Kebakaran Landa Sejumlah Titik di Padang


Selasa, 26 Januari 2016 - 04:05:09 WIB
Kebakaran Landa Sejumlah Titik di Padang

PADANG, HALUAN — Saat cuaca ekstrim melanda Pa­dang, Senin (25/1) sejumlah ke­bakaran melanda Kota Pa­dang.  Sejumlah titik, seperti hutan di Bukik Galanggang, Sungai Lareh, Kuranji, objek wisata Bukit Nobita Kampung Jua, Lubuk Begalung dan ka­wasan bukit di  kampus Unand.

Hingga berita ini di­tu­runkan, kebakaran masih ter­jadi di dua kawasan tersebut, yak­ni Bukit Nobita dan ka­wasan bukit di kampus Unand . “Untuk Unand, kami me­ner­jun­kan tiga unit mobil Damkar ke arah Unand dan tiga ke kawasan Bukit Nobita,” tambah Dedi.

Baca Juga : Gelombang Tinggi, Nelayan di Padang Bisa Habiskan Waktu 12 Jam Mencari Ikan

“Kami mendapatkan la­poran masyarakat bahwa telah terjadi kebakaran hutan di kawasan Sungai Lareh Ke­ca­matan Kuranji. Dengan me­ner­junkan armada sebanyak enam unit dengan 42 orang petugas pemadam, kami baru berhasil menjinakkan api sekira pukul 17.45 WIB,” kata Kepala Pe­laksana (Kalaksa) BPBD-PK Kota Padang, Dedi Henidal kepada Haluan.

Selain menerjunkan tim dari Damkar Kota Padang, Polsekta Kuranji dan Koramil 05 Pauh/Kuranji juga me­nerjunkan per­sonilnya masing-masing 10 orang personil dari Polsekta Kuranj dan delapan orang dari Koramil 05 Pauh/Kuranji.

Baca Juga : Hendri Septa Resmikan Bedah Rumah Bantuan Perumda Air Minum di Intake Guo Kuranji

“Dengan dibantu oleh pe­tugas dari kepolisian dan TNI, kami berhasil memadamkan api setelah hampir delapan jam berjuang di hutan tersebut. Kebakaran Hutan di Sungai Lareh perlu penanganan lebih lanjut dengan melibatkan ham­pir seluruh personil Damkar, dan juga harus dilibatkan apa­rat kepolisian,” ungkap Dedi.

Lanjut Dedi, hutan seluas enam hektar tersebut meru­pakan hutan yang ditanami karet dan semak belukar.

“Dengan areal hutan seluas itu (enam hektar, red), kami kesulitan memadamkan api walau akhirnya berhasil juga mengingat hutan tersebut sa­ngat luas dan banyaknya tum­buh rumput ilalang, ditambah oleh cuaca yang terik dan angin yang kencang,” ujarnya.

Ia menghimbau kepada ma­­sya­rakat bahwa Kota Pa­dang akan dilanda oleh badai Siklon. Un­tuk itu ia meminta masya­rakat agar jangan mem­bakar sam­pah selama tiga hari ke depan.

“Kebakaran di hutan sungai lareh sendiri disebabkan oleh masyarakat yang membakar sam­pah. Untuk itu saya meng­himbau kepada masyarakat agar jangan membakar sampah terlebih dahulu selama tiga hari ke depan, dan juga jangan memarkir kendaraan di bawah pohon, karena angin yang di­keluarkan dari badai Siklon tersebut bisa merobohkan kayu dan memicu api membesar jika adanya pembakaran sam­pah oleh masyarakat,” him­baunya. (h/mg-adl)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]