Pemda Harus Cepat Tanggap, Rajang Padang Manih Hampir Ambruk


Sabtu, 30 Januari 2016 - 11:17:21 WIB

PADANGPARIAMAN, HALUAN — Salah satu fondasi rajang (jembatan gantung) Padang Manih Nagari Campago , Keca­matan V koto Kampung Dalam  Kabupaten pada­ng Pariaman terancam ambruk. Pasal­nya, fondasi rajang sebelah barat dari bentangan rajang sepanjang 53 meter, sudah sampai ke aliran batang nareh.

Rajang ini menghubungkan dua Korong , Kubu Padang Manih dan Cimpago di nagari Campago setempat dan meru­pakan kebutuhan vital bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

Mul (38), salah seorang warga menga­takan kepada haluan, kondisi fondasi rajang yang digerus air itu, sudah berlangsung sejak tiga bulan ini. “Namun paling parah dua bulan belakangan, karena air Batang Nareh sering banjir,” papar Mul.

Kondisi kerusakan fondasi sejak dua bulan ini, tentu saja mencemaskan ma­syarakat karena sudah bergohong kearah fondasi rajang sebelah barat. Untung saja cepat dilakukan perbaikan darurat dengan karung pasir dan memasang pancang kayu. Namun ini hanya darurat sipatnya. Bila dibiarkan lama, kembali akan mengundang berbahaya lagi.

“Walau sudah dipasang pancang kayu dan karung berisi pasir untuk menutup lu­bang fondasi yang digerus air, tentu sifatnya penahan sementara, kalau per­baikan secara permanen dilakukan pihak berkompeten tentu akan lebih baik,” ujar Mul.

Pantuan Haluan di lokasi Jumat (29/1), bangunan rajang membentang dari arah Barat ke Timur, panjangnya 53 meter, lebar lebih kurang 2,5 meter yang  berada di atas aliran sungai Batang Nareh.

Kondisi fondasi rajang arah ke barat terlihat sudah dimakan aliran sungai, bahkan bibir fondasinya tampak mulai keropos. Selain itu susunan karung berisi pasir yang berjejer terendam air masih tampak sedikit rapi di sekitar fondasi.

Dibagian samping fondasi rajang arah ke Utara, berjejer pancang kayu sebanyak 120 buah lebih kurang. Ini bermanfaat untuk mengurangi tumpuan arus ke fondasi rajang. Walinagari Cimpago, Kecamatan V koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pa­riaman, Sumarjon ketika dihubungi Ha­luan, Jumat (29/1) membenarkan kon­di­si yang berbahaya dan butuh perhatian Pem­prov Sumbar dan Pemkab itu. “Me­mang benar fondasi rajang Ppadang Manih su­dah tergerus Batang Nareh,” kata Sumar­jon.

Kondisinya sudah berjalan tiga bulan belakangan, namun terparah sejak dua bulan belakangan, karena hari sering hujan, termasuk hujan dihulu, batang nareh airnya banjir, walau tidak terlalu tinggi, namun arusnya deras.

Dikatakan, penanganan darurat terha­dap fondasi yang tergerus air sudah dila­ku­kan dengan memasang tiang pancang dari ka­yu dibagian fondasi sebelah utara seba­nyak 120 pancang kayu dari kayu laban dan me­masang karung berisi pasir di sekitar fon­dasi termasuk mengisi fondasi yang ber­go­hong dengan karung pasir tersebut. “Tapi ini hanya penanganan darurat. Untuk wak­tu lama, tetap berbahaya bila tidak dibangun permanen, “ jelas Sumarjon. (h/tri)

 

 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]