TPID Diharapkan Kendalikan 10 hingga 30 Persen Inflasi


Rabu, 27 Januari 2016 - 04:02:37 WIB

PADANG, HALUAN — Sekdaprov Sumbar, Ali Asmar berharap Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mampu m­e­ngen­dalikan inflasi pada angka maksimal 10 hingga 30 persen. Hal itu disampaikannya saat membuka rapat TPID di aula gu­benuran Sumbar, Selasa (26/1).

Ia menuturkan, permasalahan inflasi yang selama ini sering terjadi karena persoalan struktural, manageman stok yang belum stabil, serta banyaknya tengkulak yang mempermaikankan harga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Puji Atmoko menegular inflasi Sumbar 2015. Ia menyampaikan, laju infalsi Sumbar pada 2015 membaik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2015, inflasi di Sumbar sebesar 1,08 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,35 persen (yoy), dan target inflasi Sumbar 5,0 hingga 6,0 persen (yoy).

Rendahnya inflasi tersebut, kata Puji, menjadikan Sumbar sebagai provinsi dengan laju inflasi tahunan terendah nasional pada tahun 2015, setelah pada dua tahun sebelumnya mencatatkan double digit.

“Rendahnya inflasi tahun 2015 disebabkan minimnya penyesuaian harga komoditas energi strategis, relatif terjaganya pasokan pangan, membaiknya koordinasi pemerintah melalui TPID, serta rendahnya daya beli masyarakat,” ungkap Puji.

Selanjutnya ia menjelaskan, cabai merah, beras dan sejumlah komoditas lainnya menjadi sumber utama inflasi Sumbar pada tahun 2015. Selain itu, bawang merah, angkutan udara dan tukang bukan mandor, juga memberikan dampak terhadap laju inflasi Sumbar meskipun bobotnya rendah.

“Pergerakkan inflasi Sumbar selama tahun tahun 2015 masih didominasi oleh cabai merah dan beras. Selain itu, dampak dari penyesuaian harga BBM pada bulan Januari, Maret dan April serta tingginya permintaan angkutan udara pada Juli dan Desember turut menjadi sumber tekanan inflasi selama tahun 2015. Meskipun begitu, risiko inflasi pada tahun 2016 diperkiran masih akan tinggi. Oleh karena itu, aksi nyata dari TPID perlu lebih ditingkatkan,” harapnya.

Risiko tersebut, menurut Puji, bisa terjadi lantaran membaiknya ekonomi yang berimbas kepada daya beli masyarakat yang meningkat, penyesuian harga lanjutan kelompok komoditas, serta El Nino tahun lalu yang berdampak pada bergesernya musim tanam dan panen.

“Risiko inflasi ke depan diperkirakan masih tinggi. Sementara itu, rendahnya laju inflasi sumbar tahun 2015 berpotensi mendorong terjadinya laju inflasi yang fluktuaktif (tidak tetap) apabila per­masalahan struktural tidak diatasi dengan segera,”  terang Fuji.

Ia berpandangan, melihat tingginya risiko yang masih membanyangi, maka diperlukan legitimasi road map pe­ngen­dalian inflasi Sumbar sebagai dasar program keja TPID dalam upaya me­ngendalikan inflasi. Oleh karena itu, rekomendasi program 2016 difokuskan pada empat hal yakni, memperkuat dan melegitimasi road map pengendalian inflasi Sumbar, segera mengimplementasikan program kerja sama antardaerah, memperluas peranan bulog terhadap barang nonkomoditas, serta mempercepat penyelesaian gedung pe­ngendalian inflasi Sumbar.

Rencana pelaksanan Rakornas VII TPID 2016 mengusung tema “Memperkuat Sinkronasi Kebijhakan Pusat dan Daerah guna mempercepat pembangunan in­fratsuktur dan pembenahan tata niaga pangan. Dasar pertimbangannya di­butuhkan keberlanjutan komitmen dari pemerintahan pusat dan daerah untuk me­mudahkan pembangunan, pengembangan infrastruktur prioritas 2016, APBN 2016, rencana pembangunan Dana Alokasi Khusus (DAK) insfratuktur jalan, jaringan irigasi, air minum dan sanitasi, serta rencana penguatan Bulog.

Rakornas akan dilakukan pada minggu pertama Agustus di Jakarta. “Untuk usulan format, kami minta Presiden RI membuka dan memimpin rapat serta didampingi Gubernur Bank Indonesia dan menteri terkait,” tambah Fuji. (h/mg-ysn)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 06 September 2016 - 03:16:09 WIB
    HARGA KOMODITAS NAIK JELANG IDULADHA

    TPID Sumbar: Tak Pengaruhi Inflasi

    PADANG, HALUAN—Sepekan menjelang Iduladha, harga sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik. Dalam catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Barat (Sumbar), kenaikan harga sejumlah komoditas terjadi se.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]