Empat Industri Tak Punya Ipal


Selasa, 26 Januari 2016 - 03:53:26 WIB

PADANG, HALUAN — Pengendalian Instalasi Pengolahan Limbah (Ipal) industri yang sering membuat pencemaran lingkungan susah untuk diawasi. Pasalnya, izin usaha pendirian industri bagi pengusaha jarang dilakukan oleh pemiliknya.

Menurut Kepala Badan Pengendalian Dampak Ling­kungan (Bapedalda) Kota Padang Edy Hasmi, industri “nakal” sering membuat ma­syarakat resah. “Dengan ada­nya pengaduan masyarakat barulah diketahui kalau in­dus­tri yang sudah berdiri ternyata tidak memiliki izin. Jadi secara tidak langsung akan berimbas kepada penge­lolaan limbah yang tidak terakomodir,” tambahnya.

Sepanjang tahun 2015 lalu Bapedalda Padang men­da­pati empat industri menengah ke bawah  yang tidak me­miliki Instalasi Pengolahan Limbah (Ipal). Bapedalda bisa mendapatkan informasi itu dari media dan masya­rakat yang mengeluhkan dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkannya.

“Salah satunya limbah tahu yang ada di Tabing yang tidak memiliki Ipal. Infor­masi itu kita dapat dari media masa,”jelas Edy Hasmi.

Ia menambahkan, perlu kerjasama semua pihak ter­utama Disperindagtamben untuk melacak usaha baru atau industri baru yang belum berizin. Selama tidak ada izin maka Ipal juga tidak ada.

“Makanya perlu koor­dinasi, sebab ketika pendirian industri dinas terkait pasti merekomendasikan untuk kepengurusan Ipal,”tuturnya lagi.

Terkait dengan Ipal rumah sakit menurut Edy semua rumah sakit sudah ada Ipal­nya. Namun, untuk RSUP M. Djamil masih dalam kepe­ngurusan apalagi saat ini masih dalam pembangunan gedung. “Sebenarnya semua ru­mah sakit sudah tahu dan mem­punyai dokumen pe­ngen­dalian lingkungan sesuai standar prosedur pem­bua­ngan limbah.

Terutama apa yang harus dilakukan terhadap limbah padat dan limbah cair serta limbah medis dan non medis. Ipal RSUP M Djamil masih dalam tahap rehabilitasi kare­na rusak akibat gempa 2009 lalu,” ujarnya.

Pejabat Pengelola Infor­ma­si dan Dokumentasi RSUP M Djamil, Gustavianof me­nga­takan Ipal RSUP dalam tahap uji sampel dan pem­bangunan sudah selesai De­sem­ber 2015 lalu. Sebelum berfungsi secara maksimal ada tiga tahap pengujian yang akan dilewati.

“Perbaikan Ipal RSUP sudah dilakukan sejak rehab selesai pada 2010/2011, re­hab masih terus dilakukan dan rampung Desember ta­hun lalu. Sekarang sudah masuk tahap uji sampel dan ada dua tahap pengujian la­gi,”ujar Gustavianof. (h/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]