Persyaratan Ditambah

Santunan Kematian Minim Peminat


Sabtu, 30 Januari 2016 - 03:59:35 WIB
Santunan Kematian Minim Peminat

PADANG, HALUAN—Jika pada tahun 2014 peminat santunan kematian  mencapai seribu lebih, pada 2015 jumlahnya jauh berkurang menjadi hanya 93 pemohon. Sementara itu selama Januari 2016 tercatat hanya 11 pemohon.

Kabag Kesra Kota Pa­dang Al Amin melalui Ka­subag Bina Kesra Hendri Satriawan kepada Haluan dikantornya kemarin (29/1), mengatakan santunan ke­matian tetap berjalan. Te­tapi syaratnya memang di­tambah yakni pemegang kartu Jaskesmas atau Jas­kesda.

Baca Juga : Temui Mantan Wawako Padang Yusman Kasim, Hendri Septa Bicarakan Hal Ini

“Atau di masa sekarang ada namanya Kartu In­do­nesia Sehat. Dengan adanya penambahan syarat nam­paknya peminat menu­run,” kata Hendri Satriawan.

Ia menambahkan, syarat untuk mengurus santunan kematian tidak jauh berbeda dengan cara yang lama. Surat permohonan yang diketahui hendaknya oleh lurah, atau RT/RW, dan surat kemiskinan yang ter­daftar di Badan Pusat Sta­tistik.

Baca Juga : Bekas Atom Center Padang Disulap jadi Penampungan Anak Yatim

“Surat kemiskinan inilah yang dulu jadi masalah kare­na banyak yang bisa menda­patkan surat miskin tapi tidak terdaftar di BPS. Seka­rang harus benar miskin dengan terdaftar di BPS ditambah pula Jamkesmas atau Jamkesda,”jelasnya.

Selain itu, mengurus santunan kematian ini tidak lebih dari batas waktu 30 hari setelah kematian. Ke­tika adanya perubahan dan kurangnya peminat, me­nurut Hendri itu wajar saja karena malu mengakui diri­nya miskin.

“Samalah dengan ban­tuan musibah kebakaran, atau bantuan longsor bagi masyarakat. Begitu juga dengan santunan kematian, gunanya untuk meringankan beban mengurus ke­ma­tian,”tuturnya.

Romi warga Kuranji ke­ce­wa karena santunan ke­ma­tian yang dimohon­kan­nya  tahun 2015 lalu tidak bisa di proses karena masa­lah syarat yang tidak leng­kap.

Sementara itu Safrudin warga Padang Barat menga­takan kini santunan kema­tian sudah tidak terdengar gaungnya lagi. Dengan mem­persulit syarat-sya­rat­nya secara tidak langsung program ini sudah diha­puskan.

“Sepertinya program santunan kematian sengaja diperketat agar tidak ada lagi yang berminat. Apalagi, dalam programkan hanya KTP Padang, ternyata ada lagi syarat –syarat yang sengaja di tambah,”sesalnya.

Ada 10 program Mah­yeldi dan Emzalmi ketika masa kampanye dan men­jadi program masyarakat Kota Padang setelah dilan­tik Mei 2014 lalu. Program santunan kematian masuk ke dalam program nomor 7 dengan nama memberikan santunan kematian Rp1 juta untuk warga ber-KTP Pa­dang.

Tetapi, santunan kema­tian tersebut menjadi masa­lah di akhir tahun 2014 dan tidak ada di dalam pagu anggaran Bantuan Sosial atau peruntukan yang tidak tepat sehingga menjadi te­muan BPK.

Namun, karena menjadi program Pemko Padang santunan kematian terus dilanjutkan dengan syarat-syaratnya ditambah dan tidak cukup ber-KTP Pa­dang saja.(h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]