Pesan Politik Nurdin Halid


Sabtu, 30 Januari 2016 - 03:46:56 WIB
Pesan Politik Nurdin Halid

Nurdin Halid adalah Ketua Pelaksana Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar tahun 2016. Nurdin sebagai ketua panitia memberikan laporan kepanitiaan pelaksanaan rapimnas.

Gelak tawa dan tepuk tangan tak henti-henti selama ketua panitia rapimnas mem­berikan laporannya. Di balik semua laporan, ada pesan-pesan tersirat secara politis. Penulis merasa perlu berbagi dengan masyarakat pan­da­ngan terhadap laporan Nurdin Halid tersebut. kalimat per kalimat bermakna menalam kita mulai dari awal sambutan sang ketua pelaksana.

Nurdin mengungkapkan “Yang amat kami hormati dan kami tunggu-tunggu dan kami cintai adalah bapak Menteri Hukum dan Ham, Bapak Yasona Laili”. Kalimat terucap dengan senyum lebar penuh bahagia. Sang Menteri pun tertangkap kamera ter­tawa bahagia hingga badan pun ikut bergoyang. Kata penghormatan, ditunggu dan dicintai diamanahkan kepada seorang perwakilan peme­rintah. Umumnya, setiap kon­disi pembukaan acara rapimnas partai politik. Kata penghormatan sudahlah biasa terdengar. Namun, peng­hor­matan khusus dari Nurdin kepada Yasona patut dikaji lebih mendalam.

Bagaimana menghormati, menunggu serta mencintai kepada menteri yang hampir saja menjadi batu sandungan kelompok golkar Aburizal Bakrie? Pesan politik per­tama dari Nurdin mengi­nginkan sang Menteri mera­sakan keberadaannya secara politik dipandang menyatu dengan bahagian tahapan Rapimnas.

Hal ini diperjelas dengan ke­inginan Nurdin agar Men­te­­ri Yasona beserta Luhut Pan­­jaitan mengikuti prosesi pem­­bukaan rampinas partai gol­­kar hingga akhir. Penulis me­­lihat dari sudut pandang pe­­nonton acara yang disiar­kan live. Penghormatan ber­nuan­­sa pu­jian ini mengajak sang menteri untuk mengakui dan mene­rima putusan ra­pim­­­nas. Arti­nya, keberadaan men­­teri yang menjadi wakil pe­­merintah secara tidak lang­sung menjadi pernyataan pe­nga­­­kuan peme­rintah akan ra­pim­­­nas yang sedang ber­lang­sung.

Nurdin melanjutkan pe­san­nya “kepada sahabat-sahabat sekalian, ketua-ketua DPD Partai Golkar se-Indo­nesia, pak Yasona, DPD I ini sering saya mengatakan mere­ka adalah pahlawan demo­krasi internal partai Golkar”. Nurdin menegaskan kepada Yasona dan publik bahwa partai Golkar mengingat dan menghargai keberadaan ke­tua-ketua DPD Partai Gol­kar. Mereka lah yang menjadi penentu dan penguat gerakan Partai. Tersirat Nurdin me­ngung­kapkan bahwa ketua DPD ini lah yang menjadi tulang punggung keberadaan partai golkar selama ini.

Nurdin kembali mem­berikan pesan tersiratnya dengan mengatakan “Pak Habibie yang saya muliakan, kehadiran bapak ditempat ini, memberikan inspirasi baru, memberikan kesejukan baru, sekaligus memotivasi dan mengintervensi kepada selu­ruh kader partai untuk tetap solid dan bersatu, oleh karna itu Pak Habibie tidak perlu dimana-mana, disini saja, karena nasehat bapak, weja­ngan bapak, masukan bapak, bahkan perintah bapak In­sha­Allah Ketua Umum Partai Golkar bersama seluruh jaja­rannya akan bermusyawarah bermufakat untuk menye­lesaikan persoalan internal partai Golkar”.

