Populasi Gajah Liar Meningkat


Senin, 01 Februari 2016 - 01:43:07 WIB

BENGKALIS, HALUAN — Sejak kabut asap yang me­nyelimuti Provinsi Riau, ka­wanan gajah liar di Kantong Balairaja, Kecamatan Man­dau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, tak terlihat lagi. Namun sejak 3-4 hari yang lalu, kelompok gajah liar Giam Siak Kecil dan Ba­lairaja, muncul di Kantong Balairaja.

“Setelah kita (BBKSDA Riau, red) lakukan identi­fikasi, ada peningkatan jumlah populasi gajah liar yang masuk ke Kantong Balairaja,” ujar Kabid Wilayah II BBKSDA Riau, Supartono, Sabtu (30/1).

Dikatakan Supartono, pe­ningkatan jumlah gajah liar, terlihat ada gajah liar yang masih anak-anak dan usia remaja.

“Jumlah peningka­tannya sendiri belum bisa kita pastikan ada berapa ekor gajah. Saat ini pun kita belum melakukan penghitungan pas­ti jumlah gajah liar yang ada, karena kawanan ini masih bergerombol dua kelompok,” tutupnya menjelaskan.

Kembali

Hampir setahun, kemun­culan kelompok gajah liar di Kantong Balairaja, Ke­cama­tan Mandau dan Pinggir, Ka­bu­paten Bengkalis, Provinsi Riau, tak terlihat.

Hari Rabu (27/1), dua kelompok gajah, terlihat mu­lai memasuki habitatnya di Kantong Balairaja, yaitu k­e­lom­pok Giam Siak Kecil dan kelompok Balairaja.

Dari pantauan Wilayah II BBKSDA (Balai Besar Kon­servasi Sumber Daya Alam) Provinsi Riau, kemompok gajah Giam Siak Kecil, mun­cul dari Sungai Mandau. Se­dang­kan kelompok Balairaja, muncul dari Hutan Talang.

“Kemunculan gajah liar ini memang musiman. Ini sudah musimnya, gajah liar me­masuki Kantong Balairaja. Sekitar 3-4 hari yang lalu, kawanan gajah liar ini masuk ke Kantong Balairaja,” ujar Supartono.

BBKSDA Riau, lanjutnya, saat ini mengupayakan tidak munculnya konflik antara masyarakat dengan gajah liar, di sekitar Kantong Balairaja. “Saat ini anggota BBKSDA Riau, di lapangan berusaha menghalau gajah, tidak ke pemukiman masyarakat,” te­rangnya.  “Kita menghalau dengan bunyi-bunyian, seperti meriam karbit,” ungkap Su­par­tono.

Jika Bertemu

Untuk mengindari konflik antara gajah liar Kantong Balairaja, Kecamatan Man­dau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dengan ma­syarakat sekitar. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak pa­nik.

“Gajah merupakan mah­luk hidup. Dia (gajah, red) butuh ruang untuk hidup. Kepada masyarakat, untuk memberikan gajah sedikit ruang untuk hidup, sedkikt saja,” jelas Supartono.

Jika bertemu gajah liar, terangnya, masyarakat jangan gegabah dan jangan mengusir sendiri tanpa tahu bagaimana tekniknya. “Gajah liar sifatnya pemarah, jika keberadaannya diusik,” katanya.

Pengusiran gajah liar oleh masyarakat, menurutnya, le­bih baik dilakukan dengan cara berkelompok.

 ”Dengan cara membuat bunyi-bunyian. Kalau malam hari dengan membuat obor dan api unggun. Setelah mem­buat api unggun, jangan lupa dimatikan lagi apinya,” tutup Supartono menjelaskan.(h/grc/yuk)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]