Kasus DBD Terus Turun di Bukittinggi


Sabtu, 30 Januari 2016 - 03:52:02 WIB

BUKITTINGGI, HALUAN — Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama tahun 2015 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan catatan dari Dinas Kesahatan Kota (DKK) Bukittinggi,  pada tahun 2014 terdapat sebanyak 157 kasus dan pada tahun 2015 turun menjadi 142 kasus.

Sedangkan untuk 2016 ini, memasuki bulan perta­ma ter­dapat sebanyak 13 kasus, sedangkan pada wak­tu yang sama pada tahun lalu terdapat 25 kasus. Dengan demikian angka kasus DBD di Bukit­tinggi terus menga­lami penu­runan secara signifi­kan.

“Meski angka terjangkit DBD di Kota Bukittinggi mengalami penurunan, na­mun upaya pencegahan ma­sih terus dilakukan. Salah satu adalah dengan menu­runkan kader kader kese­hatan ke tengah tengah ma­sya­rakat untuk penyuluhan, sekaligus memeriksa kondisi rumah warga agar terhindar dari jangkit DBD,” ujar Ke­pala DKK Bukittinggi, Syo­fia Das­mauli, Rabu (27/1).

Menurutnya, untuk me­was­padai terjangkitnya DBD, setiap kali adanya laporan dari masyarakat ataupun hasil la­bor dari rumah sakit, pihak­nya akan langsung bertindak. Hal pertama yang akan dila­ku­kan adalah pengasapan (fog­ging) di kawasan yang ter­jangkit nyamuk Aedes Ae­gyp­ti.

Memang selama ini ma­sya­rakat menganggap foging merupakan cara yang paling tepat mengatasi DBD, pada­hal sebenarnya hal tersebut kurang tepat. Pengasapan hanya bisa membunuh nya­muk dewasa tanpa mema­tikan jentik-jentik nyamuk yang sangat berpotensi me­nu­larkan kembali. Selain itu, penga­sapan juga akan meng­­gangu pernafasan.

“Cara yang lebih pen­ting  dan efektif dalam anti­sipasi penularan DBD ini yakni dengan membiasakan prilaku hidup bersih dan sehat (PH­BS) melalui pro­gram 3 M Plus. Oleh karena itu kita menghimbau kepada warga untuk senantiasa tang­gap dan waspada terha­dap DBD, kar­na DBD yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti bisa saja mengancam di mana-ma­na,” kata Syofia.

Dijelaskannya, dalam pro­gram 3M plus  terdapat bebe­rapa kebiasaan hidup sehat. Diantaranya dengan mengu­ras dan menyikat din­ding tempat penampungan air, menutup tempat-tempat pe­nam­pungan air, dan me­ngu­bur barang-barang bekas yang berkemungkinan bisa menam­pung air.

Kemudian program ini dilengkapi dengan memper­bai­ki saluran dan talang air yang tidak lancar, mengganti air vas bunga dan minum burung sekali dalam seming­gu, serta menutup lubang pada potongan bambu. Isti­lah mencegah lebih baik dari pada mengobati, agaknya memang paling tepat dalam menyikapi keadaan ini.

“Mengingat, kasus DBD ini adalah kasus na­sio­nal yang meng­kha­wa­tirkan dan seka­rang masuk pada grafik ter­ting­gi, untuk itu kita meng­harapkan se­mua kader kese­hatan agar lebih aktif lagi. Dan kita merasa ber­syukur karena selama tahun 2015 lalu, DBD di Bukit­tinggi tidak sampai jatuh korban,” te­rang­nya. (h/tot)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]