Kita mengetahui bahwa peran aktif dari B.J. Habibie beserta Jusuf Kala lah yang membuat kedua kubu merasa penting untuk bersatu kem­bali. Penyatuan ini dibuktikan dengan melaksanakan rapin­nas yang berkemungkinan terjadinya munaslub (munas luar biasa). Pesan politik Nurdin terlihat jelas dari penekanan kata di setiap ucapan. Peran BJ. Habibie masih sangat dibutuhkan da­lam menyelesaikan konflik internal partai. BJ. Habibie terasa masih penting dan berharga untuk menye­la­mat­kan dan menasehati kedua belak pihak. Kehadiran BJ. Habibie pun menjadi legiti­masi rapimnas mendapatkan sokongan penuh. Secara tersi­rat bahwa Habibie merestui perjalanan rapimnas tersebut.

Nurdin juga memperjelas keberadaan dua menteri de­ngan mengungkapkan “Pak Luhut Panjaitan dan Pak Yasona Laili, kehadiran ba­pak memberikan rasa aman kepada seluruh kader partai golkar. Dan alhamdulillah puji Tuhan, bapak wakil peme­rintah telah melaksanakan nawacita Presiden Jokowi. Seperti kita pahami nawacita pertama Presiden Jokowi ti­dak lain adalah Negara harus hadir menciptkan rasa aman bagi seluruh anak bangsa. Jadi bapak adalah menteri yang sangat paham dengan na­wacita Presiden Jokowi.”

Tafsir penulis terhadap makna tersirat ini adalah Nurdin sungguh mengetahui pentingnya wakil pemerintah untuk suksesi rapimnas. Pe­me­rintah yang hadir jelas membuktikan agenda rapim­nas berjalan dengan baik dan nyata terlaksana. Pengaruh perwakilan pemerintah se­iring berjalan mengamankan dari kemungkinan-kemung­ki­nan terburuk. Seperti halnya rapimnas digugat atau tidak diakui oleh pihak lain. Maka, penting pengakuan per­waki­lan pemerintah sebagai salah satu prasyarat legalitas sebuah rapimnas. Makna lainnya adalah harapan kepada men­teri wakil pemerintah untuk memudahkan hsil rapimnas mendapatkan pengakuan lang­sung dari pemerintah. Selanjutnya, rapimnas beru­bah bentuk sebagai alat pe­nye­l­amat partai.

Sejenak pesan tersebut bertautan dengan bertangkai kalimat “Rapimnas ini kami namakan rapimnas kon­so­lidasi”. Konsolidasi dengan menggabungkan tim ARB dengan Agung dalam satu kepanitiaan. Bahkan menja­dikan para ketua DPD dari ke dua kubu sebagai peserta penuh dan peninjau. Pesan ini memberikan kepercayaan bagi para wakil pemerintahan bahwa partai golkar siap un­tuk menghapus noda konflik internal partai.

Penulis menilai setiap perkataan tersampaikan de­ngan baik. Tujuan laporan pun bukan hanya menjelaskan proses awal kesepakatan 18 Desember 2015. Kesepakatan antara ARB dan Agong Lak­sono disaksikan Jusuf Kala yang Nurdin sampaikan seba­gai “dasar subjektifitas” pe­nye­lenggaraan rapimnas.

Nurdin membuka peluang bersatunya golkar dengan pemerintah melalui pe­san­nya; “Partai Golkar dengan doktrinnya akan bersama pemerintah membangun ne­ge­ri ini yang lebih baik”. Pesan ini menandakan akan ber­kurangnya potensi keti­dak­ber­pihakan golkar dengan pemerintah. Kemungkinan terjadinya kebersamaan anta­ra golkar dengan pemerintah berpotensi kemudahakan akomodir legalitas golkar me­lalui SK Kemenkumham.

