Hilang di Padang, Mahasiswi Ditemukan di Penginapan


Jumat, 29 Januari 2016 - 04:19:43 WIB

BUKITTINGGI, HALUAN - Setelah sempat dinyatakan hilang sejak Senin 25 Januari 2016 lalu, mahasiswa Padang bernama Alfiqur Rahmatia Idaman panggilan Yaya (20) akhirnya ditemukan petugas Polres Bukittinggi sekitar pukul 22.30 WIB, Kamis (28/1). Yaya ditemukan bersama teman prianya bernama Wahyu Rian Syahputra (19) yang juga berstatus mahasiswa di Kota Padang, di salah satu tempat penginapan di Kota Bukittinggi.

Ketika ditemukan, sepasang sejoli ini kemudian dibawa ke Mapolres Bukittinggi untuk dimintai keterangan. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor matic jenis Honda Beat warna hitam-orange dengan nomor polisi BA 6607 BR, yang merupakan kendaraan yang dipakai pasangan itu.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Hendro mengatakan, setelah mendeteksi keberadaan mahasiswa yang dilaporkan hilang itu, pihaknya segera bergerak ke titik yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan Yaya. Benar saja, setelah mengecek di salah satu penginapan di Kota Bukittinggi, Yaya ditemukan bersama teman prianya.

“Setelah ditemukan, mereka lalu kami bawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan. Sekitar pukul 04.00 WIB Kamis dinihari, kepolisian dari Polsek Padang Timur Kota Padang datang bersama keluarga kedua pasangan itu untuk men­jemput mereka. Memang, kasus kehilangan Yaya ini telah dila­porkan dan ditangani oleh Polsek Padang Timur,” ujar AKP Hendro.

Sementara itu, teman pria Yaya bernama Wahyu menjelas­kan, dirinya bersama Yaya me­ning­galkan Kota Padang dengan maksud untuk menenangkan pikiran, karena sebelumnya me­reka berdua terlibat cekcok.

Namun Wahyu mengakui, Ia sempat bingung dan tidak tahu harus kemana membawa Yaya, sehingga ketika tiba di Kota Bukittinggi, mereka akhirnya sepakat untuk mencari tempat penginapan untuk bermalam.

“Kami memang sempat ber­tengkar. Karena kesal, waktu itu saya mematahkan kartu telepon saya dan Yaya. Namun karena Yaya ngotot ingin menghubungi keluarganya, maka kami beli kartu baru. Saat itu, Yaya bilang ke keluarganya jika Ia pergi bersama Yaya,” ucap Wahyu.

Wahyu menceritakan, dari kam­pungnya di kawasan Tiku Agam, ia ke Kota Padang pada Senin (25/1) untuk menjemput Yaya dan tiba di tempat yang dijanjikan di Kota Padang di kawasan Tabing  sekitar pukul 11.30 WIB.

Sesampainya di Padang, Yaya sempat menolak ketika ingin dibawa Wahyu. Namun dengan dalih ingin menenangkan pikiran setelah mereka bertengkar, akhir­nya Yaya menurutinya. Namun waktu itu Wahyu mengakui tidak tahu harus membawa Yaya kemana.

“Kami pergi tanpa tujuan yang jelas, hingga kami akhirnya tiba di Kota Bukittinggi sekitar pukul 18.00 WIB. Karena mau malam, kami lalu cari penginapan yang murah, karena saya hanya membawa uang sekitar Rp1,5 juta. Uang itu telah habis untuk sewa penginapan dan makan minum kami selama berada di Bukittinggi,” tutur Wahyu.

Ia menegaskan, Ia mem­bawa Yaya hanya untuk mene­nangkan pikiran, bukan untuk berbuat mesum. Ia juga mengaku memper­lakukan Yaya sebagai seorang pacar, bukan semacam suami istri.

