Kasus Napi Kabur

Pimpinan dan Petugas LP Terancam Dimutasi


Kamis, 28 Januari 2016 - 03:55:52 WIB

BUKITTINGGI, HALUAN — Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumbar, Ansaruddin, mengakui memang ada napi yang kabur ketika diberi izin untuk menikahkan anaknya.

Secara Stan­dar Opera­sional Prosedur (SOP), me­nu­rutnya, izin ter­sebut sudah be­nar karena napi itu akan men­jadi wali nikah untuk anaknya dan ada petugas Lapas dan ke­polisian yang me­ngawalnya. Namun keper­cayaan yang diberikan oleh Lapas Bukittinggi ternyata dimanfaatkan oleh napi itu untuk melarikan diri.

“Kasus ini me­rupakan pem­be­la­jaran bagi kami ka­rena ini untuk per­tama kalinya kami memberi izin se­ba­gai wali nikah tetapi yang ber­sangkutan tidak kembali ke La­pas,” kata Ansarud­din ke­pada Haluan di Kantor Img­rasi Kelas II Bukittinggi, Selasa (26/1).

Ia mengakui memang be­berapa bulan terakhir ada be­berapa orang napi yang kabur dari Lapas Kelas IIA Bu­kittinggi, namun napi yang kabur tersebut sampai se­karang belum tertangkap dan masih dalam pengejaran yang bekerjasama dengan pihak kepolisian.

Selain itu, Ia menyatakan akan mereview posisi-posisi tertentu dan akan melakukan penyegaran bahkan sampai ke tingkat penjaga jika perlu akan didistribusikan ke dae­rah lain (dimutasi). Langkah-langkah ini menurutnya akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Beberapa kasus larinya napi dari Lapas Kelas IIA Bukittinggi memang jadi per­tanyaan dari pusat kenapa itu bisa terjadi,” katanya.

Ia menjelaskan, Untuk posisi Lapas Kelas IIA Bu­kittinggi secara pola bangunan pemasyarakatan memang te­lah menyalahi ketentuan ka­rena seharusnya seorang pen­jaga ketika berdiri harus dapat melihat ke seluruh blok. Te­tapi posisi penjaga untuk mengawasi blok di LP itu tertutup oleh aula dan dapur sehingga ini akan menjadi kendala bagi penjaga dalam melakukan pengawasan.

Selain itu, posisi pagar tembok luar LP Bukittinggi tidak rata dan tidak sesuai standar karena ada yang tinggi dan rendah mengikuti struktur tanah, sehingga sarana ini sangat perlu untuk diperbaiki secepatnya.

Seperti yang diberitakan Haluan sebelumnya, seorang Napi Lembaga Pemasyara­katan (Lapas) Klas IIA Bu­kittinggi bernama Muzakir Muzakir (50) melarikan diri, Senin (25/1). Muzakir telah divonis panjara selama sem­bilan tahun dalam kasus nar­koba jenis sabu-sabu, dan telah menjalani masa huku­man selama dua tahun enam bulan.

Saat itu, Muzakir ke luar Lapas sekitar pukul 08.00 WIB dengan dikawal oleh petugas Lapas dan kepolisian. Muzakir mendapat izin ke luar Lapas, karena ingin me­nikahi anak kandungnya di kawasan Inkorba Kelurahan Cimpago Guguak Bulek Ke­camatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) Kota Bu­kit­tinggi.

Namun anehnya, saat digi­ring menuju lokasi pernikahan hingga usai akad nikah, Mu­zakir sama sekali tidak di­borgol petugas. Biasanya, izin yang dikeluarkan Lapas juga sampai akad nikah usai. Meski akad nikah dilakukan pada pukul 10.00 WIB, namun Muzakir tetap berada di lokasi pesta hingga sore.

Sekitar pukul 15.45 WIB, muzakir menghilang dari pe­ngawalan petugas. Kuat du­gaan Muzakir melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat war­na hitam milik istrinya, karena sepeda motor tersebut telah hilang di parkiran. (h/ril)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 07 Maret 2020 - 20:10:25 WIB

    Pastikan Pelayanan JKN-KIS, Pimpinan BPJS Solok Kunjungi Pasien ke Rumah

    Pastikan Pelayanan JKN-KIS, Pimpinan BPJS Solok Kunjungi Pasien ke Rumah SOLOK, HARIANHALUAN.COM -- Guna memastikan pasien mendapatkan pelayanan terbaik, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Solok, Rudy Widjajadi bersama Petugas BPJS SATU (Siap Mebantu) mengunjungi lan.
  • Rabu, 12 Februari 2020 - 13:50:27 WIB

    Pimpinan DPRD Solsel Bereaksi Menyoal Pernyataan Kepala BPIP

    Pimpinan DPRD Solsel Bereaksi Menyoal Pernyataan Kepala BPIP SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM -- Tiga orang Pimpinan DPRD Solsel ikut angkat bicara terkait pernyataan Yudian Wahyudi soal agama menjadi musuh terbesar Pancasila..
  • Rabu, 20 Juli 2016 - 01:39:19 WIB

    Pimpinan PDA Kota Pariaman Dikukuhkan

    PARIAMAN, HALUAN — Berikan pendidikan agama pada anak sejak usia dini segingga kelak mereka dapat kelak terhindar dari hal-hal negatif dalam kehidupan ini. Hal itu disampaikan Walikota Pariaman Mukhlis R, pada Milad Aisyiya.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]