Kerugian Akibat Badai Miliaran Rupiah


Rabu, 27 Januari 2016 - 04:52:15 WIB

PADANG, HALUAN — Badai yang mener­jang Provinsi Sumbar sejak Minggu malam (24/1) hingga Senin (25/1) siangnya diperkirakan menimbulkan kerugian miliaran rupiah. Hal ini disebabkan karena selain pohon tumbang di Kota Padang banyak rumah warga yang rusak dari sedang hingga rusak parah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Zulfiatno melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Pagar Negara dihubungi Haluan Selasa (26/1) malam mengatakan, hingga saat ini petugas di kabupaten/kota masih mendata jumlah kerusakan dan berapa total kerugian yang ditimbulkan angin kencang yang tergolong ekstrem tersebut. Hingga saat ini BPBD Sumbar kata Pagar, masih menunggu data resmi dari kabupaten/kota.

“Kita belum berani memberikan angka pasti total kerugian karena teman-teman di daerah masih mendata. Namun, kita prediksi hingga miliaran rupiah mengingat banyak juga rumah yang rusak karena angin kencang tersebut,” katanya.

Dengan 67 titik kerusakan kemarin ujar Pagar, titik terbanyak ada di Kota Padang. Dimana banyak perumahan dan rumah warga yang rusak karena angin maupun karena pohon tumbang.

“Kita akan segera meminta agar kabu­paten/kota bisa memberikan datanya,” terangnya.  Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kota Padang menaksir kerugian akibat badai mencapai miliaran rupiah.

Kepala BPBD-PK Kota Padang Dedi Henidal kepada Haluan mengatakan, sementara ini pihaknya masih merekap data kerugian yang masuk dari tiap kecama­tan. Kemungkinan besok (hari ini) kerugian telah terangkum seluruhnya untuk kemu­dian diserahkan ke BPBD Provinsi, Pemko Padang, DPRD dan lembaga terkait lainnya.

“Sementara ini masih dalam tahap penerimaan data dari kecamatan yang langsung kami rekap, tapi belum seluruhnya yang masuk. Kami menaksir kerugian di Padang mencapai miliaran rupiah,” kata Dedi, Selasa (26/1).

Dijelaskannya juga, seperti data kerugi­an dari Kecamatan Kuranji, hingga saat ini telah tercatat 556 unit rumah yang menga­lami kerusakan ringan, sedang dan berat. Data tersebut belum termasuk kerusakan di dua kelurahan yang belum menyerahkan data. Sedangkan di Kecamatan Koto Tangah, sementara ini telah tercatat 396 unit rumah mengalami kerusakan dan belum termasuk laporan dari kelurahan yang belum menyerahkan data.

“Seribu unit saja yang meng­alami kerusakan dengan kerugian minimal Rp5 juta, jumlahnya sudah Rp5 miliar. Belum lagi seperti laporan dari Kecamatan Pauh, di mana ada sekitar 12.000 pohon yang tumbang di sana, terdiri dari pohon durian, kelapa dan pohon produktif lainnya,” katanya lagi.

Selain itu, Dedi tetap me­ngim­bau agar warga Kota Padang terus mewaspadai jika sewaktu-waktu terjadi lagi bencana angin kencang. Selain mementingkan keselamatan harta benda, ia me­ngim­bau warga agar mengu­tama­kan keselamatan nyawa. “Warga harus tetap waspada selama bebe­rapa hari ke depan,” tukasnya.

Agam Rugi Rp1 Miliar

Sementara itu, Badan Pa­nang­gulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Agam men­catat kerugian akibat angin ken­cang yang menimbulkan kerusa­kan bagi bangunan rumah masya­rakat, sekolah lebih kurang men­capai Rp1 miliar.

Kepala Pelaksana Badan Pe­nang­gulangan Bencana Daerah, Kabupaten Agam, Bambang Wa­r­sito melalui  Kabid Ke­da­rurat­an dan Logistik, Yunaidi, Selasa (26/6) mengatakan,  angin ken­cang yang terjadi Senin telah menyebabkan cukup banyak ba­ngu­nan rusak, yang terdiri dari rumah masyarakat, gedung seko­lah, sejumlah kantor. Ada bangu­nan yang tertimpa pohon dan ada pula atapnya yang diterbangkan.

“ Perkiaraan kerugian akibat badai mencapai satu miliar. Ke­ru­gian itu di luar kerusakan keramba jaring apung (KJA), di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Ke­jadian ini meliputi sejum­lah ke­camatan antara lain Keca­matan Tanjung Raya, Lubuk Ba­sung, Tanjung Mutiara, Matur, dan Pa­lembayan, Palupuh,” katanya.

Dari sejumlah kecamatan tersebut wilayah yang paling terparah berada di Kecamatan Tanjung Raya. Setidaknya, 4 unit SD mengalami kerusakan, be­rikut 1 unit rumah dinas guru. Kantor Polsek dan Camat Tan­jung Raya ikut mengalami keru­sa­kan pada bagian, belum lagi keramba jarrng apung yang rusak.

“ Kerusakan di Kecamatan Tanjung Raya cukup banyak.  Ada Sekitar 23 unit rumah pen­duduk mengalami kerusakan di kecamatan Tanjung Raya. Ada yang ditimpa pohon tumbang, dan ada pula terangkat oleh badai. Untuk kerugian yang dialami oleh pembudidaya ikan dinas terkait yang lebih menge­tahui,” katanya.  

