Disertai Badai

Sumbar Dilanda Banjir dan Longsor


Jumat, 29 Januari 2016 - 04:21:42 WIB

Cuaca ekstrim berupa hujan dan angin kencang terus melanda sejumlah daerah di Sumbar. Akibatnya, terjadi bencana longsor, banjir  hingga badai di Tanah Datar dan Solok Selatan serta Dharmasraya. Sementara di Pesisir Selatan akibat badai, sebatang pohon beringin berukuran besar, tumbang dan merusak rumah warga.

SOLOKSELATAN, HALUAN — Banjir dan longsor yang terjadi di beberapa daerah itu diawali hujan yang tak kunjung reda sejak Rabu (27/1) malam hingga Kamis (28/1) siang. Di Solok Selatan (Solsel), tepat­nya di Jorong Liki Atas, Nagari Lubuk Gadang Selatan hujan deras ini memicu terbannya tebing di perbukitan di jorong itu. Akibatnya, dua unit rumah warga sekitar diterjang longsor sekitar pukul Kamis pukul 04.00 WIB.

Peristiwa ini membuat peng­huni rumah, Rosneli (39) bersama keluarganya yang te­ngah tertidur pulas panik. Ia tersentak lebih awal dan mem­bangunkan seluruh anggota keluarganya.

“Saya tidur di lantai atas dan tersentak  ketika mendengar suara gaduh mendekat ke rumah. Beruntung, tak satupun  anggota keluarga saya yang jadi korban. Hanya saja, lantai satu rumah sudah dipenuhi lumpur,”katanya.

Menurut pantauan Haluan, dua unit rumah tersebut dipe­nuhi lumpur setinggi sekitar 50 cm. Lumpur itu tampak dari teras hingga dapur. Sementara pera­botan dan peralatan elektronik telah diselamatkan ketempat yang lebih aman.

Kepala BPBD Solsel, Edi­torial mengatakan akibat inten­sitas hujan menjadikan tebing terban karena debit air yang terus meningkat.”Kejadian ditempat yang sama merupakan kejadian untuk ketiga kali, sebelumnya juga pernah mengalami long­sor,”tandasnya.

Sementara, Walinagari Lubuk Gadang Selatan, Ari Hendratno memperkirakan longsor itu dipi­cu adanya alih fungsi lahan di atas tebing itu. Dahulu, lahan tersebut merupakan ladang warga, tapi telah dijadikan areal persawahan. “Akibatnya, timbul retakan-retakan tanah tersebut tidak mampu menahan debit air dan mengakibatkan tebing ter­ban,” katanya.

Selain longsor, Solok Selatan juga dilanda banjir. Banjir yang juga membawa materil tanah itu menggenangi gedung DPRD Solsel dan Mapolres yang ada di sebelahnya. “Lumpur setinggi mata kaki memasuki tiga rua­ngan pimpinan DPRD dan me­ren­dam karpet serta mengge­nangi mobiler yang ada di rua­ngan,”kata pimpinan DPRD Solsel, Armen Syah Johan saat dihubungi Haluan.

Ia menilai, kejadian ini dise­babkan tidak tersedianya drai­nase yang cukup baik di jalan yang ada di halaman gedung DPRD. “Hal ini pernah saya sampaikan ke Sekwan,  tapi belum ada tindaklanjutnya. Kami minta pihak terkait membuat drainase yang baik agar masalah ini bisa diatasi,”katanya

Banjir tak hanya terjadi di Solsel. Di Kabupaten Tanah Datar tepatnya di Kecamatan Tanjung Ameh dan Limo Kaum, ratusan hektare sawah keban­jiran. Bahkan di tiga nagari pada Kecamatan Tanjuang Ameh, yakni Nagari Saruaso,Koto Ta­ngah dan Tanjung Barulak. Petani setempat khawatir mereka akan mengalami gagal panen karena padi yang sedang menghijau menjadi tenggelam dan disapu material lumpur.

