Selama 2015

Terjadi 1.518 Kasus Perceraian


Sabtu, 30 Januari 2016 - 11:58:38 WIB

PADANG, HALUAN—Kasus perceraian di Kota Padang terus meningkat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Di tahun 2015 saja permohonan yang masuk ke Pengadilan Agama Negeri Kota Padang mencapai 1.518 kasus.  

Di tahun 2010 kasus per­ceraian mencapai 952 per­kara. Tahun 2011 naik jadi 1.071 kasus. Tahun 2013 naik lagi mencapai 1.235 kasus perceraian. Se­lanjutnya 2014 jadi 1.450 kasus dan 2015 bertambah lagi men­jadi 1.518 kasus. Menurut Pa­nitera Muda Hukum Pe­nga­dilan Agama Negeri Padang Yelti Mufti di Padang, Jumat (29/1) kasus perceraian tidak mengalami penurunan walau­pun dila­kukan mediasi.

Sebelum memutuskan ka­sus perceraian dilakukan me­diasi untuk mendamaikan antara pihak suami dan istri sesuai Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No.1 Tahun 2008 yakni selama 40 hari.

Yelti memperkirakan, mes­ki sudah dilakukan me­diasi, dari perkara yang masuk hanya sekitar 0,1 persen dian­taranya saja yang berhasil rujuk kembali.

“Tidak hanya grafik perce­raian saja yang me­ning­kat, hasil mediasi kita juga me­ning­kat gagal ke­tika kita laku­kan. Nam­paknya ke­dua pa­sangan me­mang sudah siap ber­cerai ke­tika me­ngajukan gu­ga­tan cerai ke PA,” tutur Yelti Mufti.

Ia me­nam­bah­­kan, dari ka­sus gugatan cerai yang ma­suk se­lalu menun­juk­kan grafis kena­ikan setiap ta­hun­nya. Ini me­nunjukkan se­ma­kin tidak sak­ral­nya perka­winan oleh masyarakat.

Tidak hanya itu saja, fak­tor-faktor penyebab perce­raian juga hal yang sepele seperti cemburu, ekonomi, tidak ada tanggung jawab, dan gangguan pihak ketika.

“Tidak bisa kita pungkiri dari perkara yang masuk itu memang istri yang dominan gugat cerai suaminya karena berbagai faktor,”jelas Yelti.

Dikatakannya lagi, yang sulit adalah ketika antara pengadu dengan yang menga­dukan tidak serius untuk ber­cerai. “Setiap kali sidang selalu saja ada pihak yang tidak datang,” ucap Yelti.

Dia mem­pre­dik­sikan di tahun 2016 ini kasus per­ceraian akan terus me­ningkat. Akhir bulan Januari ini saja sudah 168 perkara yang ma­suk.

Untuk ke­ca­ma­tan yang paling ba­nyak bercerai ada­lah Koto Tangah, selain pen­du­duk­nya, luas, mungkin pen­di­di­kan juga berpe­nga­ruh.

“Kecamatan yang paling banyak bercerai di tahun 2015 itu adalah Ko­to Tangah men­capai 235 kasus. Faktor per­ceraian paling tinggi yakni 919 ka­sus ketidak­har­mo­nisan da­lam kelu­arga. Sedangkan ka­sus perkara yang paling tinggi tahun 2015 yakni cerai gugat oleh istri,” jelasnya.

Kemudian me­nyusul pe­nye­bab per­ce­raian tahun 2015 paling tinggi ada­lah tidak har­monis sebanyak 919, tidak ada tanggungjawab 442, krisis akhlak 34 perkara, cemburu 19 kasus, ekonomi 45 kasus, dan tidak ada tang­gungjawab seba­nyak 232 ka­sus.

Sedangkan dari jenis pe­ker­jaan menurut Yelti dido­minasi oleh buruh atau swasta sebanyak 744 kasus, PNS/ Polri/ TNI / Pen­siun  sebanyak  tujuh  dan tidak ada pekerjaan seba­nyak 373 kasus.  Se­men­tara itu usia paling dominan bercerai da­ri tahun ketahun umur 21-40 tahun.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Duski Samad ketika dihubungi Halu­an menyayangkan terjadinya perceraian di usia  produktif.

“Nikah itu ibadah, itu juga harus ditanamkan. Namanya ibadahakita harus tabah,” ucapnya. Ia menambahkan, jika se­la­lu terjadi lonjakan perce­raian setiap tahun, seba­iknya sebelum menikah harus dibuat perjanjian tertulis atau ko­mitmen di depan KUA.(h/ows)

 

 

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 05 Juli 2020 - 15:55:46 WIB

    Antisipasi Terjadinya Kejahatan Jalanan, Polsek Lubeg Terus Gelar Razia Cipkon

    Antisipasi Terjadinya Kejahatan Jalanan, Polsek Lubeg Terus Gelar Razia Cipkon HARIANHALUAN.COM - Jajaran Polsek Lubuk Begalung kembali melakukan penertiban dalam bentuk razia untuk pencegahan terjadinya tindak kriminal kejahatan jalanan. Sejumlah tempat wilayah hukum Polsek Lubeg menjadi sasaran razia .
  • Kamis, 02 Januari 2020 - 15:10:30 WIB

    Menggembirakan! Terjadi Penurunan Kasus di Polresta Padang

    Menggembirakan! Terjadi Penurunan Kasus di Polresta Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Sepanjang tahun 2019, banyak peristiwa yang terjadi di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang. Salah satu peristiwa yang paling menonjol yakni, aksi terorisme yang terjadi di berbagai wilayah. .
  • Jumat, 05 Oktober 2018 - 22:02:46 WIB

    Ada Perbaikan Pipa, PDAM Kota Padang: Bakal Terjadi Gangguan

    Ada Perbaikan Pipa, PDAM Kota Padang: Bakal Terjadi Gangguan PADANG, HARIANHALUAN.COM--Terkait adanya perbaikan jaringan pipa air bersih di Jalan Joni Anwar-Lapai, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang menyampaikan bakal ada gangguan distribusi kepada pelanggan..
  • Rabu, 28 Desember 2016 - 01:57:26 WIB

    Selama Tahun 2016, Terjadi 378 Kasus Bencana Alam

    PADANG, HALUAN — Sepanjang bulan Januari hingga Desember tahun ini, peristiwa bencana alam meningkat 30 persen. Sepanjang tahun ini, tercatat 378 kasus dari berbagai peristiwa. Sedangkan tahun 2015 hanya sebanyak 292 kas.
  • Kamis, 10 November 2016 - 00:42:53 WIB

    Lubang di Perlintasan Rel Lubuk Buaya Kerap Memicu Terjadinya Kecelakaan

    Lubang di Perlintasan Rel Lubuk Buaya Kerap Memicu Terjadinya Kecelakaan PADANG, HALUAN—Pe­ngen­dara yang melintasi rel kereta Api di Lubuk Buaya Padang, keluhkan lubang jalan yang begitu besar. Kondisi itu, telah lama dikeluhkan oleh pengendara khususnya warga Lubuk Buaya Padang..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]