Tegas, Bukan Berarti Kasar


Jumat, 29 Januari 2016 - 04:00:11 WIB

Setiap kepala daerah, saat menjadi calon dipastikan punya agenda kerja yang disiapkan dalam bentuk visi dan misi. Ketika terpilih, hal itu akan di­implementasikan dalam bentuk program kerja yang disesuaikan dengan kebijakan di setiap bidang tugas jajarannya, dengan pe­tunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis­nya.

Dalam perjalanannya, tekanan politik serta berbagai bentuk tekanan lainnya bisa saja menjadi batu sandungan. Hanya saja, jika political will masih bisa menjadi kunci untuk menjalankan program-program yang telah diimpikan, karena momen saat ini, adalah momen untuk berbuat, bukan sekedar mentraktir warga minum kopi di kadai atau manggusuk-gusuk punggung warga, atau menggendong balita,lalu up date di media sosial.

Bicara soal hasil Pilkada, tentu kita masih menunggu waktu pembuktian dari mereka-mereka yang sudah jadi pilihan masyarakat saat Pilkada lalu. Mereka baru memasang kuda-kuda untuk merangkak, bangkit, lalu berlari memberikan peruba­han, seperti apa yang telah mereka koar-koarkan selama ini.

Sejenak, mari kita lihat apa yang sudah dilakukan kepala daerah yang masih mengemban tugas saat ini di ranah minang. Dari catatan yang ada, sejumlah kepala daerah yang sudah menjalankan tugaskan 2-3 tahun sejak terpilih, mulai dari Menta­wai, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kota Sawahlunto serta Kota Pariaman.

Ada perkembangan yang bisa digaris­ba­wahi terhadang trackrecord masih-masing kepala daerah yang kini tengah  bertugas itu, ada yang kerjanya tampak gonta ganti kabinet saja ada pula kerjanya yang mungkin sekedar gusuk-gusuk pung­gung warga sambil keluar masuk kampung, tak lupa menyantuni.

Suka tidak suka, indikator penting atas sebuah proses pembangunan ada di sektor fisik. Sektor ini memberikan nilai tegas atas keberhasilan kepemimpinan kepala daerah. Sektor lain, bukannya diabaikan, tapi nyaris tak terlihat, seperti pembangunan akhlak dan mental.

Saya melihat kepala daerah Sawah­lunto, Pariaman dan Kota Padang yang tentunya menarik untuk diperbincangkan. Yang paling dekat dengan kita hari ini, adalah Padang. Pantas kiranya kita meng­apresiasi langkah-langkah yang dilakukan walikota untuk melakukan pembenahan terhadap Padang.

Pantai Padang yang dianggap “sulit”  untuk dibereskan, kini sudah berangsur tacelak. Saya pernah tak habis pikir bagaimana “mengusir” mereka-mereka yang “sudah nyaman” di pantai. Tapi kini, sudah bisa terlaksana. Dalam waktu dekat, seluruh bangunan di bibir pantai Padang akan beres, bersih, seperti pantai Losari di Makassar nan ternama itu.

Lalu, persoalan pasar satelit yang belakangan cenderung “maruk” memakan badan jalan untuk berjualan. Sepanjang pekan ini, Pasar Lubuk Buaya sukses “dibereskan”, kendati belum 100 persen. Tapi, pantas kiranya upaya ini diacungi jempol. Tegas untuk menjalankan sikap demi kepentingan publik, bukan berarti kasar terhadap publik. Jangan ciptakan ruang untuk negosiasi. Gesekan, mungkin atau pasti ada. Tapi jika dilandasi, political will demi kepentingan orang banyak diyakini perubahan bisa terjadi. Tapi instrument selanjutnya yang paling penting adalah mengawasi. (*)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]