Pelabuhan Panasahan dan Tiram Antri

Teluk Tapang Prioritas Dituntaskan


Sabtu, 30 Januari 2016 - 01:02:31 WIB
Teluk Tapang Prioritas Dituntaskan PELABUHAN Penasahan dipersiapkan jadi pelabuhan bongkar muat CPO. Namun tahun ini pembangunannya belum menjadi prioritas. Sesudut pembangunan dermaga Panasahan memanfaatkan APBN Rp22,9 miliar. (M JONI)

PADANG, HALUAN —Pe­la­buhan laut memiliki arti penting bagi lalu lintas ba­rang di daerah ini. Sejarah masa lalu telah diukir me­la­lui keberadaan Pelabuhan Teluk Bayur. Namun seiring waktu, jarak tempuh ke Teluk Bayur terasa jauh dari daerah paling ujung Sum­bar, seperti Pasaman Barat dan Pesisir Selatan.

Di kedua daerah itu pun akhirnya dibangun sebuah pelabuhan. Hanya saja, Di­nas Perhubungan dan Ko­m­info Sumbar lebih fokus untuk percepatan penye­lesaian pelabuhan Teluk Tapang di Pasaman Barat.

Sedangkan pelabuhan lainnya, seperti Pelabuhan Panasahan (Pessel), Tiram (Padang Pariaman) dan pe­la­­buhan di Mentawi, me­mang belum jadi prioritas tahun ini. Saat ini Dis­hub­kominfo Sumbar tengah melengkapi persyaratan dan juga izin lainnya.

“Kita fokus me­nuntas­kan pembangunan Pelabu­han Teluk Tapang. Bila pe­nger­jaan semua faslitas pe­ndukung rampung, maka Pelabuhan Teluk Tapang akan difungsikan optimal pada 2018,” kata Kepala Dinas Per­hubungan dan Kominfo Sumbar, Amran dihubungi Jumat (29/1).

Pelabuhan Teluk Tapang be­rada di Nagari Air Bangis, Ke­cam­atan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat. Mulai dikerjakan tahun 2008. Namun pe­kerjaan­nya terhenti sejak 3 tahun bela­kangan karena akses jalan se­panjang 42 kilometer menuju pelabuhan tersebut belum tuntas.

Menurut Kepala Dinas Per­hubungan dan Informatika Pa­saman Barat, Bobby P Riza, pelabuhan tersebut luasnya 155 hektar, meliputi lahan CPO, lahan curah kering, areal per­kantoran, sarana tele­ko­muni­kasi, instalasi air bersih, gardu listrik, fasilitas PKM dan rambu pelayaran,ruang terbuka hijau, gudang tertutup, lapangan pe­numpukan, terminal cargo, serta peralatan bongkar muat.

“Saat ini, pembangunan Pela­buhan Teluk Tapang terhenti. Kementerian Perhubungan tidak mau mengucurkan dana sebelum akses jalan sepanjang 42 kilo­meter menuju pelabuhan se­lesai,” terang Bobby Riza.

Pembangunan pelabuhan itu, lanjut Bobby, hanya tinggal pen­ye­le­saian saja dengan dana se­kitar Rp30 miliar lagi. Namun untuk pembangunan jalan me­nuju pelabuhan dibutuhkan dana hingga Rp400 miliar lagi.

Rencananya, komoditas uta­ma yang akan diangkut melalui pelabuhan ini adalah sawit. Na­mun tidak tertutup ke­mung­kinan mengangkut hasil pe­rikanan dan barang lainnya.

Ditambahkan Amran, untuk jalan itu, pihaknya menargetkan rampung tahun ini. Karena ka­bar­nya, Pemkab Pasbar sudah men­yiapkan anggaran Rp50 miliar dari DAK. Tapi dana ini masih kurang. Setidaknya butuh hingga Rp100 miliar lebih. Pi­hak­nya juga sudah koordinasi dengan Disprasjaltarkim Sumbar.

Pelabuhan Panasahan

Sementara pembangunan Pelabuhan Panasahan di Pesisir Selatan, belum bisa difungsikan secara optimal. Pelabuhan ini dipersiapkan untuk melayani aktivitas bongkar muat komo­ditas Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari Pessel, sehingga tak perlu jauh-jauh ke Pelabuhan Teluk Bayur. Apalagi secara teknis, Pelabuhan Pana­sa­han lebih bagus dari beberapa pela­buhan lainnya di Sumbar, ter­masuk Teluk Bayur.

Namun untuk men­jadikan­nya pelabuhan yang representatif dan melayani lalu lintas kapal ber­skala internasional, jelas mem­butuhkan dukungan pihak swasta. Terutama untuk meleng­kapi sarana dan prasarana yang di­pastilan membutuh biaya besar.

“Panasahan belum bisa di­fungsikan secara optimal. Hal ini terkait fasilitas pelabuhan yang belum memadai dan mesti di­lengkapi lagi agar dapat ber­fungsi sebagai pelabuhan bong­kar muat barang,” kata Pj Bupati Pessel, Alwis melalui Kepala Dinas Perhubungan dan Infor­kom Pes­sel, Iqbal Rama Dipayana.

Pelabuhan Panasahan pun statusnya masih pelabuhan pe­ngumpan, dan perlu ditingkatkan menjadi pelabuhan pengumpul. Pemkab Pessel telah me­ngusul­kan peningkatan status Pela­buhan Panasahan ini ke Menteri Pehubungan cq.Direktorat Jen­dral Perhubungan Laut melalui Gubernur Sumbar, dan men­jadikannya sebagai pelabuhan regional pengangkut barang dan penumpang.

Untuk men­jadikan­nya se­bagai pelabuhan tran­sit bagi kapal yang datang dari berbagai daerah, dibutuhkan berbagai perbaikan, terutama lokasi kapal besar bersandar sehingga tidak menganggu kapal lain yang ke­luar masuk pelabuhan tersebut.

“Saat ini, Pelabuhan Pana­sahan dimanfaatlkan oleh  se­bagian pengusaha untuk lokasi bongkar pupuk bersubsidi, tem­pat memuat bahan galian C (ba­han bangunan), batu bara, me­la­yani jadwal kapal perintis (pe­num­pang) dan lainnya,” katanya.

Dikatakan, Pemkab Pessel telah merancang pembangunan dermaga Pelabuhan Panasahan untuk dapat menampung kapal berbobot besar bersandar. Pada bagian hanggar dermaga akan dilakukan pelebaran sekitar 130 meter ke arah bagian luar dermaga.

Untuk hal ini, lanjut Iqbal, Pessel membuka peluang bagi investor untuk menanamkan investasinya guna me­ngem­bang­kan dan mengelola pelabuhan ini sebagai pelabuhan ekspor. Di­harap­kan nanti dapat mem­berikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah(PAD) Pesisir Selatan dan juga per­tumbuhan ekonomi masyarakat.

Perkembangan terakhir, saat ini sedang dilaksanakan pengem­bangan dermaga kapal di Panasa­han, dikerjakan oleh PT Tursen Krida Utama. Pekerjaannya beru­pa pemancanagan tiang baja yang dilapis pelindung anti karat dengan nilai pekerjaan Rp22,9 miliar lebih memanfaatkan dana APBN.

Sementara di lapangan, akti­vitas lalu lintas laut  di Pana­sahan terkesan sepi. Hanya ter­lihat pengu­saha kapal memuat bahan bangunan galian C berupa batu, krikil dan pasir (sirtukil) untuk diangkut ke Mentawai. (h/fad/isr/mjn).

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]