Ikut Bangun Ekonomi Sumbar

Kiprah Tionghoa Tak Diragukan


Sabtu, 30 Januari 2016 - 00:58:37 WIB

PADANG, HALUAN — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar menilai, etnia Tiong­hoa turut memberikan sumbangan besar bagi laju pertumbuhan ekonomi (PE) di Sumbar. Banyak sektor ekonomi yang ter­nyata sudah digeluti oleh warga Cina ke­turunan ini, mulai dari perdagangan hingga industri.

Hal senada juga di­ung­kap Pengamat Ekonomi dari Univeritas Bung Hatta, Niki Lukviarman yang men­yebut, etnis Tionghoa sang­at  berpengaruh dalam laju perekonomian Sumbar. Ba­h­kan mereka menguasai perekonomian lokal.

“Pembauran antara etnis Tionghoa dengan masya­rakat pribumi selama ini berjalan dengan baik. Pem­bauran selama bertahun-tahun ini secara sosialnya membentuk suatu keter­gantung­an. Seperti halnya dalam bidang perdagangan dan industri,” terang Ketua Kadin Sumbar, Asnawi Ba­har kepada Haluan Kamis (28/1) siang di Padang.

Lebih lanjut dikatakan­nya, banyaknya warga etnis Tionghoa yang memegang peranan penting dalam sek­tor ekonomi baik nasional maupun lokal. Ini tentunya tidak berjalan sendiri, di­ma­na mereka membutuhkan masyarakat pribumi sebagai pekerja dan juga sebaliknya.

“Sehingga muncul kon­sep kemitraan antara etnis Tionghoa dengan pribumi. Dimana mereka sebagai pengusaha atau pedagang besar membutuhkan pe­ma­sok bahan mentah dari ma­sya­rakat lokal. Seperti sawit, karet, rempah dan lainnya,” terang Asnawi yang akrab disapa Ucok ini.

Hanya saja ke depan, pemerintah perlu turun tangan dalam konsep ke­mitraan ini, agar pembauran yang terjadi tidak menjadi awal keretakan hubungan kedua belah pihak. Karena tanpa di­sadari, sudah ada perbedaan yang menimbulkan kesenjangan an­tara kaya dan miskin.

“Hal ini nanti yang kita do­rong ke pemerintah, agar pem­bauran yang telah berlangsung semenjak puluhan tahun itu tidak rusak karena adanya ke­cem­buruan akibat kesenjangan ter­sebut,” katanya.

Namun tak dipungkiri bany­ak hal positif yang dapat diserap oleh warga lokal dari etnis Tiong­hoa ini yaitu semangat, keuletan, dan ketekunannya dalam berusaha.

“Sebenarnya hampir mirip dengan orang kita yang juga berjiwa pedagang. Tapi penting juga untuk mempelajarinya,” katanya mengakhiri.

Sementara Niki yang juga Rektor UBH ini mengatakan, penyedia atau distributor ke­butu­han rumah tangga itu juga banyak dari masyarakat lokal. Tetapi yang lebih dominan tetap dilaku­kan oleh etnis Tionghoa.

“Misalnya pedagang grosir besar yang menyediakan kebutu­han minyak goreng, terigu, dan sembako lainnya, lebih banyak dijalankan orang cina. Orang kita biasanya lebih pada penyediaan beras, dan itu bisa dikatakan tidak terlalu dominan,” papar Niki.

Dan satu hal yang membuat etnis Tionghoa bisa sukses dan bahkan menguasai pere­kono­mian lokal adalah, karena etos kerja yang dianut. Etnis Tionghoa umumnya mengutamakan keju­juran di atas segalanya. Sekali saja bertindak tidak jujur, bisa mengi­kis kepercayaan mereka pada pihak yang diajak bekerjasama.

“Kejujuran yang mereka mi­liki adalah suatu yang patut dicontoh.  Jika bisa melakukan hal yang sama seperti dilakukan pengusaha dari etnis keturunan ini, hal yang sama bukan tak mungkin bisa didapat oleh orang kita (menguasai ekonomi lo­kal),” tandas Niki.

Pendapat berbeda disam­pai­kan Pengamat Ekonomi UNP, Agus Irianto. Menurut Agus, jika dilihat di Indonesia secara ke­selu­ruhan, etnis China memang bisa dikatakan sukses. Namun khusus untuk Sumbar, sebutnya, pengaruh etnis China dan masya­rakat pribumi dalam bidang perekonomian tak jauh berbeda.

Hal itu bisa dilihat dari bi­dang usaha yang digeluti etnis ini. Di Sumbar etnis China lebih banyak menjalankan suatu usaha atau bidang saja.

“Jika bergerak di bidang oto­motif, ya mereka lebih cen­de­rung di situ saja. Begitu juga penjual kebutuhan pokok, me­reka bia­sanya bertahun-tahun menjalan­kan usaha yang sama. Sebahagian dari mereka bahkan ada yang menjalankan karena usaha  tu­runan dari keluarga,” ujarnya.

Kendati menilai etnis Tiong­hoa tak terlalu berpengaruh da­lam pertumbuhan ekonomi Su­m­bar, namun Agus tak me­nam­pik ban­yak hal yang bisa di­con­toh  dari etnis China. Beberapa diantaranya tentang kedispilinan, hemat, dan sikap pekerja keras mereka.

“Sebagai contoh, orang cina itu jika mengambil sesuatu di dagangan mereka untuk kebutu­han sendiri, biasanya itu dicatat dengan jelas.  Hal itu biasanya cenderung sulit dilakukan orang kita. Kalau diambil ya diambil saja,” pungkasnya. (h/isr/len)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]