Rekam Saat Menganiaya

Pelajar SMK Kosgoro Diburu Polisi


Sabtu, 30 Januari 2016 - 04:08:11 WIB
Pelajar SMK Kosgoro Diburu Polisi REKAMAN penganiayaan siswa SMK Kosgoro di youtube.

PADANG, HALUAN — Penyidik Polri di Polresta Padang akan melakukan penyelidikan terkait aksi penganiayaan antarpelajar yang beredar di you­tube. Tayangan ini menyebar di sejumlah media social dan menimbulkan tanggapan yang beragam.

Kapolresta Padang melalui Kasat Reskrim AKP Abdus Syukur Felani mengakui pihaknya sudah me­nga­n­tongi identitas beberapa pelaku oleh penyidik. Kepada sejum­lah awak media, ia mengata­kan, dalam waktu dekat pihaknya akan memburu pelaku pengeroyokan tersebut.

“Polresta Padang telah me­nerima laporan pada tanggal 26 Januari 2016 dimana yang mela­porkan adalah orang tua korban bernama Mayarni terkait pe­nganiayaan secara bersama-sama yang dilakukan oleh pelajar,” kata Abdus.

Menurutnya, dari laporan korban kejadian ini berawal pada Rabu (20/1) sekira pukul 14.00 WIB dan direkam oleh salah satu pelaku dengan HP atau android miliknya. Lalu, rekaman itu tersebar melalui sebuah tayangan di Youtube.

Tayangan itu berdurasi 2 menit dan 12 detik. Korban yang bela­kangan diketahui bernama Fakh­rur­rozi  disebut peng-upload berasal dari SMK Taman Siswa di­aniaya hingga dibotaki oleh sejum­lah pelajar yang disebut peng-upload berasal dari SMK Kosgoro, Padang. Tak hanya itu, korban juga ditelanjangi oleh pelaku.

Menurut perwira pertama Polresta Padang ini, berdasarkan informasi, kedua sekolah ini sudah lama terlibat bentrok. Sementara, apa motif penga­niayaan dan perekaman itu, Ab­dus Syukur mengaku belum tahu, termasuk polemik antarpelajar kedua sekolah ini.

“ Untuk kasus ini kami sudah menerima keterangan dari saksi pelapor dan korban. Dari keter­angan mereka, kami sudah me­ngantongi beberapa pelaku yang masih berstatus pelajar,” ung­kapnya.

Ia menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar tidak terkesan ter­lalu diskriminatif. 

“Nantinya,  pelajar yang terli­bat pengeroyokan tersebut bisa dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, namun karena pelaku masih berstatus pelajar, kita akan gunakan Und­ang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak,” pungkasnya.

Pasrah

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Padang Habibul Fuadi saat dihubungi Ha­luan terkait hal ini cenderung pasrah. Ia memilih menyerahkan sepe­nuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian karena sudah masuk dalam tindak pidana

“Kita serahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak seko­lah dan kepolisian terkait kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh pelajar SMK Kosgoro terha­dap pelajar SMK Taman Siswa ini, karena ini sudah masuk dalam tindak pidana,” ujarnya singkat.

Seperti yang diketahui, video pengeroyokan pelajar SMK Ta­man Siswa yang belakangan dilakukan oleh Kagum Cs, siswa SMK Kosgoro ini dilakukan pada tanggal 20 Januari 2016 lalu di empat Tempat Kejadian Per­kara (TKP yang berbeda, yakni di kawasan Cengkeh tepatnya di Veledrom Rimbo Data, Kom­plek SMK 8 Padang, Kecamatan Lubuk Kilangan, SMK Kosgoro, di Jalan Ikhlas Kecamatan Pa­dang Timur dan Belakang Kampus UPI, Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang.

Dalam video tersebut terlihat beberapa siswa memangkas habis rambut korban dengan gunting, dan beberapa diantaranya ada yang menendang punggung siswa tersebut, dan disuruh berlarian di sekitar Veledrom di kawasan Cengkeh, Kecamatan Lubuk Kilangan. (h/mg-adl)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]