Pesan-pesan tersirat dari laporan Nurdin ini bisa kita bedah dalam beberapa tujuan pelaporan panitia pelaksana. Pertama, Rapimnas sebagai bukti perdamaian. Nurdin piawai mengemas kata-kata tersusun menjadi kalimat. Kepiawaian ini mampu meya­kinkan pihak pemerintah dan tamu undangan bahwa partai Golkar siap untuk rekon­siliasi membangun langkah awal penguatan organisasi. Terlepas dari pro kontrak opini publik, Nurdin dirasa mampu meyakinkan publik bahwa panitia telah siap me­nya­tukan para peserta penuh dan pininjau dari kedua kubu golkar.

Kedua, Rapimnas kon­solidasi. Nurdin menyam­paikan bahwa rapimnas tahun 2016 adalah rapimnas kon­solidasi. Pernyataan bahwa peserta rapimnas merupakan gabungan dari pihak ARB dan AL mengharuskan men­teri Yanosa berdiri dan meli­hat keramaian tersebut. Ra­pimnas konsolidasi menjadi pernyataan sikap bahwa gol­kar masih besar dan siap me­nga­rungi bahtera politik. Para ketua DPD dengan jumlah dua kali lipat masih ter­ako­modir dalam balutan kondo­lisadi kekaryaan dan kego­tongroyongan.

Ketiga, rapimnas sebagai alat pembangunan partai. Partai golkar memang sedang sakit dan hampir roboh. Kon­flik harus diakhiri tanpa harus melepaskan pihak manapun pergi atau keluar dari perlin­dungan beringin tua. Rapim­nas bisa diperidiksi berujung pada munas ataumunaslub. Kata ini berulang-ulang di­sam­­paikan berbingkai “in­truk­si Habibie”. Jika rapim­nas berhasil membangun kem­­bali pondasi-pondasi da­ri para ketua DPD. Maka, Ra­pim­nas telah mampu mem­bangun kembali kekuatan partai golkar.

Terakhir, penulis menyim­pul­­kan bahwa pesan–pesan po­litik dari pemaparan lapo­ran ketua panitia pelaksana bi­sa diartikan sebagaimana pu­blik memiliki pandangan ter­sendiri. Apapun tafsir tersi­rat laporan bernuansa pidato po­litik Nurdin. Objektifitas da­lam sejarah politik bahwa par­tai Golkar tetap harus di­selamatkan. Karena partai Gol­kar telah menjadi aset bangs­a dan saksi sejarah ke­hi­­du­pan politik Indonesia. ***

 

ANDRIAN HABIBI
(Pengurus Besar HMI, KIPP dan PBHI Sumbar)
 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 10 November 2016 - 00:25:33 WIB
    (Spirit Perlindungan Anak)

    Rekognisi Madrasah dan Pesantren

    Rekognisi Madrasah dan Pesantren Diskursus pendidikan khas Indonesia, tak dapat dilepaskan dengan sejarah panjang kelembagaan pendidikan Islam model madrasah dan pesantren. Sejak pertum­buhannnya hingga kini, pesantren dan madrasah telah menyumbang sejuta j.
  • Selasa, 14 Juni 2016 - 04:32:23 WIB
    Menjaga Hutan

    Pesan Penghulu Dalam Kelestarian Hutan Nagari Sungai Buluh

    Pesan Penghulu Dalam Kelestarian Hutan Nagari Sungai Buluh “Tahun bialah batuka, musim bialah baganti, maso bialah barubah, zaman bialah baganti. Nan sandi adat jan dirusak, tiang agamo jan diruntuah, budi jan sampai tajua, paham jan sampa tagadai, jago harkat dan martabat. Sasungg.
  • Selasa, 19 Januari 2016 - 03:57:57 WIB

    Warga Jangan Khawatir Masukan Anak ke Pesantren di Sumbar

    Derasnya dekadensi moral akibat pengaruh glo­bal menyebabkan para orang tua muslim ba­nyak yang memasukan anaknya ke pondok pe­santren atau sekolah agama Islam yang se­jenis. .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]