Pajale, Produk Unggulan Tani


Jumat, 29 Januari 2016 - 03:51:44 WIB

PASAMAN, HALUAN— Tiga produk unggulan tani, padi, jagung dan kedelai (pajale) diharap menjadi komoditas unggulan untuk kedaulatan pangan.

 Hal itu disampaikan Pejabat (Pj) Bupati Pasaman Syofyan dalam acara rapat koordinasi upaya khusus swasembada pangan di kan­tor bupati setempat, Rabu (27/1). 

“Ini merupakan prog­ram dari presiden, yang dinamai dengan upaya khu­sus swasembada pangan 2015-2017, segala strategi dan upaya dilakukan untuk peningkatan luas tanam dan produktivitas di daerah-daerah sentra produksi pa­ngan,” kata Pj Bupati Syof­yan.

Kata Syofyan, pemerin­tah telah mengoptimalkan pencapaian target secara all in, dengan penyediaan dana, pengerahan tenaga, per­baikan jaringan irigasi yang rusak, bantuan pupuk, pe­nyediaan benih unggul, ban­tuan tractor dan alsintan lainnya yang mendukung persiapan, panen dan pasca panen.  

Pada 2016, pemerintah pusat memberikan sejumlah target penambahan pro­duksi bagi setiap daerah, khusus komoditi padi. Pe­me­rintah Kabupaten Pasa­man pun telah menan­data­ngani fakta integritas sasa­ran tanam padi musim ta­nam (MT) 2015/2016 de­ngan luas sasaran tanam 52.375  hektar. 

“Perkembangan realisasi tanam padi bulan Januari 2016 di Kabupaten Pasa­man, kondisi per 26 Januari 2016, berdasarkan data sta­tistik pertanian  baru ter­capai 4.140 ha dari target tanam Januari seluas 6.284 hektar,” katanya. 

Ia meminta, kepada ca­mat dan walinagari untuk dapat memotivasi masyara­kat tani yang ada di wilayah kerja masing-masing, untuk lebih meningkatkan panen baik secara intensifikasi maupun ekstensifikasi per­tanian.

 Upaya khusus itu dapat dicapai, tukuk Pj Syofyan, dengan meningkatkan In­deks Pertanaman (IP) mela­lui percepatan pengolahan lahan, mendorong dan meng­gerakan petani untuk melakukan penerapan tek­no­logi pertanian. 

“Kita bisa pakai benih varietas unggul besertifi­kat,  penerapan tanam jajar legowo dan melakukan pe­mu­pukan sesuai rekomen­dasi yang telah dianjurkan, optimalkan pemanfaatan alat pertanian seperti hand traktor, hydrotiller dan tek­nologi lainnya,” pungkas­nya. 

Langkah lain yang dapat dilakukan, dengan men­dorong petani untuk mela­kukan perawatan dan pe­meliharaan tanaman serta segera melakukan gerakan pengendalian terhadap ta­na­man yang terserang OPT. 

“Yang terpenting perlu pengawalan dan pendam­pingan dalam menggerak­kan para petani, misalkan kita dari pemerintahan da­pat menyiapkan teknologi, maka di lapangan” sebut­nya. 

Dia menambahkan, stra­tegi dan sinergi dalam upaya khusus swasembada pangan dengan berkiprah pada pe­ran dan posisi masing-masing. (h/tos)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]