Gurauan Puan Bikin Kecewa Rakyat Miskin


Sabtu, 30 Januari 2016 - 04:06:26 WIB

PADANG, HALUAN — Sekre­taris DPW Partai NasDem Mar­hadi Efendi menilai, pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebu­dayaan Puan Maharani bahwa rakyat miskin jangan banyak makan mendapat kritikan politikus Sumatera Barat.

Penyataan yang dilontarkan saat peluncuran bantuan Raskin itu menurut Marhadi Efendi bukanlah gurauan yang lucu, karena bagi masyarakat yang posisinya benar-benar miskin akan merasa sedih dan kecewa mendengarkannya.

“Kalau bagi kita mungkin akan kita tanggapi hanya sebatas gurauan, namun bagi masyarakat kurang mampu akan tersinggung mendengarkannya bahkan mere­ka akan sedih kenapa seorang menteri bisa berbicara atau ber­canda seperti itu,” ujarnya, di Padang Jumat (29/1).

Menurutnya, seorang menteri atau pejabat negara apapun gerak-geriknya harus dipertimbangkan dengan matang karena berjuta-juta rakyat akan mendengar dan melihat.

Masyarakat akan sangat mudah mencerna apa yang dika­takan spontan oleh pejabat ne­gara, apalagi terkait dengan masyarakat tidak mampu.

“Ya kalau menurut saya, seo­rang pejabat harusnya berbicara atau bercanda sesuai tempatlah. Karena soal kemiskinan tidak bisa bercanda itu,” ulasnya.

Dikatakan juga, kalaupun masyarakat disuruh untuk ber­hemat juga tidak tepat karena bagi masyarakat miskin untuk makan saja susah bagaimana untuk mengiritkannya.

Hal senada juga dikatakan oleh Anggota DPRD Sumbar dari partai PKS Mochlasin menga­takan, pernyataan menteri terse­but memang tidak sewajarnya dikeluarkan terlepas dari ber­canda atau tidak karena seorang pejabat akan menjadi perhatian bagi masyarakat hingga pada hal-hal kecil.

“Kita berpikiran positif saja, ya menganggap pernyataan ter­sebut hanya bercanda dan bukan keluar dari pemikiran yang se­rius,” ujarnya.

Ia mengatakan, kalau si mis­kin disuruh berhemat bagaimana dengan yang kaya karena menu­rutnya yang seharusnya berhemat atau diet itu adalah aparat pe­merintahan,  karena dengan penghematan yang dilakukan akan mengurangi anggaran yang dikeluarkan.

“Misalnya saja menghemat belanja rutin seperti ATK, atau menghemat pemakaian listrik akan sangat banyak anggaran yang tersisihkan dengan penghematan ini.

Jadi bukan yang miskin yang disuruh hemat, untuk makannya saja sudah susah. Apa yang mau dihematkan,” jelasnya.

Namun demikian, ia ber­harap lontaran dari Puan Ma­harani memang benar-benar bercanda, namun kalau hal itu serius menurutnya presiden perlu melakukan evaluasi terhadap para menterinya.

Politikus Partai Gerindra Desmond J Mahesa menilai Puan tak pantas mengeluarkan guyonan yang meminta rakyat miskin untuk diet dan mengu­rangi makan. Apa yang dikatakan Menteri Puan, kata dia, jauh dari kepekaan terhadap rakyat miskin yang hidup susah.

“Ini kan membenturkan peta­ni sehingga nilai beras menjadi turun. Ini bicara kepekaan dan kelayakan,” ucapnya.

Wakil Ketua Komisi III itu menambahkan, dia yakin Men­teri Puan tak akan mengeluarkan candaan yang menyakitkan rakyat miskin bila dia pernah hidup susah.

“Kalau dia mengerti secara benar dia tak akan bicara seperti itu. Wajarlah Puan bicara seperti itu, karena enggak pernah hidup susah,” tandasnya.

Puan Maharani yang hadir dalam acara penyaluran raskin langsung menjawab permintaan Gubernur. Sambil berseloroh, Puan meminta rakyat miskin untuk diet dan tidak makan terlalu banyak. (*)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]