In Memoriam Hj Mukhniarti Basko

Sosok Sederhana dan Dekat dengan Masyarakat


Jumat, 29 Januari 2016 - 04:23:12 WIB
Sosok Sederhana dan Dekat dengan Masyarakat

Kepergian al­­marhumah Hj Mukhniarti me­­nyisakan ke­san men­da­lam bagi mas­yarakat. Semua merasa kehilangan dengan kepergian anggota DPR RI daerah pe­milihan Riau. Di mata se­jumlah kenalan dekatnya, ada sejumlah sifat pada sosok almarhumah yang patut dija­dikan suri teladan.

Di mata sesama aggota DPR RI dapil Riau, Edy Tan­jung, almarhumah dinilainya sebagai sosok srikandi yang baik hati.

“Beliau orangnya baik, supel, melindungi dan menga­yomi masyarakatnya. Kita benar-benar merasa ke­hila­ngan sosok srikandi, kakak dan  bundo kanduang yang banyak mem­bantu dan berjuang untuk kepen­tingan masyarakat Riau,” ujarnya.

Edy sendiri sudah lama kenal dengan almarhumah dan suami, H Basrizal Koto. Bahkan jauh sebelum IKMR berdiri. Banyak momen yang berkesan dengan almar­hu­mah. “Seperti saat kita ber­kumpul di rumah ga­dangnya, beliau selalu menjamu kita de­ngan ramah tamah dan masakan­nya enak-enak. Orang­nya sangat baik, bah­kan beliau tidak sung­kan untuk mengangkat piring untuk kita,” kenangnya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman, almar­humah sa­ngat dekat dengan masya­rakat dan tidak segan-segan hadir langsung di tengah-tengah masyarakat.

“Kami merasa kehi­la­ngan sosok yang mau turun ke tengah masyarakat, makan bersama masyarakat dan hasil karya beliau sudah banyak membangun jalan semenisasi bersama saya dan menjalankan kegiatan sosial lainnnya. Kami merasa ke­hi­la­ngan,” ujarnya.

Mantan Anggota DPRD Pe­kan­baru ini berharap, agar sosok pengganti sosok bisa melanjut­kan program beliau nantinya mem­pur­juangkan aspirasi mas­ya­rakat. “Kita harap pengganti almarhum, sama seperti  beliau,” ujar Dedet

Senada dengannya, H Djufri Hasan Basri, tokoh masyarakat yang juga ang­gota Dewan Pena­sehat IKMR, sosok Mukhniarti patut men­jadi suri tauladan. Hing­ga akhir hayatnya, al­mar­­humah  tetap mem­per­juang­kan aspirasi ma­sya­rakat.

“Kami tentu sangat ke­hila­ngan dengan kepergian beliau, dan tentu mungkin akan sulit mendapatkan peng­ganti beliau,” ujar Djufri.

Semasa hidupnya, ia meru­pakan sosok yang mem­baur de­ngan ma­sya­rakat, baginya jabatan bu­kanlah suatu hambatan un­tuk bisa ikut tergabung di­kerumunan masyarakat, di jalan, pengajian dan ma­jelis taklim, bahkan dite­ngah pasar sekalipun.

Sementara itu, anggota De­wan Penasehat IKMR lainnya, Iqbal Ali menilai Eti Basko adalah sosok yang sangat sayang dengan keluarga khususnya ke­dua orangtua. Namun Eti juga memiliki kemauan yang tinggi dan semangat dalam mencapai tujuannya.

“Ia tidak pernah malu dalam bertanya apabila saat itu memang butuh pendapat dari orang lain. Saya sangat tersanjung, karena dengan semua yang dimilikinya ia tidak pernah menganggap remeh orang lain. Bahkan ia selalu menghargai orang yang lebih tua darinya, meski orang tersebut adalah saha­bat dari suaminya,” ujarnya.

Di mata Ketua PWI Riau, Dheny Kurnia, almar­humah adalah sosok yang mem­perjuang­kan kepentingan dan kemas­lahatan. Meski sudah berkecuku­pan secara materi, na­mun almar­humah tak per­nah diam dan selalu berjuang untuk rakyat melalui lem­baga DPR RI.

“Saya sudah ikut beliau su­dah hampir enam tahun. Di DPR beliau memang berjuang untuk rakyat dan betul-betul memper­juang­kan rakyat, karena tujuan­nya memang hanya untuk ke­pen­tingan dan kema­s­la­hatan rakyat,” ujarnya.

Untuk masyarakat, alma­r­­hu­mah sudah mem­berikan berba­gai bantuan. Se­p­erti ambulans, pem­bangunan jalan, penerangan, seme­nisasi jalan dan lain­nya. “Itu sudah menun­juk­kan bukti komit­men Ibu yang terus dijaganya,” tam­bahnya.

Rasa kehilangan juga diung­kap­kan Walikota Pe­kan­baru, Firdaus. “Beliau adalah srikandi dan juga bun­do kanduang bagi ma­syarakat Pekanbaru bersuku Minang. Almarhumah juga seo­rang politisi tangguh,” ke­nang­nya.

Hal senada juga diung­kap­kan mantan Walikota Pekanbaru Herman Ab­dul­lah. “Sebenarnya tenaga dan fikiran almarhumah, masih sangat dibutuhkan oleh selu­ruh masyarakat Riau dan Pekanbaru. Tapi Sang Pen­cip­ta berkehendak lain, be­liau telah pergi me­ninggalkan kita semua,” ujarnya.

“Kita sama bisa lihat ketang­gu­han dari ala­mar­humah, awal­nya dari se­orang pengusaha bersama suaminya Pak Basko dite­ngah kesibukan tetap  sang­gup mengurusi rumah tang­ganya dengan baik. Lebih hebat, dengan karir politik yang dimiliki, al­marhumah bisa menduduki kursi di DPRD dan terus lanjut ke DPRRI, ini bukan suatu hal yang mudah untuk diraih. Untuk itu kembali saya mengatakan Riau ke­hi­la­ngan sosok wanita hebat dan tangguh,” tambahnya.

Sedangkan Bupati Siak, H Syamsuar, almarhumah juga dikenal sebagai sosok yang penuh perhatian ke­pada masyarakat dan murah senyum.

“Masih terasa oleh kita mas­ya­rakat Riau yang me­nge­nal beliau baik sebagai Bundo Kan­duang, sering turun ke daerah, baik dulu sebagai anggota DPRD Riau dan Anggota DPR RI yang ikut memperhatikan pemba­ngu­nan daerah Riau,” ujarnya.

Hj. Muhkniarti me­mi­liki kesan tersendiri bagi warga Siak, turunnya beliau ke beberapa daerah Wilayah Siak merupakan bukti per­hatian atas kondisi ma­sya­rakat dan pembangunan yang berlangsung di Siak. Menu­rut H. Syamsuar jasa itu akan dikenang masya­rakat. (hr/bbs/tim)

 

Laporan:
TIM HALUAN RIAU
 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]