Terkait permasalahan yang membuat heboh media sosial ini, Kanit Reskrim Polsek Padang Timur, Iptu Jaswir mengatakan, kasus ini akan ditangani oleh Polsek Padang Timur

“Sesuai dengan laporan pihak keluarga pada pihak kita, yang menyatakan kecemasannya kare­n­a tidak ada kabar dari Yaya sejak Senin lalu, kita juga akan mem­prosesnya di Padang Timur, dan keduanya di bawa ke Padang Timur,” ungkapnya.

Kakak Yaya, Medli mengaku bersyukur adiknya telah dite­mukan. “Alhamdulillah Yaya sudah berhasil di temukan. Un­tuk saat ini korban belum bisa diwawancarai secara langsung karena kondisi psikologi korban yang masih belum stabil,” kata kakak dari Yaya, Medli (35) kepada media di Polsekta Padang Ti­mur, Kamis (28/1) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya beredar broad­cast mesagge (BC) di media sosial mengenai hilangnya seo­rang mahasiswi di Kota Padang. Berdasarkan BC tersebut, Yaya terakhir pamit meninggalkan rumah ke kampus pada Senin (25/1) dengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat dengan nomor polisi (Nopol) BA 6607 BR. .(h/wan/mg-adl)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 03 Agustus 2020 - 13:59:50 WIB

    Terkait Hilangnya PAP Waduk Koto Panjang, Andre Rosiade Pertanyakan Hak Sumbar ke Menteri BUMN dan PLN

    Terkait Hilangnya PAP Waduk Koto Panjang, Andre Rosiade Pertanyakan Hak Sumbar ke Menteri BUMN dan PLN HARIANHALUAN.COM – Anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade mempertanyakan hilangnya hak Sumatra Barat terkait pajak air permukaan (PAP) waduk Koto Panjang  kepada Menteri BUMN Erick Thohir dan direksi PT PLN. Pa.
  • Sabtu, 18 Juli 2020 - 22:48:31 WIB

    Hari Kedua Pencarian, Zainal yang Dikabarkan Hilang di Tiku V Jorong Belum Ditemukan

    Hari Kedua Pencarian, Zainal yang Dikabarkan Hilang di Tiku V Jorong Belum Ditemukan HARIANHALUAN.COM - Hari kedua pencarian Zainal (35) warga Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam yang hilang saat mencari lokan di Batang Masang kemaren siang, tidak membuahkan hasil, pads Sabtu (18/7/2020)..
  • Selasa, 10 Desember 2019 - 15:50:39 WIB
    Keadilan untuk Iwan Mulyadi Tuntas Setelah 12 Tahun

    Iwan Mulyadi: Saya Kehilangan Sosok Pengayom Seperti Irjen Fakhrizal

    Iwan Mulyadi: Saya Kehilangan Sosok Pengayom Seperti Irjen Fakhrizal PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Irjen Pol Fakhrizal mengakhiri perjuangan Iwan Mulyadi, korban salah tembak anggota Polsek Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat. Iwan Mulyadi mengalami cacat setelah mengalami kejadian te.
  • Selasa, 06 Maret 2018 - 10:01:49 WIB
    DAMPAK KEK MESTI “DIKUNYAH” LAMA

    Jangan Hilangkan Identitas Mentawai

    Jangan Hilangkan Identitas Mentawai Perencanaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mentawai mesti baik untuk pengembangan wisata, ditakutkan banyak orang akan menghilangkan identitas asli Mentawai. Selain itu, privatisasi penuh yang diberikan kepada swasta dicemaskan.
  • Selasa, 20 Desember 2016 - 00:25:02 WIB
    BANTING STIR JADI PENCARI BATU

    Petani Situjuah Kehilangan Harapan

    SITUJUAH, HALUAN — Kekeringan yang melanda Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota mulai berdampak ke perekonomian masyarakat. Puluhan petani yang dulunya menggantungkan hidup dari hasil sawah dan ladang, k.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]