Sisi Lain di Final IC-JSC di GBK (Bagian 1)

Dari Seantero Negeri, “Minangkan” GBK


Selasa, 26 Januari 2016 - 04:19:39 WIB
Dari Seantero Negeri, “Minangkan” GBK

Laga Final Indonesian Championship Jenderal Sudirman Cup (IC-JSC) di Gelora Bung Karno, Minggu (24/1) malam sudah mengantarkan Mitra Kukar menjadi Champion. Seperti sama-sama diketahui, mereka sukses mengalahkan Semen Padang FC di hadapan puluhan ribu pendukungnya bela-belain yang datang dari seantero negeri.

Kehadiran pu­luhan ribu pen­dukung Ka­bau Sirah se­perti mementahkan kekha­watiran operator turnamen ini. Sebelumnya, Mahaka, sang operator memprediksi, laga final turnamen pelipur lara sepi pe­nonton di sta­dion yang penuh sejarah di republik ini.

Saking khawatirnya, se­ri­buan tentara-pun,  diha­dirkan. Mereka disebar di sisi kiri dan kanan royal box  di tribun barat, serta tribun timur.  Tak cukup sampai di sana. Panitia juga sampai-sampai men­datangkan grup band sekelas Slank dan Noah untuk mengisi masa jelang pertandingan. Dari sisi entertain, boleh lah.  Menarik juga rasanya.

Hiburan band papan atas Indonesia itu membuat para pe­cinta bal-balan seperti mendapat pemanasan untuk berjingkrak-jingkrak. Latihan sebelum ber­jingrak dan berteriak sebelum mendukung timnya.

Mit Man, pendukung Mitra Kukar yang berbaju kuning se­perti tenggelam dalam lautan manusia berbaju merah. Host acara selingan final turnamen ini sesekali meneriakkan nama tim yang saat itu akan berlaga di partai puncak turnamen yang digelar sejak November 2015 lalu. Suara pendukung, meng­gema di selingkar stadion.

Meremang rasanya bulu-bulu halus di tangan saat mereka meneriakkan Semen Padang. Kalaulah tidak segan dengan teman-teman peliput lain dari Padang yang hadir di GBK, saya biarkan saja mata ini berair. Haru.  Takjub benar melihat situasi saat itu. Untung masih bisa ditahan. Tapi bulu-bulu halus di tangan saya tak bisa ditahan. Meremang semua, dan terasa hingga kuduk.

Nyaris mereka tak henti-hentinya berteriak dan bernyanyi memberikan dukungan untuk timnya. Padahal, laga belum dimulai. Tim-pun, juga belum pemanasan. Gema suara mereka seperti menggumpal di lingkup stadion dengan tribun tertutup sekelilingnya. Gema ini yang terasa “mengangkat” bulu-bulu halus di tangan.

“Itu kekuatan kawan-kawan pendukung Semen Padang di sini bang,”kata Koordinator Jorong Jabodetabek Spartacks, Vembi Fernando Piliang.

Kerja Vembi dan kawan-ka­wan­nya di Jakarta seperti men­dapat suntikan tenaga begitu mendapat respon luar biasa dari pecinta tim besutan Nil Maizar ini.

Di Jabodetabek sendiri, upa­ya penggalangan itu digencarkan hingga ke pasar dan terminal. Tak salah mungkin, ada kabar yang menyebutkan Tanah Abang ko­song karena sama-sama diketa­hui, perantau Minang memang dominan di pasar dan terminal. Rata-rata, ya manggaleh. Selain menyasar pasar dan terminal, paguyuban perantau, juga di­sambangi, termasuk persatuan mahasiswa minang di Jakarta.

Maramang awak mancaliak kawan-kawan nan tibo tu bang,” tambah Vembi lagi yang me­nyebut kerja mereka sebagai buah kerja dari super team.

Dari cerita yang ia dapat, para supporter tak hanya datang dari Jakarta dan sekitarnya. Mereka datang nyaris dari berbagai pen­juru negeri. Dari Pekanbaru, Kalimantan, hingga Makassar, hingga Biak di Papua sana.

“Dari luar pulau Jawa, rata-rata tak ada yang mengkoordinir. Mereka datang sendiri-sen­diri. Tapi untuk Jawa, sebagian besar dikoordinasikan dengan kelom­pok supporter. Kita berhasil bersama-sama menunjukkan kekuatan besar di GBK

Cerita-punya cerita, ada se­jumlah supporter rantau yang bertugas di luar negeri yang meluangkan waktunya untuk hadir ke GBK, sebut Vembi lagi.

“Ada bang, salah satunya Da Ridho. Dia datang Minggu pagi dari Bangkok, Thailand. Selain itu, kabarnya juga ada yang datang dari Malaysia,”sebut Vembi menambah info.

Ketika Haluan coba melacak keberadaan Ridho, yang ber­sangkutan tentu sulit ditemukan di stadion yang dijubeli rang awak itu. Jalur media social-pun men­jadi jawaban atas upaya melacak Ridho. “Ya bang, saya ini sudah di Bangkok lagi,”aku Ridho saat dihubungi melalui situs perte­manan facebook, Senin (25/1).

Ridho sendiri sudah ada da­lam jaringan pertemanan face­book saya. Ia  kini bertugas di sebuah perusahaan minyak asing di Thai­land. Pertemanan ini berawal saat saya melaksanakan tugas meliput tim Semen Padang ke Balikpapan pada kompetisi ISL 2011 lalu.  Setelah itu, saya tak pernah lagi bertemu dengan Ridho.

“Maaf kanda, ndak ma agiah tau awak tibo ka Jakarta,” kata­nya lagi. (*)

 

Laporan:
RAKHMATUL AKBAR
 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]