Narkoba, Pencegahan Lebih Penting


Sabtu, 30 Januari 2016 - 03:46:02 WIB

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbagaya (narkoba) di Sumatera Barat sudah merambah ke berbagai kalangan. Mulai dari yang kere sampai kepada yang berduit. Dari tukang ojek sampai yang berpangkat.

Tiap hari ada saja berita penyalahgunaan nar­koba ini menghiasi halaman surat kabar. Ada yang pemakai, pengedar dan bahkan men­jadi bandar narkoba.  Dari pelaku yang ter­tangkap, kebanyakan terlibat kasus sabu-sa­bu. Bahkan, seperti diungkapkan Sekre­taris Daerah Provinsi Sumbar, Ali Asmar bahwa sejumlah pejabat jajaran peme­rintahan Provinsi Sumatera Barat dan kabupaten/kota diduga terindikasi meng­gunakan narkoba.

Dari informasi yang diterima Sekdaprov, pejabat yang terindikasi itu bahkan ada yang telah mencapai eselon II. Ini sungguh meprihatinkan. Mereka yang seharusnya menjadi panutan malah terlibat sebagai pengguna narkoba.

Hasil penelitian yang dilalukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Indonesia (UI) saat ini terdapat 63.000 orang lebih pencandu narkoba di Sumatera Barat. Mareka ini perlu dipulihkan. Semen­tara pelaku penyalahgunaan narkoba juga meningkat.    

Penyalahgunaan narkoba ini harus kita berantas. Selain tindakan hukum, tindakan pencegahan tentunya lebih penting. Karena itu, pemerintah kabupaten/kota dan provin­si harus memberikan perhatian serius.

Pemuda yang menjadi harapan bangsa harus dibentengi dari pengaruh narkoba. Jika mereka terjerumus, bukan hanya masa depannya saja yang hancur, tapi juga akan menghancurkan masa depan bangsa.

Langkah membentengi generasi muda dari pengaruh narkoba dan lain-lainnya yang merusak tentunya menjadi tanggung jawab kita semua. Tanggung jawab keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Pembinaan generasi muda yang sudah dilakukan pemerintah selama ini perlu ditingkatkan dengan menyediakan anggaran yang memadai. Misalnya, bantuan untuk pendidikan keagamaan seperti Taman Pendidikan Aquran (TPA), wirid remaja dan sebagainya.

Selain untuk pembangunan rohani, pemerintah kabupaten/kota kiranya juga mengalokasikan anggaran yang memadai untuk pembinaan pemuda di kelurahan dan desa. Kegiatan-kegiatan olahraga di kelu­rahan dan desa juga merupakan langkah antisipasi merebaknya pengaruh narkoba.

Selain itu, anak-anak mulai dari SD juga dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang narkoba. Sehingga sejak kecil mereka sudah tahu akan bahaya narkoba. Salah satu akibat narkotika adalah mempengaruhi kerja otak. Pemakaian narkoba sangat mem­pe­ngaruhi kerja otak yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh dan mempengaruhi seluruh fungsi tubuh. Karena bekerja pada otak, narkoba mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran dan perilaku pemakainya. Itulah sebabnya narkoba disebut zat psikoaktif.

Narkoba juga mengganggu fungsi organ-organ tubuh lain, seperti jantung, paru-paru, hati dan sistem reproduksi, sehingga dapat timbul berbagai penyakit. Karena itu, generasi muda  menjauhi narkoba. Jangan sekali pun mencoba jika tak ingin terjeru­mus lebih dalam. Banyak hal positif yang bisa kita buat. Narkoba akan membunuh peng­gunanya pelan-pelan. (*)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]