Koto Baru Fokus Kembangkan Kawasan Wisata


Senin, 01 Februari 2016 - 01:41:19 WIB

SOLSEL,HALUAN—Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu merupakan daerah da­taran yang dikelilingi per­bukitan dengan luas daerah 12.640 km. Jumlah penduduk sekitar 4.415 jiwa mayoritas bermata pencarian sebagai petani.

Menurut data nagari, po­tensi unggulan adalah bidang pariwisata dan pertanian. Di bidang pariwisata nagari Koto Baru memiliki objek antara lain, Kawasan Saribu Rumah Gadang, Air panas Ambayan, Arung Jeram batang Bangko dan hutan alam bukit Ming­kuang.

Jika dilihat dari per­tum­buhan perekonomian masya­rakat cenderung stabil. Pe­ningkatan pertumbuhan pere­konomian meningkat tiap tahun sekitar 35 persen per ta­hun.

Wali Na­gari Ko­to Baru, Ap­risolman mengatakan pi­haknya fokus dalam pengem­bangan kawasan wisata Saribu Rumah Gadang.  “Untuk pengembangan kita telah mem­persiapkan Rancangan Peraturan Nagari tentang kawasan wisata Saribu Rumah Gadang,”katanya.

Selain itu, juga akan di­ben­tuk badan pengelola jika telah terbentuk pengem­ba­ngan lebih optimal. Kita ingin peran ninik mamak dalam Nagari lebih diperhatikan karena apapun yang terjadi di Nagari tak luput dari peran ninik mamak.”Jika ninik ma­mak mendapatkan perhatian tentunya fungsi lebih baik,” katanya.

 Sementara, Ketua LP­MN Koto Baru, Desmeldi menyebutkan upaya yang dila­ku­kan untuk meningkatkan pelestarikan nilai adat dan budaya salah satunya pe­lestarian rumah gadang kere­na saat ini banyak kondisi bangunan yang sudah re­ot.”Jika dibiarkan kondisi yang sudah rapuh tersebut bisa menjadi pu­nah,” lanjut­nya.

Sedangkan bidang perta­nian yang menjadi andalan adalah tanaman padi, karet, kopi, ka­pu­laga dan pohon pinang, di­per­kirakan luas are­al pertanian dua pertiga dari luas Nagari. Di­sam­ping itu, potensi umum lainnya se­perti kerajinan anya­man rotan, ukir dan perabot.

Salah satunya, ARBEN sebagai usaha rumahan anyaman khas bahan baku rotan mampu menghasilkan aneka produk olahan berbahan baku rotan. Kualitas dan ragam produk yang dihasilkan tidak dira­gukan lagi, alasannya, Usaha anyaman ARBEN telah me­nem­bus pasar mancanegara.

Hal tersebut dikatakan, Zulfiati,(45), wanita paruh baya yang melanjutkan usaha suaminya sebagai pengrajin anyaman rotan di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Ke­nagarian Koto Baru.

“Saat ini usahanya mem­pekerjakan sebanyak tiga orang pengrajin yang digaji sistim borongan, yaitu mereka digaji berdasarkan banyak produk yang dihasilkan.”Gaji pengrajin rata-rata Rp.100 - Rp 500 ribu per item produk yang dihasilkan,’tukasnya.

Jenis produk yang diha­silkan antara lain, kursi, meja, ayunan bayi, keranjang, dan produk lainnya sesuai pe­sanan konsumen.Sedangkan bahan baku diperoleh dari hasi keka­yaan alam yang ada di Solsel.

Harga yang dita­war­kan­pun beragam dan tergantung kerumitan pengerjaan, mulai dari Rp75 ribu sampai Rp 5 juta. “Harga produk anyaman beragam,semakin mahal har­ga karena kerumitan penger­jaan,”ulasnya.

Proses produksi anya­man rotan dilakukan dirumah, dengan menggoreng bahan bakurotan selama tiga jam. Rotan-rotan tersebut dipo­tong masing-masing empat meter, kemudian digoreng dengan campuran balerang dan minyak solar, supaya lebih tahan lama.(h/jef)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]