Keramba Rusak Berat

100 Ton Ikan KJA Lepas ke Danau


Rabu, 27 Januari 2016 - 03:58:14 WIB

Agam, Haluan — Ratusan Keramba Jaring Apung (KJA) Maninjau di Kecamatan Tanjung Raya, rusak berat akibat hantaman angin kencang kemarin.

Kerusakan tersebut tu­rut menyebabkan lepasnya sekitar 100 ton Ikan pem­budidya KJA ke danau vul­kanik tersebut. Diper­kira­kan, kerugian yang ditim­bulkan mencapai Rp1,8 mi­liar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Ka­bu­paten Agam, Ermanto, Selasa (26/1), mengatakan, ada seratusan ton ikan ke­ramba jaring apung (KJA) Danau Maninjau, Kabu­paten Agam, milik pem­budidaya lepas ke parairan Danau Maninjau akibat rusaknya keramba mereka.

Dikatakannya, jumlah tersebut terdiri dari bera­gam jenis dan ukuran, tidak sedikit dari ikan yang lepas tersebut siap panen. “Kita sudah turun langsung untuk meninjau kerusakan keram­ba yang terjadi di Maninjau berdasarkan perhitungan penyuluh perikanan ikan yang lepas di Kecamatan Tanjung Raya mencapai seratus Ton,” katanya.

Ia menjelaskan, ikan yang lepas tersebut ditang­kap oleh masyarakat sekitar karena ikan tersebut lari ke pingir danau. Ikan yang lepas akibat rusaknya KJA tersebar pada nagari antara lain, Nagari Maninjau, Na­gari Koto Kaciak, Nagari Koto Gadang Ampek Koto Nagari Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Nagari Koto Malintang, Nagari Duo Ko­to, dan Nagari Bayua.

Menurutnya, saat ini harga ikan keramba Rp18.­000 per kilogram, sementara nilai satu unit remaba Rp10 juta, sehingga peristiwa lebih kurang menelan ke­rugian Rp1,9 miliar. Pada umumnya KJA yang rusak tersebut berasal dari bambu yang berusia sekitar dua tahun.

Agar petani tidak meng­alami kerugian cukup besar, pihaknya mengimbau kepa­da petani agar memanen ikan mereka yang siap pa­nen, karena kondisi angin kencang disertai hujan ini diperkirakan sampai Feb­ruari 2015.

“Berdasarkan informasi yang kita dapat cuaca se­macam ini masih akan ter­jadi oleh sebab itu para pembubidaya dianjurkan untuk melakukan panen dini untuk menghindari lepasnya ikan kembali, maupun ma­tinya ikan dalam jumlah banyak. Hal ini perlu diper­hatikan agar pembudidya tidak mengalami kerugian yang lebih besar lagi,” je­lasnya.  

Ia menambhakan, saat ini pihaknya juga tengah mendata KJA yang rusak untuk diusulkan ke DKP Provinsi Sumbar dan Ke­mentrian Kelautan dan Pe­rikanan Republik Indo­ne­sia.” Semoga usulan ini disetujui dan masyarakat mendapatkan bantuan KJ­A,” pungkasnya. (h/yat/hel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]