Tiap Tahun Diusulkan dalam Musrembang

Jalan Nagari Ampalu tak Kunjung Diaspal


Sabtu, 30 Januari 2016 - 03:52:40 WIB

Limapuluh Kota, Haluan — Setiap dilaksanakannya Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) di Nagari Ampalu, masyarakat setempat selalu mengusulkan untuk dilakukannya pengaspalan terhadap salah satu ruas di nagari setempat.

Tetapi seiring dengan ber­jalannya tahun anggaran, ke­inginan masyarakat untuk pengaspalan jalan ini tak per­nah terwujud. Akibatnya, ha­rapan masyarakat di selatan Limapuluh Kota tersebut un­tuk bisa melewati jalan ber­aspal hanya tinggal kenangan.

“Salah satu ruas jalan kabu­paten masih jalan tanah. Kita selalu berjuang untuk segera dilakukan pengaspalan kepada pemerintah, tetapi hingga saat ini belum juga terwujud,” ucap Munasri Dt Pangulu Kayo, Walinagari Ampalu.

Dijelaskannya, ada sepan­jang 5,2 kilometer ruas jalan kabupaten dengan kondisi memprihatinkan. Setiap hujan turun, ruas jalan yang meru­pakan akses utama dalam pen­dukung perekonomian masya­rakat, selalu becek dan berlumpur.

“Ya begitu lah kondisi nagari kami. Setiap mus­rem­bang pasti  diusulkan tetapi selalu kandas hingga akhirnya pengaspalan tidak pernah terwujud. Bahkan, hampir setiap tahun, pengaspalan jalan tersebut merupakan prioritas masyarakat setiap musrembang dilakukan.

Disepanjang ruas jalan 5,2 kilometer tersebut, juga ter­bendang 2 unit jembatan un­tuk menghubungkan akses transpostasi masyarakat. “Sa­tu jembatan semi permanen dan satu lagi masih jembatan kayu. Jembatan semi per­manen kondisinya juga mem­prihatinkan,” ucap walinagari yang dilantik pada 2014 lalu itu.

Meski sudah rangka besi, tetapi jembatan sepanjang 10 meter tersebut masih ber­lantai kayu. “Lantai kayu sudah banyak yang keropos. Apalagi jembatan kayu yang di ujung nagari sudah mulai rapuh. Kita takut, apabila jembatan ini nantinya runtuh akan me­ngancam kesela­ma­tan peng­guna jalan,” te­rangnya lagi. 

Nagari Ampalu sendiri, terletak di Kecamatan Lareh Sago Halaban. Nagari yang berbatasan langsung dengan Propinsi Riau, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung ini, memiliki 6 Jorong dengan jumlah pen­dudukuk sebanyak 4.796 jiwa.

“Ada sebanyak 4.769 jiwa penduduk dengan total 2.700 lebih Kepala Keluarga yang menghuni 6 Jorong. Umum­nya mata pencarian masya­rakat di sini adalah petani,” ucap Walinagari periode 2014-2019 ini. Ke-6 jorong tersebut, yakni Jorong Koto, Jorong Padang Aur, Jorong  Padang Mangunai, Jo­rong Mangunai Tinggi, Jorong Guguak dan Jorong Ciaur.

Nagari Ampalu sendiri, tidak hanya ditempati 100 persen oleh penduduk Kabupaten Limapuluh Kota, melainkan juga ada warga jawa.  (h/ddg/hel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]