LKAAM Agam Bekali Datuk ‘Muda’


Rabu, 27 Januari 2016 - 04:59:53 WIB
LKAAM Agam Bekali Datuk ‘Muda’ KETUA LKAAM Agam H Yul Arnis Dt Maleka Nan Tinggi didampingi Sekretaris dan Bendahara saat menyerahkan dokumen LKAAM Agam kepada Pemimpin Redaksi Haluan, di Kantor Harian Haluan, Selasa (26/1). (RAHMADHANI)

PADANG, HALUAN —Lem­baga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Ka­bu­paten Agam saat ini gencar melaksanakan wirid adat da­lam rangka menanamkan ma­k­­­na-makna yang terkandung dalam adat di Minangkabau. Tanpa kenal pamrih, berbagai inovasi terus dilakukan, ter­masuk melakukan pembinaan terhadap datuak yang baru saja diangkat namun belum me­miliki pemahaman yang benar tentang adat.

“Tidak bisa dipungkiri, banyak orang yang sesudah diangkat jadi datuak, tidak me­nge­tahui pantangan-pantang­an yang tidak boleh dilakukan, dan bahkan tidak mengetahui siapa saja anak kemenakan. Usai me­nerima gelar datuak, lantas mereka abai,” terang Ketua LKA­AM Agam H Yul Arnis Dt Ma­leka Nan Tinggi didampingi Sekretaris LKAAM Agam Drs Nasrial Dt Asalabiah dan Ben­dahara LKAAM Agam H Ju­naidi, B.Sc, SH Dt Gampo Alam Nan Hitam saat melakukan dis­kusi di Kantor Harian Haluan bersama Pemimpin Redaksi Ha­lu­an Yon Erizon, Selasa (26/1).

Hal ini menjadi perhatian serius bagi LKAAM Agam. Bah­kan setelah melakukan penelitian kecil-kecilan juga ditemukan para datuak yang abai terhadap syariat Islam dan berbuat maksiat.

“Ini tidak bisa dipungkiri. Untuk kasus-kasus seperti ini, kami minta pihak kepolisian bisa men­yerahkan kepada nagari se­hingga hal ini diselesaikan secara adat. Tentunya ini membawa malu bagi kaum,” ujar Dt Maleka Nan Tinggi.

Mengatasi hal seperti ini, wirid adat menjadi salah satu hal yang bsia dilakukan. Wirid adat tidak hanya berbentuk pem­be­kalan secara langsung, tapi juga melalui penyebaran informasi secara luas melalui media baik radio mapupun media cetak.

“Kami sudah menjajaki kerja­sama dengan RRI untuk menyiar­kan hal ini dan ke depan kerja­sama dengan Harian Haluan juga akan berlangsung,” ucapnya.

Menurut Ketua LKAAM Ag­am H Yul Arnis Dt Maleka Nan Tinggi usai terpilih sebagai pe­ra­ng­kat LKAAM pada November 2012 lalu, pihaknya mulai meng­gera­kan lini terbawah dalam pengajaran adat di Minangkabau seperti Ketua KAN di masing-masing nagari.

“Kami tidak langsung me­nga­dakan rapat kerja atau lainnya, tapi menjalin komunikasi dengan para lini terdepan yang ber­hubungan dengan masyarakat. Karena merekalah yang nantinya menjadi corong bagi LKAAM,” terang Dt Maleka.

Dengan demikian, terang Dt Maleka, secara otomatis KAN yang berada di 82 nagari di Agam bergerak untuk menyiarkan adat dan melakukan pembekalan ke­pada generasi muda.

Memperkuat jalinan sila­tu­rahmi, tambah H Junaidi, LKA­AM Agam juga memeritahkan para niniak mamak di suku ma­sing-masing membuat buku in­duk suku yang berisi ranji di suku tersebut. Hal ini tentunya akan memu­dah­kan para niniak mamak mengon­trol kemenakan masing-masing.

Kemudian lagi, LKAAM te­ng­ah mempersiapkan Nagari Pa­gadih di Kecamatan Palupuh sebagai nagari percontohan yang berada langsung di bawah ko­man­do niniak mamak di daerah tersebut.

“Saat ini adat itu tidak ada yang menguatkan, posisinya le­mah, termasuk dari sisi pe­merint­ah. Hal ini tidak boleh berlang­sung. Adat adalah kawi, harus dikuatkan. Undang balukih, harus dibuatkan aturan untuk penguat­an lembaga adat sehingga ia menjalankan fungsinya di tengah masyarakat,” timpal Sekretaris LKAAM Agam  Nasrial Dt Asalabiah.

Saat ini, LKAAM Agam me­mang patut bersyukur karena mendapat tempat di Pemerintah Kabupaten Agam dengan men­jadi salah satu unsur Muspida Plus bersama MUI dan Bundo Kanduang, serta sejumlah pro­gram yang dilakukan mendapat respon yang baik di tengah ma­sya­rakat. Diharapkan perhatian ini juga bisa diberikan oleh da­erah lain termasuk Provinsi Sumatera Barat. (h/eni/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 15 Desember 2016 - 02:11:26 WIB
    DPRD DAN PEMPROV JANJIKAN ANGGARAN DI APBD PERUBAHAN

    LKAAM Diminta Berlapang Dada

    PADANG, HALUAN — Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar yang mem­bidangi masalah kebudayaan, Nofrizon meminta Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, M Sayuti Datuk Rajo Panghulu mencerminkan sikap sebagai .
  • Rabu, 14 Desember 2016 - 01:41:40 WIB
    ANGGARAN TAK TERSEDIA DI APBD INDUK 2017

    Sayuti: Tutup Saja LKAAM

    Sayuti: Tutup Saja LKAAM PADANG, HALUAN — Ketua Lem­baga Kerapatan Adat Alam Minang­kabau (LKAAM) Sumbar, M Sayuti Datuk Rajo Panghulu meradang ketika anggaran untuk lembaga yang dipimpinnya tak tercantum dalam APBD induk Sumbar 2017. Kondisi yan.
  • Jumat, 30 September 2016 - 03:49:43 WIB

    LKAAM:Ulayat Bukan Penghalang Investasi

    PADANG, HALUAN — Sengketa lahan tanah ulayat masih menjadi momok menakutkan bagi kalangan investor dan niniak mamak sendiri di Minangkabau. Sulitnya penyelesaian sengketa ini, telah menimbulkan beberapa masalah seperti yang.
  • Jumat, 24 Juni 2016 - 05:48:57 WIB
    BAM dan Baca Alquran Terancam Hilang

    LKAAM dan Sekolah Sayangkan Sikap Mendagri

    LKAAM dan Sekolah Sayangkan Sikap Mendagri PADANG, HALUAN—Pembatalan sejumlah peraturan daerah (Perda) di Sumatera Barat oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) cukup me­ngun­dang perhatian banyak pihak. Salah satu Perda yang menjadi sorotan adalah Perda Nomor 2 tahu.
  • Ahad, 15 Mei 2016 - 16:05:30 WIB

    Banyak KAN di Daerah Kurang Responsif Terhadap Himbauan LKAAM

    PADANG, HALUAN--Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAAM) Sumbar menyayangkan sikap sejumlah daerah yang tidak merespon himbauan LKAAM untuk melaporkan kelengkapan struktur, sarana, dan kegiatan Kerapatan Adat Nagari (KAN) y.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]