanggapi hal itu, Peru­sahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sum­bar me­nilai hal itu terja­di karena keteledoran pe­lang­gan saat menggunakan lis­trik.

Kepala Humas PLN Wi­la­yah Sumbar Ridwan kepa­da Haluan mengatakan, ber­da­sarkan perundang-un­dangan, PLN memiliki batas hak dan kewajiban dalam melakukan instalasi listrik.

Yaitu mulai dari instalasi jaringan listrik sebelum APP (kWh meter) sampai APP (kWh Meter). Untuk insta­lasi setelah APP (kWh me­ter) menjadi tanggung jawab pe­langgan yang meng­guna­kan listrik tersebut.

“Setelah sampai di kWh me­­ter dan disertifikasi oleh lem­­baga sertifikasi, maka pe­­nyambungan selanjutnya di dalam rumah atau bangu­nan, menjadi menjadi tang­gung jawab konsumen/pe­lang­­gan, seperti penyediaan stop kon­tak atau ‘kabel raun’.

Dari situ kami hanya ber­­­we­nang untuk me­ngi­ngat­kan agar pelanggan ti­dak terlalu banyak me­nyam­­bungkan ka­bel, ka­re­na se­makin banyak kabel re­siko korslet akan semakin ting­­gi,” jelas Ridwan, Senin (25/1).

Meskipun demikian, Rid­­­wan mengaku bahwa PLN tidak bosan-bosan me­ngim­­bau konsumen agar bijak dalam penggunaan listrik dan melakukan ins­talasi listrik dalam rumah, baik melalui iklan maupun lewat penga­duan yang da­tang dari pe­langgan itu sendiri.

“Sejauh ini kami kerap te­rima pengaduan masya­rakat soal kabel di rumah mereka panas dan segala macam. Ternyata saat kami cek ke lapangan, memang benar ada instalasi yang tidak sesuai ketentuan. Se­perti banyaknya stop kontak atau kabel yang bergulung-gulung. Dan inilah yang memancing terjadinya keba­karan,” tambah Ridwan.

Onang Neli (51), salah seorang warga Pauh me­nga­takan, ia sama sekali belum pernah mendengar keten­tuan-ketentuan terkait ins­talasi listrik. Yang ia tahu rumahnya kerap didatangi petugas yang hanya menge­cek meteran listrik. Tak lebih dari itu.

Sebelumnya, BPBD-PK Ko­ta Padang merilis total ke­bakaran yang diduga dise­bab­kan oleh korsleting lis­trik pada tahun 2015 seba­nyak 210. Jumlah tersebut me­­ningkat dibanding tahun 2014 yang tercatat 203 kasus.

Untuk itu, Kepala Pelak­sana (Kalaksa) BPBD-PK Kota Padang Dedi Henidal, ikut mengimbau agar warga Kota Padang lebih bijak dalam menggunakan listrik, demi menekan angka terse­but di masa yang akan da­tang. (h/isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 08 April 2016 - 04:19:15 WIB
    Pemadaman Saat UNBK

    PLN: Gangguan itu di Luar Kendali

    PLN: Gangguan itu di Luar Kendali PADANG, HALUAN – Kejadian listrik padam di beberapa titik di daerah pada Rabu (6/4) di luar kendali PLN. Kejadian itu membuat persiapan siswa peserta Ujian Nasional dan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer terganggu.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]