Ikon Wisata Terancam Ditutup


Senin, 01 Februari 2016 - 01:45:09 WIB
Ikon Wisata Terancam Ditutup Objek Wisata Batu Timpa Tiga yang terancam ditutup karena pembangunan rumah.

ANAMBAS, HALUAN — Warga Anambas mulai resah menyusul ikon daerah  berupa Batu Timpa Tiga terancam ditutup.

Pasalnya,  Batu Timpa Tiga yang berada di simpang Jalan SP menunju Tanjung Momong Bakal tertutup karena pembangunan ru­mah. Padahal tak dapat dipungkiri sejak dimekar­kan,  Batu Timpa Tiga me­ru­pakan ikon dan ke­bang­gaan masyarakat.

“Batu Timpa Tiga ini merupakan salah satu ikon daerah ini, seharusnya yang membangun rumah itu ber­pi­kir, kalau pembangunan tersebut dilakukan maka Batu Timpa Tiga tidak akan tampak lagi,” Iwan Prayoga, warga setempat, Jumat (29/1).

Iwan mengaku sudah menemui lurah Tarempa agar pembangunan rumah tersebut tidak dilanjutkan, apalagi tanah yang tepat didepan batu timpa tiga itu berada di bibir pantai.

“Kita juga sudah me­nemui pemilik rumah yang akan dibangun, katanya mau diberhentikan namun bisa dilihat sudah dua pancang rumah yang di tancapkan,” kesalnya.

Bukan hanya dirinya saja yang mempertanyakan hal itu kata Iwan, namun banyak masyarakat yang me­nya­yangkan kalau sampai pem­bangunan rumah dilakukan tepat di depan ikon pari­wisata. Iwan menceritakan jika sebelumnya pada saat dinas pariwisata masih di­pimpin oleh Raja Ishak, pihaknya pernah mendesak agar tepat didepan dibangun tempat bermain seperti Me­layu Square di Kota Tanjung Pinang.

“Kan tidak mahal biaya­nya dan dapat dijadikan tempat bermain bagi anak-anak serta kelestarian Batu Timpa tiga dapat terjaga,” ungkapnya.

Di tempat lain Tokoh Pemuda KKA , Asril Mas­bah yang dihubungi mem­benarkan kalau tempat di depan Batu Timpa Tiga akan akan dibangun rumah, dan ini  sangat disayangkan karena akan memudarkan ikon wisata Anambas.

Ketua LSM kebijakan publik itu juga akan men­desak pemerintah ke depan agar ikon tersebut dapat dilestarikan dan jangan sam­pai pemandangannya tertu­tup oleh rumah.

“Kita tidak melarang pembangunan dilaksa­na­kan, namun pembangunan itu tidak merusak yang sudah ada apalagi ikon wi­sata itu yang sangat di­sa­yangkan,” tegur­nya.

Karena perlu diingat ungkap Asril,  Anambas ini telah ditetapkan sebagai daerah Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) pa­ri­wisata tentu ikon wi­sata seperti batu timpa tiga harus dilestarikan jangan sampai rusak apa­lagi tidak bisa dilihat.

“Pihaknya juga tidak tinggal diam dan akan menyampaikan persoalan ini ke Bupati dan Wakil Bupati terpilih, sebelum rumah tersebut benar-benar dibangun, bahkan Asril meng­ancam akan mem­per­so­alkannya karena walapun hak milik tanah pinggir pantai itu ada keb­ijakan­nya,” tegasnya.

Apa yang dilakukan ter­sebut ungkap Asril, semata-mata untuk mempertahankan ikon wisata Anambas agar jangan hilang dan dapat dinikmati oleh anak cucu. (h/rk)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 23 Mei 2019 - 21:22:00 WIB

    Makam Syekh Tompuah Sakati Talawi Dikonservasi Jadi Wisata Religi

    Makam Syekh Tompuah Sakati Talawi Dikonservasi Jadi Wisata Religi HARIANHALUAN.COM- Makam Ulama Syekh Tompuah Sakati di Dusun Kubang Gajah Desa Talawi Hilie Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto akan di Konservasi menjadi kawasan wisata religi. Saat ini Pemerintah Desa Talawi Hilie tengah melaku.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]