Sumbar Diterjang Badai, Banyak Bangunan Rusak


Selasa, 26 Januari 2016 - 04:23:58 WIB
Sumbar Diterjang Badai, Banyak Bangunan Rusak Satu unit rumah rusak ditimpa pohon di kawasan Belimbing, Padang, Senin (25/1). Badai yang menerjang kawasan pesisir pantai sumbar mengakibatkan sejumlah rumah rusak. (RIVO SEPTI ANDRIES)

Beberapa wilayah pesisir pantai Sumbar diterjang badai. Banyak pohon tumbang dan bangunan rusak. BMKG memprediksi angin kencang ini masih akan terjadi 3-5 hari ke depan.

PADANG, HALUAN — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Padang Pariaman mem­pre­diksi angin kencang yang terjadi sejak Minggu (24/1) malam tergolong ekstrem. Diprediksi sebagian besar wilayah Sumbar hingga 3-5 hari ke depan masih berpotensi diterjang angin ektrem atau badai.

Kepala Seksi (Kasi) Infor­masi dan Observasi BMKG Ketaping, Budi Iman Samiaji mengatakan, angin kencang yang melanda Sumbar sejak Minggu malam berke­mung­kinan masih akan terjadi hing­ga beberapa hari ke depan, khususnya di wilayah pesisir Sumbar. Menurut BMKG ini bukan badai siklon, tapi angin biasa yang memang sudah tergolong ekstrem.

“Kecepatannya dalam kisa­ran 40-60 Kilometer per jam. Beberapa wilayah yang masih berpotensi terjadi angin ken­cang seperti, di wilayah Pa­dang, Pariaman, Padang Paria­man, Pesisir Selatan, Agam, serta wilayah pesisir lainnya,” terang­nya di Padang, Senin (25/1).

Dikatakan Budi, angin ken­cang yang masih mungkin terjadi beberapa hari ke depan harus diwaspadai oleh masyarakat, terutama para nelayan karena bisa mengancam keselamatan.

Sementara berdasar catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, badai yang terjadi sejak Minggu malam (24/01) hingga Senin (25/01) mengakibatkan pohon tumbang di berbagai daerah. Di antaranya di Kabupaten Agam, di Kota Padang terjadi di 15 titik me­nimpa jaringan kabel listrik dan permukiman warga. Atap rumah penduduk banyak yang rusak.

“Di Pariaman pohon tum­bang menutup ruas jalan, se­dangkan terbanyak di Padang mencapai 15 musibah pohon tumbang,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Keda­ruratan dan Lo­gistik BPBD Sum­bar Pagar Nega­ra kepada Haluan Senin (25/1) siang.

Hingga saat kata Pagar, be­lum ada laporan korban jiwa akibat musibah pohon tumbang. Dampak yang dirasakan masya­rakat yakni terputusnya aliran listrik karena banyak pohon tumbang yang menimpa jaringan kabel listrik.

Pagar mengimbau agar selu­ruh personil BPBD dan siaga bencana di daerah berkoordinasi dengan dinas kebersihan dan pertamanan di daerah masing-masing untuk memangkas po­hon-pohon yang sudah berumur tua atau rentan roboh.

Rusak Bangunan di Agam

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Yu­naidi mengatakan, angin kencang yang datang secara tiba-tiba pada Senin mengakibatkan rusaknya sejumlah bangunan. Kerusakan yang dialami oleh bangunan tersebut beragam, ada yang rusak berat dan ada yang ringan.

Ia menjelaskan, sejumlah bangunan yang terpantau rusak akibat kejadian ini antara lain adalah, satu unit rumah milik warga di Padang Tagak Keca­matan Lubuk Basung dengan kondisi rusak ringan dan satu unit rumah milik warga di Lubuk Mangindo Kecamatan Lubuk Basung dengan kondisi rusak berat.

Kemudian bangunan SDN 54 Kampuang Caniago Kecamatan Lubuk Basung dengan kondisi rusak ringan, SDN 27 Sungai Nibuang Kecamatan Tanjung Mutiara dengan kondisi rusak berat. Perumahan Puskesmas Maninjau Kecamatan Tanjung Raya dengan kondisi rusak ri­ngan. Maninjau ada sejumlah keramba yang rusak, kemudian satu unit rumah Palupuh.

“ BPBD sampai saat ini juga masih menghimpun data keru­sakan yang diakibatkan angin kencang yang terjadi pada Senin pagi dari wali jorong dan wali nagari. Saat ini Satgas BPBD sudah diturunkan untuk sedang membersihkan pohon yang patah maupun yang menimpa rumah masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakannya, selain me­numbangkan pohon, angin ken­cang juga menerbangkan se­jumlah atap rumah masyarakat, atap kantor pemerintahan. Ia menambahkan, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Namun kerugian material akibat kejadian tersebut mencapai puluhan juta.

Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspa­daan  apabila terjadi angin ken­cang dengan tidak berlindung di bawah pepohonan. Sebab, dahan maupun ranting yang sudah tua sangat rentan untuk patah apabila ditiup angin kencang.

Sementara itu salah seorang Warga Lubuk Basung, Leli, me­ngaku sangat khawatir saat angin kencang tersebut datang. Ia berharap, kepada pemerintah untuk tidak sungkan memangkas dahan pohon-pohon pelindung yang sudah tua karena sangat riskan untuk patah. (h/isr/yat)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]