Walinagari Cubadak Resmi Ditahan Jaksa


Sabtu, 30 Januari 2016 - 03:54:25 WIB

PASAMAN, HALUAN — Walinagari Cubadak, M. Dahril, pada Kamis (28/1), resmi menyandang status sebagai tahanan Jaksa Penuntut Umum. M. Dahril datang ke Kantor Kejari Lubuksikaping, dalam rangka memenuhi pemanggilan.

Setelah dipenuhi, ber­da­sarkan pertimbangan objektif dan subjektif, Jaksa menahan tersangka dengan surat perin­tah penahanan dari Kajari Lubuksikaping, nomor: Prin-16/N.3.18/Ft.1/01/2016 tang­gal 28 Januari 2016.

Kajari Lubuksikaping Lu­bis melalui Kasipidsus Zul­karnain Harahap, menye­butkan, tersangka datang ke Ke­jari tanpa pengacara. Ter­sangka dan barang bukti dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum, diserahkan sekitar pukul 11.30 WIB.

Setelah diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum, dengan alasan subjektif dan objektif, maka tersangka langsung ditahan dengan status tahanan penuntut umum, di Rutan Kelas 2 B Lubuksikaping untuk 20 hari ke depan.

“Alasan objektif sesuai pasal 21 ayat 4 KUHAP pi­dana yang diancam 5 tahun atau lebih bisa dapat ditahan, sementara alasan sub­jektifnya di­khawatirkan melarikan di­ri, merusak dan meng­hilangi ba­rang bukti atau mengulangi tin­dak pidana,” sebut Zulkar­nain. Kata Zulkarnain, karena tersangka tidak ada memiliki pengacara, maka untuk itu Kajari menugaskan Hendri, sebagai pengacara men­dam­pingi tersangka.

Hasil penghitungan penyi­dik, kata Zulkarnain, diduga tindakan walinagari itu telah merugikan negara sebesar Rp244.471.066 dari dugaan penyimpangan APB Nagari Kenagarian Cubadak 2010-2013.

“Kita baru hasil hitu­ngan penyidik, dulu sudah diminta klarifikasi dari BPKP Sum­bar, cuma tidak kunjung te­realisasi. Makanya, untuk tuntutan awal sudah meme­nuhi penghitungan penyidik itu,” terangnya.

Penyidik menjerat ter­sangka dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 atau pasal 9 junto pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 dan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun maksimal 15 tahun, junto pasal 64 ayat 1 KUHP. “Ter­sangka terjerat pasal ber­lapis,” katanya.

Zul menjelaskan, kasus ini memang lama, seti­dak­nya 113 orang saksi dipe­riksa, dan 2 orang saksi ahli, yaitu dari Badan Pem­ber­dayaan Masyarakat Yanni Habbaintis (alharhum) dan M. Yasrin Syaputra, Sekdis DPPKAD setempat. “Kita punya waktu 20 hari, untuk persiapan proses pem­buatan dakwaan sebelum pelim­pahan kasus ke PN Tipikor Padang,” jelasnya.

Di tempat terpisah, sehari sebelum Walinagari Cubadak M Dahril ditahan, dia ber­cerita dengan wartawan di­daerah itu. Ia mengaku sedih atas penetapan dirinya sebagai tersangka namun dia tidak bisa berbuat banyak.

Ia mengatakan, tidak per­nah merasa melakukan per­buatan tindak pidana korupsi (Tipikor) sebagaimana di­sang­kakan oleh pihak kejak­saan. “Saya heran dengan kasus ini. Tak pernah makan duit yang bukan hak saya. Tapi saya ditersangkakan,” kata Dahril dengan raut wajah kusut.

Ia berharap, penyidikan kasus yang menjerat dirinya itu tidak berhenti disitu saja. Ia meminta, kejaksaan dapat bersikap adil. “Kalau bisa tolong jugalah diperiksa yang lain, seperti Sekna (Se­kre­taris Nagari) dan Ben­da­hara,” pin­tanya dengan nada sedih. (h/col)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]