Buku PAI SD Sesat Beredar

Muhammad SAW Ditulis Nabi ke-13


Jumat, 29 Januari 2016 - 03:57:19 WIB
Muhammad SAW Ditulis Nabi ke-13 Lembaran halaman buku Pendidikan Agama Islam tingkat SD yang menuliskan bahwa Muhammad SAW di urutan ke-13.

MEDAN, HALUAN — Sebuah buku pendidikan agama Islam yang memuat ajaran sesat, ditemukan di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatra Utara. Dalam buku tersebut, dituliskan bahwa Nabi Muhammad bukanlah nabi terakhir, melainkan nabi ke-13.

Menanggapi hal itu, Ketua Pim­pinan Pusat Mu­ham­ma­diyah Syafiq Mughni menilai buku tersebut harus segera ditarik dari peredaran. “Perlu ditarik dan diteliti sebelum menimbulkan kegaduhan,” ujarnya Kamis (28/1).

Karena buku tersebut di­pe­runtukkan bagi siswa-siswi sekolah dasar, Syafiq menilai hal itu cukup mem­ba­haya­kan. “Karena pada tingkat itu kan mereka sifatnya masih mencerna dan belum bisa berpikir kritis,” jelasnya.

Ia mengaku belum menge­tahui motif atau maksud me­nga­pa penulis buku dapat ceroboh seperti itu. “Kalau ini wacana nyeleneh, mungkin akan ke pengadilan. Kalau ternyata hanya untuk menarik perhatian atau salah cetak, pasti akan cepat hilang (isu),” jelasnya.

Diketahui bahwa buku sekolah dasar yang diduga sesat tersebut diterbitkan Grafindo Media Pratama dan disusun oleh Fauzi Abdul Ghofur serta Masyhudi. Pada halaman 86 buku yang mereka publikasikan, tepatnya pada sub bab tentang nabi dan rasul, tertera bahwa Nabi Muham­mad adalah nabi ke-13. Se­dang­kan nabi urutan terakhir adalah Isa AS.

Orangtua Resah

Beredarnya buku PAI un­tuk kelas 5 tingkat SD yang di­nilai menyesatkan itu, tak ayal membuat para orangtua yang anaknya bersekolah di tingkat SD resah dan menge­cam beredarnya buku terse­but. Pangundian Harahap (48) mengakui, dia menge­tahui adanya kesalahan sete­lah anaknya yang duduk di ke­las 5 SD sedang meng­ha­falkan nama-nama Rasul Allah se­suai dengan urutan­nya.

Sete­lah men­denga­rkan­nya, dia terkejut dan langsung mem­beri nasehat bahwa Nabi Mu­hammad SAW bukan nabi ke-13, tapi nabi terakhir (25). Na­mun anaknya menjawab bah­wa itu sesuai dengan isi yang terkandung dalam buku pelajaran mereka.

“Buku itu menyesatkan, karena di buku itu Nabi Muhammad berada di urutan yang ke-13, dan Nabi Isa ke-25,” ujarnya. Sebagai orang­tua, dirinya sangat mengecam atas pener­bitan buku tersebut yang dinilai bisa menim­bul­kan kesesatan sebab dipelajari oleh siswa di tingkat SD yang masih memiliki nalar pen­didikan agama cukup rendah.

Dihubungi terpisah, Kasi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Cabang Kabupaten Paluta mengaku sudah mendengar tentang informasi terkait buku tersebut, namun hingga saat ini belum pernah melihatnya secara langsung.

Sementara itu, Kadis Pen­didikan Paluta Umar Pohan membenarkan adanya infor­masi terkait. Namun, ia me­ngakui belum pernah meli­hatnya buku itu sama sekali. Meski begitu, jika memang ada buku pelajaran Agama Islam yang menyimpang pi­hak­nya akan segera mena­riknya dari seluruh sekolah. (h/okz/rol)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]