Omzet Segar dari Renovasi Furnitur Usang


Jumat, 29 Januari 2016 - 03:33:43 WIB
Omzet Segar dari Renovasi Furnitur Usang Karya Indah, salah satu tempat renovasi furnitur di Jalan Tanjung Berok Raya Nomor 8, Padang. (YANSEN WAPITA ANWAR)

PADANG, HALUAN — Memenuhi kebutuhan furnitur tidak melulu dengan membeli yang baru, tapi juga bisa dengan merenovasi furnitur lama menjadi terlihat baru. Karya Indah yang beralamat di Jalan Tanjung Berok Raya Nomor 8, Padang, adalah satu tempat yang bisa Anda kunjungi untuk merenovasi furnitur. 

Defarli (28), pemilik Kar­ya Indah mengatakan, furni­tur usang yang tidak layak pakai bisa menjadi baru de­ngan biaya sekitar Rp1,8 juta sampai Rp4 juta, tergantung jenis model yang diinginkan.

Selain merenovasi sofa, Defarli juga merenovasi jok kursi, jok mobil, spring bed, kursi perkantoran, kursi ma­kan dan sebagainya. Usaha tersebut sudah dilakoninya sejak lima tahun silam. Tek­nik merenovasi tersebut di­warisi dari ayahnya yang juga berprofesi sebagai perenovasi furnitur.

Defarli bersama tiga kar­ya­wanya, rata-rata mere­novasi 20 set furnitur dalam sebulan. Omzet yang didapatkannya dalam sebulan tidak kurang dari Rp18 juta.

Ia paling banyak mene­rima pesanan renovasi pada bulan Ramadan karena ham­pir semua rumah membu­tuhkan furnitur layak pakai guna menyambut tamu saat lebaran.

“Kalau bulan puasa, kami kewalahan mengerjakan pesa­nan karena jumlah pesanan meningkat pesat dan pelang­gan meminta pesanannya ha­rus diselesaikan sebelum le­baran,” ujar Defarli kepada Haluan, Kamis (28/1).

Sejauh ini, pelanggannya ti­dak hanya di Kota Padang, ta­pi juga dari luar daerah se­perti Bukittinggi, Padang Pan­jang, Solok bahkan Men­tawai. Untuk mengenalkan tempat usahanya, Defarli tidak pernah melakukan pro­mosi. Semua pelanggannya mengenal tempat usahanya dari mulut ke mulut. “Jika kita bekerja maksimal dan total, pelanggan akan datang sen­diri,” sebutnya.

Saat ini, Defarli terken­dala modal menjalankan usahanya. Ia menceritakan, setiap ada yang akan merenovasi kursi, ia biasanya meminta uang muka dulu. Uang itulah yang ia putar kembali guna mem­beli berbagai bahan untuk renovasi.

“Kadang, begitu pesanan­nya selesai dikerjakan, si pe­mi­lik furnitur tidak menjem­put pesanannya. Saat dihu­bungi, ponselnya tidak aktif. Akhirnya saya serba susah, sebab jika saya jual ke orang lain, saya takut nanti menim­bulkan masalah, sementara jika tidak saya jual, saya rugi,” ungkapnya. (h/mg-ysn)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]