Salah seorang warga Nagari Saruaso M Yanus Malin Malano menyebutkan, lahan sawah warga di Jorong Saruaso Timur seluas 20 hektar menjadi rata dengan air, tanaman padi yang baru saja ditanam hanyut terbawa arus air.

Camat Tanjung Emas Alvi Sandri kepada Haluan di Batu­sangkar kemarin menyebutkan, akibat hujan turun dengan durasi cukup lama telah berakibat arus air yang mengalir pada tali ban­dar di persawahan cukup besar.

Hujan lebat sepanjang Kamis juga mengakibatkan arus air melimpah ke badan jalan raya di Nagari Lima Kaum, tepatnya di sepanjang ruas jalan depan kam­pus IAIN Batusangkar. Kare­nanya,  arus lalu lintas dari pagi hingga siang sempat macet.

Bahkan, pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Dae­rah) setempat harus menge­rah­kan satu unit mobil pemadam untuk menyedot genangaan air di komplek kantor Bupati Tanah Datar Jln.Sultan Alam Baga­garsyah Pagaruyung.

Sementara itu dari Kabu­paten Sijunjung, kendati belum tertimpa banjir dan longsor, pihak BPBD setempat menghim­bau warga selalu wasapada terha­dap fenomena alam seperti hujan disertai petir dan angin kencang yang terjadi beberapa hari ter­akhir di wilayah Kabupaten Sijunjung

Menurut Kepala BPBD Her­di­wan SP potensi bencana ini sangat sulit diprediksi. Selain waktu, lokasi terjadinya bencana­pun belum dapat diketahui. “Ka­re­na kondisinya yang tidak pasti ini, kami meminta masyarakat untuk selalu waspada,” katanya.

Sedangkan di Kabupaten Dharmasraya, lima jorong teren­dam banjir menyusul meluapnya debit air sungai di sekitar jorong tersebut. Dari pantauan haluan di lapangan, selain air sungai me­luap menyebabkan banjir, juga terjadi tanah longsor. Bencana alam itu terjadi di Kecamatan Tiumang tepatnya di Jorong Bukit Harapan  Mulia, Keca­matan Padang Laweh tepatnya di Jorong Sopan Jaya, Jorong Bumi Raya dan Jorong Kayu Aro.

Ketinggian air di  tiga  Keca­matan tersebut bervariasi antara setengah meter hingga satu meter, Akibatnya ratusan rumah warga terendam banjir. Tidak ada kor­ban jiwa dalam musibah banjir tersebut, namun satu unit mobil pick up yang nekad menerobos banjir tepatnya di Sopan Jaya terpaksa “diparkir”di lokasi banjir karena mobil tidak bisa jalan dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pe­milik terpaksa meninggalkan mobil tersebut. 

“Satu unit perahu karet kita sudah kita distribusikan ke Sopan Jaya untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, siapa tahu ketinggian air meningkat dan warga perlu dievakuasi, namun kita berharap agar hujan berhenti sehingga banjir tidak meluas dan air segera susut,”kata Kepala BPBD Dharmasraya Soewandi.

Pohon Tumbang

Sebuah rumah milik Anggota DPRD Pessel periode 2009-2014, Rajabul Ichsan tertimpa pohon besar yang tumbang akibat badai Kamis (28/1). Kejadian tumbangnya pohon tersebut sekitar Pukul 03.00 WIB di Gantiang Mudiak Selatan Su­rantiah Kecamatan Sutera.

Selain merusak rumah, po­hon tersebut membelintang dija­lan dan menutup akses Suran­tiah-Langgai. Kendaraan tidak bisa melintas hingga pukul 13.00 WIB karena pohon terlalu besar dan pengerjaan menyingkirkan kayu memang sedikit tersendat.

Walinagari setempat Syafrin­tal menyebutkan, penghuni ru­mah selamat dari tragedi terse­but.”Ya, alhamdulillah seluruh penghuni selamat. Tidak ada satupun yang terkena pohon,” katanya.(h/jef/emz/har/ogi/mg-bdr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]