Dikatakannya, saat ini Badan Pananggulangan Bencana Da­erah telah membuat surat per­nyata­an bencana, kepada pro­vin­si. Me­lalui surat tersebut diharap­kan nantinya ada bantuan dari pro­vinsi. Selain itu BPBD diban­tu dengan pihak terkait dan masya­rakat terus melakukan pem­bersihan terhadap puing-puing bangunan yang rusak.

“Kami juga meminta masya­ra­kat beberapa hari ke depan untuk tetap waspada karena ke­mung­kinan adanya angin ken­cang. Ja­ng­a­n berlindung di bawah pohon dan sejenisnya,” ungkap­nya.

Solok Waspada Banjir

BPBD Kota Solok tetap me­was­padai kemungkinan ter­jadi­nya bencana alam berupa banjir dan angin puting beliung me­ngingat pada bulan Januari inten­sitas curah hujan cukup tinggi yang sewaktu-waktu bisa me­nga­n­­cam keselamatan masyarakat.

Kendati sepanjang bulan Ja­nuari 2016 Kota Solok masih aman dari bahaya banjir maupun tanah longsonr, namun BPBD Kota Solok tidak lengah dan selalu waspada, baik personil maupun peralatan, jelas Kepala BPBD Kota Solok Ori Affilo di Kota Solok Selasa( 26/1).

Berdasarkan catatan di ting­kat nasional, Kota Solok masih termasuk rawan bencana, teru­tama banjir karena ada 5 sungai yang ada di Kabupaten Solok bermuara ke Kota Solok yang hilirnya ke danau Singkarak. Namun sejak dilakukan nor­malisasi Batang Lembang be­berapa tahun silam, ancaman air bah mulai berkurang.

Ori Affilo mengakui, nor­malisasi Batang Lembang sangat membawa manfaat terhadap ke­lancaran air sungai walau belum seluruh alur sungai yang ber­belok-belok diluruskan, setidak­nya pembenahan sungai di ka­wasan Kota Solok membawa kebahagian bagi masyarakat. Buktinya kendati terjadi luapan sungai Batang Lembang namun genangan air tidak terlalu lama, 1 jam sudah menyusut kembali.

Mengingat tingginya curah hujan sejak awal Januari sampai sekarang, BPBD Kota Solok selalu waspada bersama tim relawan, tim reaksi cepat, relawan siaga bencana dan instansi ver­tikal lainnya selalu melakukan koor­dinasi, termasuk masyarakat tidak lengah jika terjadi bencana. Ke­was­padaan itu me­ngingat ben­cana da­tang tidak memberi kabar, makanya tim selalu stanby meng­hadapi cuaca ekstrim yang terjadi saat ini.

Ori Affilo juga meminta pada masyarakat agar tetap waspada, terutama pada kawasan rawan bencana seperti di Kelurahan Koto Panjang, IX Korong, Sim­pang Rumbio, KTK dan Tanah Garam. Kawasan tersebut meru­pakan daerah rawan bencana, terutama banjir. (h/alf/yat/isr/isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 14 September 2016 - 13:51:33 WIB

    Kebakaran di Pusat Kota Padang, Kerugian Mencapai Rp 1,5 Miliar

    Kebakaran di Pusat Kota Padang, Kerugian Mencapai Rp 1,5 Miliar PADANG, HALUAN--Kebakaran yang melanda sejumlah bangunan di Jalan Proklamasi, Kota Padang menyebabkan kerugian besar..
  • Sabtu, 03 September 2016 - 14:35:03 WIB

    Si Gulambai Timbulkan Kerugian Rp60 Juta

    Si Gulambai Timbulkan Kerugian Rp60 Juta Api nan menggila, menghanguskan kedai yang ada di pinggir jalan. Ini yang membuat buncah. Tak berselang lama, dua mobil pemadam kebakaran datang. .
  • Jumat, 05 Agustus 2016 - 15:37:08 WIB

    Irigasi Jebol, Petani Ikan Balai Gadang Alami Kerugian Rp1 Miliar

    Irigasi Jebol, Petani Ikan Balai Gadang Alami Kerugian Rp1 Miliar PADANG, HALUAN--Akibat kekeringan, petani ikan di Balai Gadang, mengalami kerugian mencapai Rp1 miliar lebih. Hingga Jumat (5/8), para petani itu masih mengeluhkan belum adanya penanggulangan irigasi dari pemerintah..
  • Rabu, 22 Juni 2016 - 16:52:21 WIB

    Kerugian Akibat Kebakaran Hotel Mariani Belum Dihitung

    Kerugian Akibat Kebakaran Hotel Mariani Belum Dihitung PADANG, HALUAN - Para pengunjung dan penghuni hotel Mariani yang terletak di Jalan Bundo Kanduang Nomor 35 Kelurahan Belakang Tangsi Kecamatan Padang Barat ini seketika berhamburan keluar setelah api keluar dari hotel tersebu.
  • Sabtu, 04 Juni 2016 - 05:26:52 WIB

    Kerugian Gempa Capai Rp15 M

    Kerugian Gempa Capai Rp15 M PADANG, HALUAN — Ba­dan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Sumbar menaksir kerugian akbat gempa 6,5 SR Kamis (2/5) pagi kemarin mencapai Rp15 miliar lebih. Nilai ini dihitung dari banyaknya rumah yang terdampak gempa..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]