Ingkar Berangkatkan Umroh

Jamaah 'Polisikan' Istri Pengelola Tour-Travel


Kamis, 28 Januari 2016 - 04:39:48 WIB
Jamaah 'Polisikan' Istri Pengelola Tour-Travel CALON jemaah umrah menyandera istri pengelola perusahaan tour & tavel yang memberangkatkan mereka umrah. (RIVO SEPTI ANDRIES)

PADANG, HALUAN - Puluhan peserta calon umroh mendatangi rumah pemilik PT Putra Tanjung Arafah Tour di Jalan Adinegoro, Lubuk Buaya, Padang, Rabu (27/1). Mereka menyandera istri pemilik tour dan travel tersebut dan membawanya ke kantor polisi sebagai jaminan karena merasa telah ditipu.

“Kami terpaksa membawa istrinya, karena Zulkifli pemilik tour ini menipu kami lalu  melarikan diri dengan membawa uang kami,” ujar salah seorang peserta umroh, Emmarlis (57).

Ia menjelaskan, aksi ini dila­kukan karena direktur utama Zulkifli telah membohongi 100 orang peserta umroh. Dimulai dari pembatalan peserta umroh yang akan pergi, lalu paspor dan visa yang tidak pernah diberikan, hingga uang yang akan dijanjikan akan dikembalikan pun tidak pernah ditepati.

“Ini adalah puncak kekesalan kami dari penipuan yang dilaku­kan PT Tanjung Putra Arafah Tour. Padahal ia (Zulkifli ) telah berjanji akan mengembalikan uang kami pada hari ini. Tapi lagi-lagi ia menipu kami. Bahkan ia pun tidak muncul,” terangnya.

Ia mengungkapkan, Zulkifli memang tidak berniat mengem­balikan uang milik peserta, bah­kan sudah mempersiapkan un­tuk melarikan diri. Hal ini terli­hat ketika rumah yang ditempati telah habis masa kontraknya.

Dari pantaun Haluan, peserta yang mayoritas ibu-ibu tersebut berkumpul di dalam rumah Zulkifli. Mereka memeriksa semua bagian rumah dan mencari keberadaan Zulkifli tetapi tidak ditemukan. Kekecewaan peserta semakin memuncak ketika di­ketahui rumah yang ditempati Zulkifli tersebut hanya status kontarakan, dan sudah habis masa kontraknya.

Karena tidak ingin tertipu lagi, peserta umroh pun sepakat membawa istri pemilik yang hanya tinggal seorang diri ke Polresta Padang. Satu unit mobil minibus terlihat sudah disiapkan, istri direktur PT Putra Tanjung Arafah Tour itu pun didampingi peserta umroh menaiki ken­daraan dengan tertunduk lesu. Tidak ada satu patah kata pun yang keluar saat Haluan men­coba menanyakan keberadaan suaminya.

Pemilik rumah kontrakan Asrul (59) menyampaikan, masa kontrak yang dipakai oleh Zul­kifli beserta keluarganya sudah habis pada tanggal 8 Januari. Tetapi belum ada kepastian dari Zulkifli akan memperpanjang kontrakannya.

“Tepat tanggal 8 kemarin sudah habis, tapi saya tidak tahu apakah ia akan mem­perpan­jangnya. Sebelumnya saya pernah ketemu, Ia menceritakan akan memperpanjang kontrak, tapi sampai saat ini uang dan pe­r­janjian belum saya terima. Tapi saya tidak tahu apakah ada hubu­ngannya dengan kasus ini,” te­rang­nya kepada Haluan.

Penipuan yang dialami pe­serta umroh PT Putra Tanjung Arafah Tour tersebut berawal pada tanggal (11/1). Semua  peserta umroh yang berasal dari berbagai daerah seperti Jambi, Bengkulu, Pariaman, Solok dan daerah lainnya menginap di asrama haji tabing Padang. Mere­ka rencananya akan dibe­rang­katkan pada Selasa (12/1) pagi.

Tetapi dibatalkan oleh penye­lenggara dengan alasan visa dan paspor belum selesai. Bahkan peserta yang kecewa telah mela­porkan direktur utama Zulkifli kepada Polresta Padang.(h/rvo)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]